Menu

Percik Kata Nieke

Rabu, 15 Agustus 2018

Wisata 1 Hari di Jogja: Tempat Selfie Paling Asyik (+Itinerary)

Pernahkah kamu hanya memiliki satu hari waktu untuk bersantai di sebuah kota? Saya mencoba membuat itinerary bila hanya punya waktu satu hari di Jogja. Itinerary ini dibuat berdasarkan pengalaman saya. Jadi, saya sudah memperkirakan jarak dan waktu sehingga perjalanan ini memungkinkan untuk dilakukan.


Situs Warungboto, Yogyakarta. Foto: Nieke


Oke, here we go...

1. Situs Warungboto

Situs Warungboto. (Credit photo: Nieke)

Situs Warungboto serupa dengan Taman Sari, hanya saja luas wilayahnya lebih kecil. Letaknya di Jalan Veteran nomor 77 Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta. Sebagaimana Taman Sari, tempat yang bernama Pesanggrahan Rejowinangun ini berfungsi sebagai tempat peristirahatan raja keraton Yogyakarta. 

Gaya arsitekturnya pun mirip. Bangunannya memiliki lorong, kolam pemandian, air mancur, ruangan-ruangan, tempat ibadah, dan loteng.

Cagar budaya ini populer sejak menjadi lokasi foto pra-pernikahan atau pre-wedding putri presiden Joko Widodo, yakni Kahiyang Ayu dengan Bobby Afif Nasution, pada Oktober 2017 lalu. Setelah dipugar, tempat ini dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta.


Situs Warungboto. (Credit photo: Nieke)

Sebaiknya ke situs Warungboto pada pagi hari, sebelum pukul 12 siang. Kalau tidak, akan terasa panas. Dari Titik Nol Yogyakarta, perjalanan ke Situs Warungboto membutuhkan waktu sekitar 15-30 menit apabila tidak macet, atau berjarak 4-5 km. Pesanggrahan yang dibangun Sultan Hamengkubuwono II ini dibuka mulai pukul 08.00-16.00. 

Pengunjung belum dikenai biaya tiket. Namun di dekat pintu masuk atau di halaman parkir, ada pendopo kecil yang dihuni penjaga situs. Dekat papan kaca berisi keterangan sejarah Pesanggrahan Rejowinangun, terdapat meja kecil dengan sebuah buku tamu di atasnya.  Pengunjung diminta untuk mengisi buku tamu tersebut dan dapat menyelipkan sumbangan sukarela yang disisipkan di antara halaman buku tamu.

Klik link ini untuk melihat Vlog soal Situs Warungboto.



 
Situs Warungboto, seperti halnya Taman Sari, terletak di antara permukiman warga. Papan penunjuk arah menuju ke cagar budaya ini belum begitu banyak. Keterangannya pun hurufnya terlalu kecil dan kurang mencolok. Menggunakan GPS, saya sempat tersesat beberapa kali ketika mencari tempat ini. 


Sejarah Situs Warungboto (credit photo: Nieke)

Sebenarnya situs ini terlihat dari tepi jalan raya. Pintu masuknyalah yang tidak terlihat, sebab terdapat di sisi sebaliknya, yakni perkampungan warga. Jadi, pengunjung tidak bisa mengakses langsung dari jalan raya. Tapi mesti memasuki sebuah gang terlebih dulu. Meski demikian, situs Warungboto dilengkapi dengan halaman parkir yang luas. Terdapat pula kedai yang menjual makanan dan minuman milik warga di depan pintu masuk situs. 


Sejarah Situs Warungboto (credit photo: Nieke)


 Tak butuh waktu lama untuk menikmati keindahan bangunan dan berfoto-foto di sini. Sekitar satu hingga satu setengah jam sudah cukup. Kamu bisa melanjutkan perjalanan ke tempat wisata lainnya yang berada di kawasan tak jauh dari sini.

Saran saya: Jangan lupa membawa botol minum dan payung. Sebaiknya ke sini pukul 08.00-10.00 agar tidak terlalu panas, untuk kemudian berlanjut ke lokasi wisata berikutnya. 

2. Museum De Arca, De Walik, De Mata

Ini merupakan tempat selfie atau swafoto yang paling asyik di Yogya. Lokasinya di XT Square, Jalan Veteran nomor 150-151, Yogyakarta. Jaraknya hanya sekitar 1 km dari Situs Warungboto. Sediakan waktu agak banyak saat berada di museum ini, karena lokasinya yang luas. Kalau kamu berfoto di tiap sudut, bisa menghabiskan waktu 2-3 jam di sini. Bahkan mungkin lebih!

De Arca adalah museum yang berisi patung tokoh-tokoh Indonesia dan luar negeri. Mulai dari pahlawan nasional, presiden dan mantan presiden, hingga tokoh pahlawan fiksi seperti Hulk dan Iron Man. De Walik merupakan museum ruangan ilusi dan serba terbalik. Lalu De Mata 1 dan 2 adalah museum foto 3 dan 4 dimensi.

Kalau kamu solo traveler, tak perlu khawatir. Sebab, pengelola museum menyediakan pemandu yang akan menemanimu keliling sambil memotretmu dengan kamera ponselmu, secara gratis. Pengelola juga menyediakan layanan jasa foto khusus langsung jadi dan cetak, dengan biaya tertentu. Layanan terhadap para pengunjung, saya beri dua jempol. Selain ramah, para pemandu ini cukup gesit dan sigap. Fasilitas di museum ini juga asyik, pasar seni yang menjual batik dan kerajinan, serta oleh-oleh kas Jogja. Toko cinderamata dan camilan khas. Selain itu, food court alias taman jajanan dengan berbagai aneka pilihan makanan dan minuman. Bisa sekalian makan siang di sini.

Klik di sini untuk melihat vlog tentang Tempat Selfie Paling Instagramable di Yogya.


Harga tiket masuk berbeda-beda berdasarkan hari dan jam.

Perinciannya:
Senin-Jumat 10.00-15.00 ===  Harga tiket terusan Rp 100.000,-
De Mata 1 Rp 30.000; De Mata 2 Rp 30,000; De Arca Rp 30,000; 
De Walik Rp 30.000

Senin-Jumat 15.00-22.00 ===  Harga tiket terusan Rp 120.000,-
De Mata 1 Rp 40.000; De Mata 2 Rp 40,000; De Arca Rp 40,000; 
De Walik Rp 40.000

Sabtu-Minggu/hari raya 10.00-22.00 == Harga tiket terusan Rp 140.000,-
De Mata 1 Rp 50.000; De Mata 2 Rp 50,000; De Arca Rp 50,000; 
De Walik Rp 50.000

Saran saya: lebih murah tiket terusan, dengan catatan sediakan waktu yang panjang agar kamu tidak rugi dan sempat menjajal semua tempatnya. Pastikan batere kamera atau ponsel pintarmu dalam posisi penuh karena akan kamu gunakan untuk berfoto ria. Di museum tiga dan empat dimensi, gunakan pula kamera video, karena beberapa memiliki efek gambar bergerak (lihat di vlog saya selengkapnya).

3. Kuliner Es Krim Gelato di Tempo del Gelato

Wisata berlanjut dengan kuliner es krim gelato di Tempo del Gelato di Jalan Taman Siswa, Yogyakarta. Jaraknya sekitar 2-3 km dari XT Square. Ini merupakan cabangnya yang ketiga, selain di Jalan Prawirotaman dan Jalan Kaliurang. Tempatnya juga lebih luas dibanding kedainya yang di Prawirotaman. Meski demikian, kalau musim liburan, pengunjungnya membeludak. Antreannya bisa mencapai seratus orang lho.


Gelato di Tempo del Gelato. (Credit photo: Nieke)

Harga gelato tergantung ukurannya, yang kecil dengan wadah cup Rp 20.000,- dan cone Rp 25.000,-. 

Saran saya: Tempo del Gelato kerap menyediakan menu rasa yang unik. Kalau kamu petualang kuliner, jangan ragu untuk mencicip yang terlihat unik dan aneh. Kalau kamu datang pada musim liburan, bersiaplah mengantre. Kalau datang berombongan, sebaiknya ada yang mencari tempat duduk terlebih dulu (apalagi kalau di musim liburan). Tapi enggak rugi kok, karena es krim yang lagi hits ini rasanya enak. Belum lagi, kafenya Instagramable banget!

Demikian itinerary wisata satu hari di Yogya. Perkiraan bajet sekitar Rp 200.000,- (dengan catatan ambil tiket terusan di tanggal merah yakni Rp 140.000,-). Kalau kamu masih punya energi cukup buat nongki-nongki cantik, anti-mainstream, dan doyan kucing, mampirlah ke Cats and Coffee, di daerah Gejayan. Tempat ini memang agak jauh yakni sekitar 5 km dari Jalan Taman Siswa, sedangkan bila diukur dari Titik Nol Yogya sekitar 7 km. Bisa juga balik ke penginapan dulu, kemudian sorenya bersantai di kafe unik yang menghadirkan kucing-kucing untuk menemanimu.

Selamat berlibur, kawan!

(Nieke Indrietta)

Tulisan lainnya yang nggak kalah menarik soal kuliner dan traveling, klik di sini.

7 komentar:

  1. Situs Warungboto unik ya lokasinya, pengunjung tidak bisa mengakses langsung dari jalan raya. Tapi mesti memasuki sebuah gang terlebih dulu. Untungnya gigih mencarinya dan ketemu hehe.

    BalasHapus
  2. Wisata di Yogyakarta sekarang semakin seru ya. Banyak banget tempat yang pengen saya kunjungi kalau ke sana. Termasuk yang ditulis di sini. Makasih referensinya, Mbak Nieke.

    BalasHapus
  3. wah selama saya 3 tahun di Jogja saya belum mengunjungi SItus Warungboto ini, saya malahan baru dengar, wah sayang sekali saya tidak mengunjunginya dulu, kalau yang nomor 2 saya sudah kunjungin, cocok buat anak-anak juga ke sana, bagus

    BalasHapus
  4. Waaah blognya mbak Nieke ini menarik sekali.. jalan jalan di Jogya memang asyik ya, dulu ke sana belum mampir ke tempat ini.. mungkin juga belum ada..kalau saya tertarik ke situs Warungboto..

    BalasHapus
  5. Tamansari tu yg deket alun-alun bukan sih? Kynya pernah kesitu naik becak hehe. Lupaa.. long time ago sih. Klo yg museum2 itu mah termasuk baru kan ya. Destinasi wisata kekinian tuk selfie2 😁

    BalasHapus
  6. Yogya terkenal panas bagi saya, bahkan malam dan dini hari. Rasanya makan es krim gelato itu pilihan asyik. Jadi penasaran.
    Ke museum juga merupakan hal menarik karena berada di dalam ruangan, setidaknya aman dari paparan panas bagi orang yang terbiasa tinggal di wilayah cukup dingin.
    Referensi yang menarik untuk nongki keren dan tidak bikin repot
    Nongkrong di kafe kucing juga bikin penasaran.

    BalasHapus
  7. Banyak banget rupanya tempat wisata di Yogyakarta ini ya mba, saya hanya taunya marlioboro sama candi prambanan-borobudur saja, mudah-mudahan ada langkah buat berlibur ke sana

    BalasHapus

Hi... terima kasih sudah mampir dan membaca blog saya. Terima kasih pula untuk sudah berkomentar dengan sopan, tidak meninggalkan spam dan tidak menggunakan LINK HIDUP di kolom komen. Untuk setiap komentar, saya upayakan kunjungan balik ke blog Anda untuk menjaga tali silaturahmi.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sebaiknya tidak gunakan akun anonim.

Salam.