Menu

Percik Kata Nieke

Senin, 27 Desember 2021

Bijak Konsumsi Keju dengan Kampanye #KejuAsliCheck ala Kraft

Memilih keju ternyata tidak bisa capcipcup kembang kuncup. Beruntungnya, mencari #KejuAsliCheck tidak serumit mencari jodoh. Mau tahu rahasianya?

Kampanye Keju Asli Check Kraft
Yuk pilih keju berkualitas dengan  #Keju AsliCheck 
Foto: @katanieke

Sesulit-sulitnya saya makan pada waktu kecil, ternyata lebih sulit keponakan saya, sebut saja R. (Saya merahasiakan nama keponakan karena private consent). Dia hanya mau makan ayam dan nasi goreng. Selain itu, tidak bakal lauk pauk disentuhnya. 

Puyeng kan? 

"R, mau makan apa?"

"Ayam," katanya suatu waktu. "Nasi goreng," ucapnya, kali lain.

Makgedubrak. Mendengar jawaban-jawabannya, kening saya berkerut. Sebagai aunty alias tantenya, saya juga memikirkan nilai gizi dari keponakan saya. Apalagi ia masih dalam masa pertumbuhan, usia sekolah dasar. Dibanding kakaknya, tubuh R lebih kurus. R butuh banyak asupan nutrisi.   

"Kamu enggak bosan makan ayam tiap hari, pagi-siang-malam?" tanya saya.

"Enggak," jawab R santai. Ia membetulkan kacamatanya yang sedikit melorot, kemudian melanjutkan menatap monitor gawainya. Asyik bermain Mobile Legends.

"Kalau makannya cuma nasi putih sama ayam goreng doang, nanti enggak bisa menang lho main game. Mana bisa jadi kuat kayak superheronya?" Saya menuding tokoh game yang ia pilih bermain.

R cuma nyengir.  Saya kembali makgedubrak. Putar otak bagaimana bisa membuat keponakan saya makan menu yang lebih bergizi. Waktu kecil, Ibu saya biasanya membujuk saya dengan film kartun Popeye Si Pelaut alias Popeye The Sailor Man. Yap, film kartun ini terkenal era 1980-an.

Karakter fiksi kartun yang diciptakan Elzie Crisler Segar ini bertubuh kerempeng--uhuk, persis figur keponakan saya. Namun saat hendak beraksi menyelamatkan orang lain, ia selalu makan sekaleng sayur bayam. Dan, tadaaaa.... Tubuhnya langsung berubah, dari kurus menjadi berotot kuat. Sayangnya, R tidak mengenal tokoh Popeye ini. Jadi tidak mungkin saya menggunakan metode yang sama dengan Ibu saya. 


Rahasia Membujuk Anak Susah Makan

Sampai akhirnya saya menemukan celah solusi. R menyukai ayam rasa keju dari sebuah waralaba. Beberapa kali, Ayah R memesan ayam rasa keju tersebut via aplikasi makanan daring.

Aha! Untuk variasi lauk pauk sekaligus menjaga gizi makanannya, kenapa tidak dikasih keju saja? Saya membayangkan nasi putih dan ayam goreng ditaburi keju cheddar Kraft yang diparut. R pasti suka. Mirip-mirip ayam geprek rasa keju kan ya?

Ibu saya bilang, waktu saya seusia R juga agak rewel--walau tak sesusah R. Agar saya doyan makan, Ibu saya kerap membuat variasi makanan menggunakan bahan keju Kraft. 

Roti burger dengan keju slice Kraft  adalah salah satu menu favorit saya. Ibu  kerap membawakan menu ini sebagai  bekal makan siang agar saya tidak jajan sembarangan. 

Tak butuh waktu banyak membuatnya. Roti burger tinggal beli yang jadi, tinggal dipanaskan di teflon. Daging burger bisa dari makanan beku siap saji. Dimasak dengan sedikit mentega di teflon.  Di antara roti burger dan daging, sisipkan selada, irisan tomat, timun, dan keju slice Kraft. Yummy! 

Kalau roti burger tak ada, gunakan saja roti gandum atau roti tawar. Jadi sandwich kan? Saya pribadi lebih suka roti gandum. Agar tak bosan, daging burger bisa digantikan dengan telur mata sapi. Keju slice Kraft juga bisa divariasi dengan jenis keju Kraft yang  bisa dilelehkan. Bahasa kerennya, keju melting.

Bosan dengan roti, mari bikin mie instan 'sejuta umat'.  Sebagai topping, taburi suwiran daging ayam, bawang goreng secukupnya, potongan daun sawi, irisan tomat dan timur, wortel potong dadu, dan jangan lupa... Keju yang diparut di atasnya. Bahkan, omelet pun bisa dikasih keju--entah parut atau  potong dadu.

Keluarga saya memang penyuka keju. Ibu saya biasa menyetok keju kotak Kraft di rumah. Harga keju Kraft cukup terjangkau, banyak variasinya. Makan buah pun bisa ditaburi keju. 


Salad buah dengan keju
Salad buah dengan taburan keju.
Foto: @katanieke


Satu lagi kenangan masa kecil saya, saat Ayah saya pulang kantor membawa pizza. Saya kegirangan. Biasanya kalau kami makan di restorannya, kami menaburinya dengan keju parmesan. Di rumah? Ibu saya cukup cerdik. Ditaburi dengan  parutan keju Kraft, voila, pizza jadi makin lezat!


Apakah Keju Makanan Bergizi? 

Jawabannya iya, terutama keju yang asli. Bahan utama keju Kraft adalah keju asli Selandia Baru (New Zealand). Pertanyaan berikutnya, apa istimewanya Selandia Baru? Sapi yang hidup di negara itu memiliki habitat padang rumput yang sehat sehingga menghasilkan susu yang berkualitas. Otomatis, keju yang dihasilkannya juga berkualitas. Selandia Baru juga diakui sebagai salah satu negara produsen susu dan keju berkualitas. 

Cara memeriksa keju itu asli atau tidak, yuk kita melihat pada kemasan. Nah di sini tercantum keterangan nutrisi yang terkandung dalam sebuah produk keju. Dalam keju Kraft, mengandung nutrisi Calcimilk yang kaya akan kalsium, protein, dan Vitamin D. Hmm, pantas saja Ibu saya rajin menyetok keju di rumah. 

Tips memilih keju cheddar  berkualitas
Label komposisi dan informasi gizi pada Keju Cheddar Kraft.
Foto: @katanieke


Apa sih pentingnya memilih keju asli? Jelas penting, karena keju yang tidak asli--biasanya dominan tepung dan air--tentunya berkaitan dengan nutrisi gizi. Itu sebabnya, yuk cek label kemasan sebelum membeli keju. Kebetulan, Kraft sedang mengadakan #kampanye #kejuaslicheck. 


Yuk nonton video ini untuk memilih #KejuAsliCheck ala #KejuKraft:



Mengubah Gaya Hidup Lebih Sehat

Saat saya merantau di Jakarta, gaya hidup saya berubah jadi tidak sehat. Kerap lembur, makan tidak teratur, dan kurang tidur.  Saya abai menjaga gizi. Saya memang tidak merokok dan tidak minum alkohol, tapi mengabaikan nutrisi gizi, makan tidak teratur, dan kurang tidur adalah hal yang fatal.

Hingga suatu pagi, saya terjatuh dari ranjang dengan kesakitan yang teramat sangat pada bagian perut. Saya tidak bisa bangkit, nyaris pingsan. Teman kos membawa saya ke UGD rumah sakit terdekat. 

Saya ditangani dengan cepat. Awalnya saya diduga terkena masalah lambung. Dokter memberi saya obat maag. Teman saya mengolesi saya dengan minyak kayu putih. Perawat menyodori saya dengan segelas teh hangat dan biskuit regal. 

Mendadak tubuh saya menggigil. Saya berpikir lantaran terpaan penyejuk ruangan. Perawat sungguh baik mematikan air conditioner, memberi saya selimut. Sambil menanyakan apakah rasa sakit sudah mereda. Saya menggeleng. 

Wajah saya pucat pasi menahan kesakitan. Dokter kembali datang, kembali memeriksa saya. Menyentuh bagian perut saya sebelah kiri dan kanan dengan agak menekan.

"Bu, ini dugaannya antara usus buntu atau hal lain," ujarnya.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, saya dibawa ke kamar rawat. Dipasangi infus. Dokter lain datang, rupanya ia dokter obgyn. Selama enam jam saya kesakitan, hingga diberi obat pereda sakit. Saya juga diminta puasa untuk menjalani pemeriksaan lebih dalam pada organ tubuh. 

Hasilnya, ternyata ada miom yang lengket pada usus. Saya mesti menjalani operasi. Menjelang tengah malam, seusai menjalani rangkaian pemeriksaan oleh beberapa dokter, saya dibawa menuju ruang operasi. Bius total.

Pengalaman itu membuat saya mengevaluasi hidup saya. Beruntung dokter obgyn saya cukup baik, setiap periksa rutin, ia selalu melayani semua pertanyaan saya. Bahkan menjelaskan dengan detail, terutama soal makanan yang boleh saya konsumsi, mana yang tidak.

Saya merombak gaya hidup saya agar lebih sehat. Lebih banyak minum air mineral, berolahraga, mengurangi konsumsi makanan instan dan daging merah. Memperbanyak makan sayur dan buah. 

Saya juga sempat ragu-ragu apakah penyintas atau survivor miom boleh makan keju atau tidak, karena mengandung lemak jenuh.  Saya berselancar alias browsing di internet, untuk mengetahui makanan yang baik dikonsumsi. 

Di salah satu situs kesehatan, saya menemukan artikel yang menyatakan bahwa ternyata salah satu jenis makanan yang bisa mengecilkan miom adalah yang mengandung vitamin D. Contohnya produk olahan susu. Kandungan kalsium, fosfor, dan magnesium dalam produk olahan susu, konon bisa memperlambat pertumbuhan miom. 

Kabar gembiranya, keju termasuk! Selain keju, makanan lainnya di antaranya susu, kuning telur, sereal, buah-buahan, salmon, tuna, makarel. Tentu saja, saya tidak menelan mentah-mentah informasi tersebut. Saya memutuskan untuk menemui dokter, memastikan apakah makanan tersebut sesuai dengan kondisi saya.

Setelah konsultasi ke dokter ternyata tak ada pantangan makan, yang penting gaya hidup sehat. (Omong-omong, kondisi tiap orang berbeda. Jika teman pembaca memiliki kondisi seperti saya, jangan lupa konsultasi dengan dokter dan nutrisi ya).

Saya pun memberanikan diri kembali makan keju, tentunya dengan pola makan yang lebih sehat. Salad adalah salah satu menu favorit saya. Kini tanpa ragu saya menaburkan parutan keju  cheddar Kraft pada salad. Apalagi, keju Kraft tidak mengandung perisa tambahan. Rasa gurih asinnya itu lho, bikin nagih.



Buat  teman pembaca yang sedang diet, tenang saja, ada Keju Kraft Singles dengan kandungan lemak yang lebih rendah 40 persen, serta lebih rendah nilai kalorinya. Oya, jika punya pertanyaan seputar produk Kraft, teman pembaca juga bisa menyampaikan pertanyaannya ke bundakraft.com.

 


Do's and Don't dengan Keju


Keju memang bisa dicampur ke berbagai jenis menu, seperti mie, roti, salad, es buah, nasi goreng, ayam geprek, pizza, dan sebagainya. Nutrisi keju juga banyak, termasuk protein, vitamin, kalsium. Hanya saja, kita mesti bijak dalam mengkonsumsi keju lantaran kadar kalorinya. 


YES, Do It

1. Konsumsi keju dalam porsi secukupnya. Segala sesuatu yang berlebihan tidak baik. Dan karena itu sebaiknya... Jangan makan keju digado dengan jumlah porsi banyak.

2. Perhatikan takaran saat makan keju,  batasi asupan lemak jenuh masuk ke dalam tubuh. Lemak jenuh dalam darah bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat. Imbangi konsumsi keju dengan makanan berserat.

NO, Don't do it

1. Keju rendah lemak bernutrisi tinggi, namun tidak bisa dikonsumsi secara berlebihan demi kesehatan.

2. Berlebihan konsumsi keju bisa menimbulkan masalah kulit seperti jerawat.  



Nah, demikian cerita saya tentang keju. Sudahkah teman pembaca selama ini memilih keju dengan mempehatikan labelnya? Rahasianya cukup simpel ya?

Benar, kan kalau memilih #KejuAsliCheck ala Keju Kraft tidak serumit memilih jodoh? Kalau teman pembaca masih lajang pun jangan khawatir, keju Kraft saja ada yang Singles kok. Eh.


Salam,

Nieke Indrietta


Referensi:

bundakraft.com/faq

Siaran Pers KejuAsliCheck dari situs IbuIbuDoyanNulis

www.sehatq.com/artikel/manfaat-keju-yang-lezat-dan-menyehatkan

www.sehatq.com/artikel/jenis-makanan-untuk-mengecilkan-miom-yang-bisa-dikonsumsi

www.briliofood.net/foodpedia/8-bahaya-makan-keju-berlebihan-tingkatkan-risiko-sakit-jantung

katadata.co.id/safrezi/berita/6142edcacffe7/9-manfaat-keju-untuk-kesehatan-dan-diet


Tulisan ini diikusertakan dalam Lomba Blog yang diadakan Ibu-ibu Doyan Nulis bekerja sama dengan Kraft. 



47 komentar:

  1. Sebagai ibu, kita memang menjadi pagar penjaga keamanan lambung dan kesehatan nutrisi buat anak dan keluarga ya Mba.

    Pilihan yang tepat bagi ibu untuk terus semangat memberikan yang terbaik.
    Salah satunya dengan mengecek informasi pada label pangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar. Saya kalau belanja rajin cek label, termasuk masa kadaluwarsanya. Pernah nemu sebuah produk kosmetik skincare, didiskon besar, ternyata masa kadaluwarsanya Februari tahun depan. Gimana makanan ya? Hahaha.

      Hapus
  2. Lengkap sekali infonya.... keju kraft ini memang berbeda dengan keju lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya suka keju dicampur dengan makanan apa, Mbak?

      Hapus
  3. Makasih infonya baru tau keju bisa buat diet, semangat hidup sehat ya kakk, saya juga nih dah harus mengatur pola makan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gaya hidup sehat itu wajib. Atur pola makanan juga. Mensana in corpore sano.

      Hapus
  4. Ini nih kendala yang sering dialami ibu-ibu, membujuk anak saat susah makan. Kesel banget, tapi harus sabar dan berpikir cara agar anak suka makan. Untungnya moms punya rahasi. Bisa ditambahkan keju agar menu makanan bervariasi dan sehat. Terima kasih infonya, keren ❤️👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ibu saya keren ya, padahal masa lalu itu belum ada kampanyenya Kraft. Hehehe. :P

      Hapus
  5. Aku sering buat salad buah di rumah kak. Sekarang dedek juga lagi doyan karena sering liat aku makan itu. Dulu asal comot keju tanpa berpikir bahan dan nilai gizinya. Sekarang wajib cek biar enggak salah pilih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan lupa hitung kalori dan kadar nutrisi tiap makanan. Usahakan makan makanan berserat setiap hari.

      Hapus
  6. Aku baru tahu kalau keju juga bisa buat jerawatan, aku suka banget sama keju. Seringnya pake keju buat bikin spageti carbonara, keju dicampur sama mie rebus, kalau enggak ngegadoin aja, dan emang paling enak keju kraft menurut aku dari keju lain yang pernah aku rasain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh, jadi kebayang spageti carbonara. Yummyyyy. Wah itu pakai keju melting mantap buaaanggeeeeeeeet.

      Hapus
    2. Spagetti carbonara kesukaan anakku duhh enak banget kami punya resto langganan menu carbonara itu dan sering order, kejunya banyak bikin gurih

      Hapus
  7. Keponakannya sama kayak anakku. Maunya makan ayam doang. Tp sama keju ternyata dia doyan. Bahkan pernah minta nyemil keju. Dari dulu saya pribadi emang suka sama keju. Dan taunya memang produk kraft.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah samaan! Jadi bertanya-tanya kenapa ya anak-anak itu doyan keju. Saya dari anak-anak juga doyan sama keju. Makan kastengels itu bisa lupa daratan abis setoples. Wkwkwkwk.

      Hapus
  8. Keju kraft mau diapain pun gak pernah gagal rasanya, bahkan di makan kayak cemilan biasapun enak gak bikin eneg gitu tapi batas normal ya kak. Biasa dirumah pun sediain keju kraft yang slice.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keju slice enak banget dimakan sama roti tawar gandum. Dikasih selada, irisan tomat, irisan daging ayam. Nyam.

      Hapus
    2. Ditambah keju lumer melting biar makin ekstra gurihnya.

      Hapus
  9. Dulu sya pikir keju itu sama semua hanyalah beda merek saja. Namun ternyata sebagai konsumen kita harus pintar pintar memilih ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sih belum pernah ketemu keju yang palsu. Paling pas beli makanan, memang terasa sih ada keju yang berasa gurihnya, dan ada keju yang kayak gak ada rasanya.

      Hapus
  10. wah aku tercerahkan. walaupun keju bisa dicampur ke banyak jenis makanan, tapi harus diperhatikan jumlah kalorinya yaa...
    ahaha, kalo keju kraft sih emang udah jadi kesukaan aku, apalagi untuk bikin kue... nggak bisa pindah ke lain keju...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya biar tubuh sehat, mensana in corpore sano, kak! :D

      Hapus
  11. Setelah mengetahui info ini, kita harus makin teliti ya sebelum membeli keju. Melihat kandungan komposisi dalam kemasan jadi hal wajib yang harus dilakukan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan lupa cek nutrisinya, Bang. Itung kalori. Juga cek kadaluwarsanya :D

      Hapus
  12. Aku di rumah juga sering bikin salad buah pake keju kak, tapi pas beli kejunya nih sering lupa perhatiin hal2 yg sangat riskan seperti ini. Aku jadi makin tau lho mba, besok2 pas beli harus diperhatikan semuanya biar aman dan baik buat dikonsumsi

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan lupa cek kadaluwarsanya ya, Kak :)

      Hapus
    2. Nah salad buah ini menggiurkan banget deh utk saya mbak. Apalagi dengan taburan keju. jarang banget makan salad buah dengan taburan keju. Besok eksekusi ah

      Hapus
  13. Aku juga sukaaa keju kraft, dan paling sering bikin sandwich krn anakku suka banget. Gak salah pilih bearti selama ini karena keju kraft punya komposisi yang terbaik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau sandwich biasanya saya padukan sama yang slice atau yang bisa melting. :D

      Hapus
  14. mbaak anak keduaku malah sekarang nggak mau makan nasi mbak. huhu. maunya minum susu doang padahal kadang sengaja nggak kukasih susu seharian dia tetap tahan nggak mau makan. akhirnya aku nyetok keju dan sosis di rumah biar dia mau makan itupun nggak banyak. hik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba ditambahin kentang dipotong kecil lalu direbus, Mbak. Jadi kentang-keju-sosis. Keponakanku dulu pernah gak mau makan nasi putih, maunya nasi goreng, atau mie. :( Tapi sekarang udah bisa dia makan apa aja.

      Hapus
  15. Aku selalu pake Kraft ini buat topping kue. Kejunya enak banget sih. Kalo lagi gabut, jg cm nasgor dgn nasi goreng. Lbh lumer rasanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Weits bener banget. Nasgor tabur keju juga enak. Ayam goreng tabur keju juga enak. Kayak ayam geprek keju gitu jadinya.

      Hapus
  16. Mau dinikmati bersama roti,kue kering atau topping camilan biar gurih nikmat, cukup pakai Kraft. Udah bahagia deh lidahnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahahaha. bahagia itu sederhana pun berganti menjadi bahagia itu keju. wkwkwk.

      Hapus
  17. Kalau berlebihan pun gak bagus ya, berdampak ke jerawat.
    Jadi memang konsumsi sesuai kebutuhan dan pas porsinya, jadi nikmat terasa sehat di badan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagusnya dipadukan dengan makanan berserat, biasanya saya imbangin makan buah dan sayur. Makanya doyan salad. Hehe.

      Hapus
  18. Aku suka kalap kalo ketemu keju haha..semua pasti dikasih keju,sampai nasi goreng juga kupakei keju. Kraft emang paling enak menurutku

    BalasHapus
  19. Kebetulan di rumah kami cuma saya saja yang suka sama keju, anak dan suami kurang suka keju dan di rumah saya selalu sedia keju Kraft bahkan suka dicemilin kalau lagi laper, hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. enak dong, gak ada saingan berat! hahahha. jadi gak kayak saya, yang biasanya gini: lho ini kok kejunya tinggal segini? siapa yang ngabisin? wkwkwkkw

      Hapus
  20. Saya juga suka keju, tapi makannya ga banyak sih. Secukupnya biasa buat olesan roti bakar atau taburan salad. Dan paling cocok keju kraft ini. Rasanya gurih pas

    BalasHapus
  21. Tetangga pernah jual salad buah, di grup WhatsApp dia bilang pake keju kraft lho, dan bener aja rasanya enak. Manis dan gurihnya klop!

    BalasHapus
  22. Makasih, mBak, Kampanye ini bikin aku tahu what Do's and DO'nt dengan keju. Jadi perlu teliti dan hati-hati banget dalam mencari keju. Salah satu rekomendasi untuk keluarga, Keju Kraft ya mb?

    Btw, nice, dah lama ga kunjungan di kata nieke. :D

    BalasHapus
  23. Ahahaha, jadi teringat cap cip cup kembang kuncup.

    Kalo aku pernah make gaya milih begitu pas ujian di sekolah dulu mba,

    Parah banget ya kan.

    Untungnya buat milih produk pangan aku udah teredukasi untuk baca label nutrisi pada pangan kemasan

    BalasHapus
  24. Saya juga penyuka keju mbak, apalagi ditaburkan di atas kue gitu. endeuzzz banget hihihi

    BalasHapus
  25. Sama denganmu kak, aku juga konsumsi keju kraft, untuk menemani menu makanan sehari-hari. Seperti bikin cookies, pasta, salad, dan lain-lainnya. Ini keju kesukaanku karena rasanya enak dan bergizi, nggak pernah gagal saat dipadukan dengan bahan makanan lain

    BalasHapus
  26. Andai mencari jodoh itu bisa semudah mencari #KejuAsliCheck ya, kak? heuheuheue.
    Tentang kraft, karena mungkin kebetulan pendamping saya memiliki bisnis kecil-kecilan di kuliner, jadi memang sudah lama sekali menggunakan produk keju dari kraft ini.

    Selain menjadi saran pilihan pelanggan, variannya juga cocok untuk banyak jenis kuliner modern.

    BalasHapus

Hi... terima kasih sudah mampir dan membaca blog saya. Terima kasih pula untuk sudah berkomentar dengan sopan, tidak meninggalkan spam dan tidak menggunakan LINK HIDUP di kolom komen. Untuk setiap komentar, saya upayakan kunjungan balik ke blog Anda untuk menjaga tali silaturahmi.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sebaiknya tidak gunakan akun anonim.

Salam.