Menu

Percik Kata Nieke

Sabtu, 07 Maret 2020

Jovi Adhiguna, Street Boba, dan Minuman ala Jepang dengan Klepon

Apa yang terbayang saat mendengar minuman boba yang dipadukan dengan klepon? Itulah minuman pertama Street Boba di Tunjungan--bisnis baru Jovi Adhiguna--yang saya cicipi.

Hokkaido Choco, Street Boba minuman kekinian

Saya memasuki Kafe Street Boba di Jalan Tunjungan Surabaya, sebuah jalan paling terkenal di kota Pahlawan. Tak hanya karena sejarahnya sebagai saksi bisu peristiwa perobekan bendera di Hotel Majapahit, namun juga kerap didendangkan: Rek, ayo Rek, mlaku-mlaku nang Tunjungan....

Tak sulit menemukan kafe ini lantaran letaknya begitu strategis. Dekorasi interiornya dominan warna biru dan kuning, dengan pelang nama Street Boba berwarna merah. Saat masuk, saya disambut Bobita, maskot Street Boba. Makhluk berwarna biru kuning dengan kepala bulat, sepasang mata mirip tanda koma yang dibalik menyerupai mata sipit yang ceria, serta mulut yang tertawa. Kedua tangannya terangkat ke atas. 


minuman kekinian minuman boba Street Boba
Maskot Bobita menyambut di depan
kafe Street Boba Surabaya. Foto: Nieke
Di depan kafe, influencer Jovi Adhiguna sedang melayani permintaan foto dari para wartawan. "Hadap sini, Kak Jovi," mereka berteriak.

Dengan luwes Jovi bergerak menghadap kamera sambil bergaya. Hari itu ia mengenakan gaun terusan panjang berwarna biru, yang membelah hingga lutut, serta sepatu high heels. Usai berfoto, Jovi diajak foto bersama yang memotret, hehehe.

Kamu pasti sudah tahu kedai kopi Lain Hati. Nah, Street Boba ini adiknya, yang bermain di minuman kekinian boba. Keduanya berada di bawah naungan Nikmat Group. Di Jakarta, Street Boba hadir di Rawamangun, Ampera Raya Kemang, serta Bekasi. Sejak Jumat 6 Maret 2020, Street Boba buka gerai di Jalan Tunjungan Surabaya. Lokasinya di sebelah toko oleh-oleh dan di seberang toko sepatu Bata dan Hotel Majapahit yang legendaris (dan ssst... punya satu kamar yang harganya Rp 30 juta semalam).

Nah, yang unik dari Street Boba adalah seluruh minumannya memiliki nama jalan-jalan besar dan terkenal di Jepang. Shibuya Fresh Milk, Harajuku Milk Tea, Namba Kawaiipon, Hokkaido Choco, Tokyo Locama, Osaka Saida, dan Kyoto Tiramioishii. 

Dari ketujuh menu minuman kekinian ini, yang mana hayooo, minuman boba dengan klepon yang saya coba? Bisa tebak?

3…

2…

1…

Namba Kawaiipon jawabannya. Minuman ini mengandung susu segar, boba, gula coklat atau brown sugar (gula pasir yang diberi molasses atau gula tetes tebu), dan klepon. Unik ya?

Omong-omong soal minuman Street Boba dengan klepon bernama Namba Kawaiipon ini, saya tentu saja penasaran asal muasal idenya. Soalnya, sewaktu membaca menu di kafe ini, seluruhnya bernama jalan-jalan terkenal di Jepang. Lha ini kok ada jajan tradisional ndeso kesukaan saya, klepon, bisa masuk di kafe ini?

Beruntung, saat pembukaan kafe minuman kekinian ini, Jovi Adhiguna sebagai rekan bisnisnya Nikmat Group di bisnis kafe Street Boba, menjelaskan kepada saya. 

"Konsepnya memang Jepang banget, tapi kami juga enggak mau melupakan Indonesia. Jadi kami menciptakan sesuatu yang kayak gitu, memakai klepon," tuturnya di kafe Street Boba Jalan Tunjungan, Surabaya, Jumat 6 Maret 2020.

Jovi berujar, nantinya Street Boba akan menghadirkan menu baru yang juga mengandung unsur Indonesia. "Tungguin aja ya," ucapnya.

Bukan boba dengan klepon saja yang saya cicipi. Dua lainnya: Shibuya Fresh Milk yakni gula coklat/brown sugar, boba, serta susu segar dengan macchiato; dan Tokyo Locama yakni gula coklat, boba, serta susu segar dengan biscoff. Biscoff itu biscuit caramel. Minuman lainnya yang juga mengandung biscuit adalah Kyoto Tiramioishii yakni tiramisu, susu segar dengan biskuit Regal. 


Street Boba Tunjungan Surabaya
Saat pembukaan kafe Street Boba di Jalan Tunjungan, Jovi Adhiguna
meracik Shibuya Fresh Milk di hadapan para pengunjung. Foto: Nieke

Shibuya Fresh Milk cocok buat orang yang tidak suka dengan yang manis. Takarannya pas dan tidak eneg. Demen banget. Saya juga kesengsem sama Tokyo Locama soalnya ada biskuitnya.

Penasaran dengan varian Street Boba lainnya? Harajuku Milk Tea terdiri dari gula coklat/brown sugar, boba, susu segar yang dipadu teh susu; Hokkaido Choco yakni gula coklat/brown sugar, boba, susu segar dengan cokelat. Kalau ingin minuman dengan sensasi rasa buah yang segar, kamu bisa mencicip Osaka Saida yakni strawberry, soda dengan jelly anggur alias grape jelly. Ini cocok diminum kalau habis beraktivitas di luar dengan suasana yang gerah dan panas.

Harga minumannya antara Rp 24 ribu hingga Rp 27 ribu per gelas. Ohya, sambil ngeboba cantik, kedai Street Boba juga menyediakan camilan donat yang harganya hanya Rp 8 ribu per buah.

Street Boba adalah bisnis franchise atau waralaba Indonesia
Suasana kafe Street Boba di Jalan Tunjungan Surabaya.
Foto: Nieke

Street Boba punya 7 varian menu minuman kekinian boba
Menu minuman Street Boba. Foto: Nieke

Di acara pembukaan kafe Street Boba di Jalan Tunjungan Surabaya, selain influencer Jovi Adhiguna, hadir juga Vice President of Marketing Nikmat Group, Deo Cardi. Rupanya, Jovi tidak hanya datang ke Surabaya sebagai influencer, tapi sebagai rekan bisnis Nikmat Group di produk minuman Street Boba. Jovi bercerita, ia tidak terlalu suka minum kopi, namun suka minum minuman yang manis. Maka ketika diajak bisnis bersama di minuman Street Boba, ia mengiyakan. (Baca petikan obrolan dengan Jovi Adhiguna di bawah)

Kafe Street Boba yang berlokasi di Rawamangun Jakarta bahkan didesain sesuai keinginannya, yakni dominan warna merah muda. Sementara gerai Street Boba di Kemang Jakarta dan Jalan Tunjungan Surabaya berkonsep warna biru dan kuning. 

“Nantinya seluruh kafe Street Boba akan berkonsep warna biru dan kuning, hanya yang di Rawamangun yang berbeda,” ucap Jovi Adhiguna.

Apa Beda Street Boba dengan Boba Lainnya?

Street Boba Tunjungan Surabaya
Street Boba punya 7 pilihan minuman boba dengan nama ala Jepang.
Foto: Nieke
Nah ini dia, kehadiran Street Boba menyeruak di antara minuman boba lainnya yang sudah ada terlebih dulu. Menjawab pertanyaan tersebut, Jovi mengatakan menu Street Boba sangat unik karena menggunakan nama-nama jalan terkenal di Jepang. Lantaran itu, ucap dia, kafe Street Boba ini tidak terletak di dalam mal atau pusat perbelanjaan seperti yang lainnya.

“Sesuai namanya Street Boba ya terletak di pinggir jalan besar atau utama,” kata Jovi. Tujuannya, supaya lebih mudah dijangkau.

Belum lagi penetapan harga menunya, ia berharap bisa diterima segmen pelajar. Itu pula sebabnya di Surabaya, Street Boba memilih Jalan Tunjungan yang merupakan jalan utama sekaligus legendaris. Pemilihan warna biru dan kuning juga berhubungan dengan ciri khas rambu-rambu jalan. Tidak heran, kalau di dalam kafenya pengunjung akan menemukan tanda rambu-rambu dan marka jalan.

Kabar gembiranya, Street Boba sedang menyiapkan menu baru yang diharapkan bisa diluncurkan saat memasuki masa Ramadhan mendatang. Menu baru itu, menurut Jovi, punya cita rasa khas Indonesia. Jadi penasaran ya?


Jovi Adhiguna di depan Street Boba Tunjungan Surabaya
Jovi Adhiguna bersama saya di depan
kafe Street Boba Jalan Tunjungan Surabaya.
Foto: Nieke
Berikut petikan obrolan dengan Jovi Adhiguna (J) selaku rekan bisnis dan Deo Cardi (D), VP of Marketing Nikmat Group soal bisnis kafe Street Boba.

Sudah punya berapa gerai Street Boba?

J: Yang pertama di Ampera, kedua Rawamangun, ketiga Bekasi dan keempat di Surabaya

Sampai akhir tahun mau rencana buka berapa gerai?

J: Rencana sih sampai 100, semoga bisa lebih. Minta bantuan doanya.

Kenapa Jovi memilih bisnis minuman boba, bukankah kopi juga lagi ngehits?

J: Kalau aku pribadi karena aku enggak selalu minum kopi, aku sukanya minuman dan makanan manis. Jadi pas banget ketemu partner yang pas mau bikin boba pada saat itu. 

Aku kan penikmat boba, terus kenapa enggak melakukan yang kita suka gitu. Lagian, orang selama ini ngeliat aku, ah Jovi itu pasti ngeluarin make up, baju, tapi kalau boba kan benar-benar aneh. Nah makanya aku mau mengeluarkan sesuatu yang berbeda aja.

Sekarang persaingan minuman boba ketat, banyak brand-brand lain yang juga mengeluarkan boba. Seoptimistis apa Jovi di bisnis ini?

J: Penjualannya saja ini di luar ekspektasi lho, makanya aku benar-benar optimistis. 

D: Rata-rata 500-1500 gelas per toko per hari penjualannya.

J: Kemarin pas lagi banjir Jakarta, anehnya penjualannya kami malah yang tertinggi. Itu di luar ekspektasi. Makanya aku percaya.  Sampai sekarang orang-orang malah kirimi aku pesan di Instagram minta agar aku buka toko di lokasi dekat mereka. Aku tahu banget antusias mereka luar biasa.


Jovi Adhiguna di depan Street Boba Surabaya
Jovi Adhiguna di Street Boba
Tunjungan Surabaya.
Foto: Nieke
Bagaimana dengan konsep kafe Street Boba dan menunya?

J: Ada 7 menu minuman, ditambah donat. Tidak menutup kemungkinan kami akan meluncurkan menu baru makanan-makanan kecil. Apalagi kami konsepnya kafe, jadi enaknya nongkrong sambil makan makanan kecil. Biar mereka bisa nongkrong lama dan mengerjakan tugas.

Ini menu-menunya yang bikin Jovi sendiri?

J: Kami punya ide begini-begini dan ada ahlinya di bidang itu. Setelah itu dibuat, lalu dites aku dan teman-teman aku sepuluh orang. Misalnya, ada yang aku enggak suka, tapi sembilan lainnya bilang enak banget. Eh beneran jadi best seller. Jadi diuji bersama terlebih dulu sebelum diluncurkan.

Kalau menu favorit Jovi apa?

J: Favorit aku Shibuya Fresh Milk dan Osaka Saida, rasanya enak banget kalau habis turun dari bus atau ojek pas cuacanya panas. Sama satu lagi Tokyo Locama. Itu favorit aku.




Kafe Street Boba
Jalan Tunjungan nomor 82, Surabaya
Minggu-Jumat buka pukul 9 pagi - 10 malam

Sabtu buka pukul 9 pagi - 11 malam
Bisa dipesan dengan ojek online 

(Nieke Indrietta)

Bacaan soal kuliner dan traveling lainnya, bisa klik di sini

10 komentar:

  1. Di Rawamangun???? OMG padahal aku tinggal daerah sana dan belum tahu street Boba iniiii :D. Hrs aku cariiiii. Kopi lain hati ada Deket kantorku di manggadua mba, pernah pesen juga, baru tau kalo street Boba msh terbilang adiknya. Penasaran yg klepon, pgn tau kayak apa klepon yg lembut2 di jadiin minuman Boba :D

    BalasHapus
  2. Gimana rasanya ya , pengen coba ??penasaran apa bedanya dengan boba boba yang lain tapi apa daya jauh banget ya surabaya Bekasi😊

    BalasHapus
  3. Minuman favorit banget jadi penasaran campur dengan klepon makan favoritku hehe semoga sukses

    BalasHapus
  4. Waah sudah beradik ya Kopi Lain Hati ... kreatif.
    Saya penasaran dengan Hokkaido Choco dari Street Boba. Tapi belum ada sepertinya di kota saya.

    BalasHapus
  5. Saya belum pernah mencicipi minuman boba. Sebenarnya penasaran juga sih bagaimana rasanya minuman tersebut. Tapi saya lebih penasaran lagi dengan minuman boba yang dicampur klepon. Keren nih yang punya ide mencampurkan boba dengan klepon. Bener-bener bikin saya penasaran dengan rasanya. Nanti kalau ke Surabaya saya mau coba juga minuman yang unik ini.

    BalasHapus
  6. Kreatif banget ya.. boba dipadu dengan klepon.. fusion makanan sekarang memang sedang nge trend dan menjadi menu yang luar biasa.. dari foto boba yang dilihat saya masih belum fokus.. di manakah letak kelepon itu berada?

    BalasHapus
  7. Waha Bekasi ada niy bisa coba tar ke sana kalau udah balik ke Bekasi. Unik ya nama2 minumannya jalan2 di Jepang, aku jadi kangen Jepang deh. Sekarang boba kayaknya memang sama hitnya dengan kopi ya Mba Nieke, potensial buat dicoba buat usaha

    BalasHapus
  8. Setuju sama pilihan Kak Jovi. Mending bisnis minuman yang kita sukai daripada ikut-ikutan jual sesuatu yang sebenarnya gak begitu disuka. Jadi passionnya kurang bisnisnya nanti gak akan maksimal.

    BalasHapus
  9. Lucu banget namanya dari kawaiipon jadi klepon wkwk, konsepnya boleh juga tuh biar kue klepon terangkat kembali jadi jajanan yang bisa diblend ya mba, coba gerainya buka di Sumatera juga ya :D

    BalasHapus
  10. Woooow bobanya melimpaaaah. Baru tahu kalau ada kedainya di Jl Tunjungan Surabaya. Kapan-kapan mampir ah kalau pas ke Surabaya..

    BalasHapus

Hi... terima kasih sudah mampir dan membaca blog saya. Terima kasih pula untuk sudah berkomentar dengan sopan, tidak meninggalkan spam dan tidak menggunakan LINK HIDUP di kolom komen. Untuk setiap komentar, saya upayakan kunjungan balik ke blog Anda untuk menjaga tali silaturahmi.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sebaiknya tidak gunakan akun anonim.

Salam.