Menu

Percik Kata Nieke

Selasa, 15 Juni 2010

Hujan : Sebuah Musikal





Akhirnya laskar air dari Langit tiba.
Berderap di atas aspal dan atap.
Terbang bersama udara.
Luruh bersama tanah.

Langit menabuh genderang.
Laskar air makin kencang menerjang.
Bumi kuyu terdiam.
Mengisi relung-relung yang gersang.

Angin menerbangkan embun kristal bening.
Butir demi butir dalam hening.
Bumi senyap dalam tarian gemerincing.
Sst... dengarkan suaranya yang seperti piano berdenting.

Jakarta, 15 Juni 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hi... terima kasih sudah mampir dan membaca blog saya. Terima kasih pula untuk sudah berkomentar dengan sopan, tidak meninggalkan spam dan tidak menggunakan LINK HIDUP di kolom komen. Untuk setiap komentar, saya upayakan kunjungan balik ke blog Anda untuk menjaga tali silaturahmi.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sebaiknya tidak gunakan akun anonim.

Salam.