Menu

Percik Kata Nieke

Kamis, 28 Oktober 2021

Kuliner khas Korea di Surabaya: Review Oppa Corndog

Dasar lidah Jawa. Saat menjajal corndog, makanan khas Korea, saya malah terkenang dengan roti goreng. Ini pengalaman pertama saya makan corndog.

corndog makanan khas Korea
Corndog Double Full Mozarells dan Corndog Cheddar Full Mozarella 
dari Oppa Corndog. Foto: @katanieke


Bukan lantaran bermimpi Song Joongki saya membeli makanan khas Korea, corndog. Makanan yang populer setelah wara-wiri di drama Korea Start Up yang tayang tahun lalu ini memang populer di Indonesia sejak awal tahun.

Sedikit flash back, corndog ini muncul di Start Up sebagai makanan yang dijual Nenek Seo Dalmi. Neneknya Dalmi pemilik toko yang menjual jajanan khas Korea tersebut. Buat yang bukan penggemar drakor, kali aja penasaran, nonton aja episode pertamanya. Ada adegan Han Jipyeong (Kim Seonho) mampir ke kedai Nenek Dalmi untuk beli corndog. 


Baca juga:

Cyrano de Bergerac dan Han Jipyeong: Dari Drama Prancis ke Drama Korea 


Di Surabaya, tidak sedikit yang menjajakan corndog. Tapi melihat harganya sekitar Rp 20 ribu hanya untuk sebuah camilan, kok saya eman-eman ya. Saya awalnya berasumsi makanan khas Korea  itu semacam sosis yang dibungkus dengan tepung roti panir dan tepung jagung kasar, serta ukurannya kecil. 

Lantas apa hubungannya sama Song Joongki? Song Joongki kan tidak pernah beradegan makan corndog di film dan drakornya. Hmmm, cerita apa enggak ya. Jadi, beberapa waktu lalu, tetiba Song Joongki muncul di mimpi saya. Genrenya laga itu,  mimpi saya. Bersama gengnya, dia hendak menyelamatkan saya dari marabahaya. Saya terbangun dan menyadari, duh, baru sekali ini lho saya mimpi bintang Korea. Padahal jadi penggemar drakor sudah bertahun-tahun. 

Kembali ke corndog. Lalu kenapa tetiba saya memutuskan menjajal beli dan icip-icip corndog? Simpel itu mah. Lagi diskon. Mata saya lagi jelalatan kalau melihat kata promo. Apalagi setelah dilihat-lihat promonya sampai setengah harga. Mana tahaaaannn.... Ibarat sel lapar dalam drakor Yumi's Cell--drama terbaru Kim Go Eun, seperti ada yang meronta-ronta. Beli, beli, beliiii. Makan, makan, makaaaan.

Seperti biasa, saya tahu ada promo itu dari salah satu aplikasi pesan makanan. Tahulah ya aplikasi apa, enggak usah saya sebut ah. Nanti enggak saya dikirimi DM, terus ditanya, Mbak, itu endorse si Anu atau makanannya? Ya syukurlah kalau nanti-nanti, si perusahaan Anu itu kemudian baca tulisan-tulisan blog saya terus tertarik endorse. (Haleluya, amin).


Promo di Oppa Corndog Surabaya lewat pembelian di GrabFood
Beli dua corndog serasa bayar satu corndog
di Oppa Corndog, karena ada promo. Foto: @katanieke


Lantaran sel lapar dalam diri saya terus merajuk, ya sudah akhirnya saya berselancar di aplikasi pesan makanan itu. Dengan tujuan, mencari tempat yang pas dan sekiranya enak untuk makan corndog. Biar makan-makan enggak berujung getun (getun, bahasa Jawa yang artinya penyesalan). Daaaan, saya menemukan Oppa Corndog dengan tawaran menggiurkan diskon setengah harga. Bayangkan, pesan dua corndog, bayar satu harga saja. Gimana enggak ngiler (ngiler, bahasa Jawa yang artinya meneteskan air liur)?


Corndog, kuliner khas Korea
Corndog Double Full Mozarells dan Corndog Cheddar Full Mozarella 
dari Oppa Corndog. Corndog yang citarasanya gurih. Foto: @katanieke

Oppa Corndog mempunyai berbagai aneka corndog, dari yang rasa gurih hingga rasa manis. Tadinya saya hendak memesan yang manis, seperti corndog yang dibalut lelehan tiramisu, greentea, taro, capucinno. Lalu teringat, sepertinya yang corndog dalam drakor Start Up itu yang citarasanya gurih. Saya pun beralih ke jajaran menu  aneka  Oppa Corndog yang disajikan gurih. 

Saya memesan corndog full mozarella dan corndog double mozarella. Duh, di benak saya sudah terbayang keju mozarella. Nyam, nyam, nyam. Begitu membaca harga akhir sudah termasuk ongkos kirim sekitar Rp 21.000, langsung saja saya ketuk 'PESAN'. Kapan lagi dapat dua corndog yang harganya Rp 20 ribuan dengan harga segitu? 

Sekitar 30 menit kemudian, makanan khas Korea pesanan saya datang. Uhuuuuy, sudah lama saya enggak berpetualang kuliner khas Korea. Melihat corndog pesanan saya, asumsi saya soal ukuran corndog itu kecil, patah sudah. Panjang Oppa Corndog sekitar 20 senti (cm) dengan diameter sekitar 5-7 senti. Tampilannya menggiurkan.

Sepintas jajanan khas Korea bernama corndog ini mengingatkan saya pada roti goreng yang biasa saya beli di toko langganan saya di Pasar Atum Surabaya. Pasar Atum adalah salah satu pasar legendaris dan tertua di Surabaya. 

Warnanya yang kecoklatan, tekstur kulit tepungnya, serta bentuk fisiknya yang padat berisi. Di kemasannya tertulis, rekomendasi untuk memakannya 40 menit setelah diproses. Lebih dari itu, sebaiknya dihangatkan di microwave. 

Bedanya dengan roti goreng, corndog mengandung keju mozarella dan ditusuk dengan sunduk seperti tusuk sate. Roti goreng biasanya tidak diisi bagian dalamnya. Roti goreng ada yang citarasa manis karena gula pada kulit luarnya, bukan hasil dari baluran saus semacam greentea, tiramisu, dan sebagainya. 


Corndog Double Full Mozarells dan Corndog Cheddar Full Mozarella
Corndog dari Oppa Corndog, makanan khas Korea.
Foto: @katanieke


Saya gigit corndog full mozarella. Renyah dan gurih. Dan ya ampuuun, kejunya itu lho, melimpah. Benar-benar worth it alias ono rego ono rupo (bahasa Jawa, yang artinya ada harga ada jaminan) alias pantaslah harganya segitu. Sesuai sama kualitas dan rasa makanannya. Saya coba cocol Oppa corndog dengan saus dari kemasannya. Ada saus sambal dan mayonaise. 

Buat orang yang bukan pencinta makanan pedas, saus itu terasa pedas buat saya. Mungkin buat yang memang doyan cabe, level pedasnya standar kali ya. Mengalihkan pedas yang membuat lidah saya hu-ha-hu-ha, saya cocol lagi Oppa Corndog ke saus mayonaise. Fiuh. Corndog dibalur saus mayonaise, enak!  Apalagi ketika rasa mayonaise itu berpadu dengan keju mozarellanya. Hmmm.... 

Satu corndog itu sudah membuat perut saya kenyang. Saya simpan corndog satunya ke dalam kulkas. Niatnya, dimakan menjelang buat sarapan esok harinya. Lantaran tak punya microwave, saya hangatkan dengan panci teflon tanpa menggunakan minyak. Hasilnya tidak mengecewakan. Gilaaa, corndognya tetap empuk. Corndog memang paling enak disantap selagi hangat.




Pengalaman pertama saya makan corndog tidak berujung getun. Syukurlah. Saya jadi ingin mencicip corndog dengan citarasa manis. Tentu saja, sambil menonton drama Korea. Sudah beberapa bulan ini saya absen nonton drakor soalnya. 

Omong-omong, saat saya berselancar di dunia maya mencari tahu soal jajanan Korea corndog ini, ternyata saya menemukan fakta mencengangkan. Oh waaw! Ternyata corndog aslinya berasal dari negara Abang Sam alias Amerika Serikat. Di Korea, makanan ini divariasi dengan bahan-bahan makanan lain dan menjadi populer.

Ada yang sudah pernah mencoba makan corndog? 


Salam. 

Kata Nieke

@katanieke_blog


Tulisan saya lainnya:

Bercermin dari Kasus Bullying Korea Selatan

31 komentar:

  1. Waduh.. itu pas difoto kok jadi keliatan gueeedi banget ya corndognya, wkwkwkw. Saya malah baru tahu kalau ini namanya corndog. Sambil komen, saya perlihatkan ke isteri, lalu isteri bilang begini : "lhoo.. kan itu aku sering bikin!".

    Waaah.. emang enak kok, ternyata saya sering makan, tapi gak tau namanya, hahaha.

    BalasHapus
  2. Mencoba makanan daerah atau negara lain memang selalu seru. Di samping mencoba rasa baru di lidah, mencoba makanan baru juga berarti kita belajar terhadap budaya mereka. Btw baru tahu kalau di Surabaya sudah ada corndog yang serius, biasanya cuma abal2 dan ngikutin trend aja.

    BalasHapus
  3. Cung! saya belom pernah nyobain corndog mpe sekarang hehe. sempet penasaran sih pengen coba tapi ga tau kenapa liat ukurannya saya jadi berasa kenyang duluan hihi

    BalasHapus
  4. Aku pernah juga mencoba corndog ini. Kayaknya sudah jadi menu umum di banyak resto di berbagai daerah. Dan aku juga suka mikir dua kali untuk belinya cemilan seharga 20ribuan ini. Kecuali ada promo. Hehe

    BalasHapus
  5. Aku sih belum nyoba Mb Nieke. Btw, kayaknya bukan cuma mb nike yang melotot kalau lihat saat promo, diskon. Aku juga gitu.hehe, kalau bisa hemat kenapa harus bayar normal. Ya kan mb

    BalasHapus
  6. Kayaknya dari semua cemilan atau jajanan pasar Korea, yang belum saya coba itu corndog. Iya, bentuknya kayak roti goreng Indonesia.

    Wah, kalau ada diskon kayak gitu, kayaknya saya juga kalap pesen.

    Sama banget mba, saya setelah nonton Yumi's Cell, sekarang suka mikir kondisi atau tingkah laku sel saya kayak apa. wkwk.

    BalasHapus
  7. Aku mupeng corndog gegara Han Ji Pyeong bolak/i makan di tokonya Halmeoni.
    Tapi sampe detik ini, ku blm.pernah coba sih mba. Membaca deskripsi corndog d postingan ini, rasanya buru² pengin order via Ojek onlen!

    BalasHapus
  8. Yaoloh sering liat kue itu.eh ternyata namanya corndog toh .Hmmmm jadi pengen cobaon juga.
    Dona

    BalasHapus
  9. Wah makanan Korean kesukaan ku juga kak. Emang bener sih, harganya kalau buat camilan sebesar 20ribu, Eman Eman yo. Taoi boleh lah sesekali menikmati apalagi sambil nonton Drakor. Mantap deh

    BalasHapus
  10. Kalau aku suka pedas mba, tapi karena lidah Indo masih banyak pertimbangan makan makanan khas Korea. Hehehe tapi ini kayaknya enak, jadi pengen coba..

    BalasHapus
  11. Yaampuuuun aku baca corndog kukira, corn: jagung, dog: anjing lo, Mbak Nieke, hahahaha. Ternyata sama sekali gak ada bahan itu ya. Anyway wis gak getun lagi kan, Mbak Nieke sudah mencicipi corndog to? ahaaaay

    BalasHapus
  12. duh kebayang banget itu, diameter 5-6 tu pasti gede banget ya. pasti bikin kenyang nih. jadi pengen jajan

    BalasHapus
  13. Saya belum pernah nyobain corndog begini, awalnya saya pikir seperti hotdog kentang sosis begitu, ternyata sosis dicampur dengan tepung panir.
    kalau bikin kenyang sih 20k menurut saya standar aja tapi jangan keseringan juga, wkwkw. apalagi kalau mbaknya dpt diskon, 2 corndog cuma 20 ribuan, wkwkwk


    BalasHapus
  14. Wahh gedhe banget, ya mbak. Worth it benerlah dengan harga segitu.
    Mbak,kantor saya di Klampis. Boleh dibisikin kah nama toko penjualnya. sapa tahu pas promo juga, hehe.

    BalasHapus
  15. kupikir corndog ini bahannya jagung lho, mbak. ternyata tepung juga dilapis tepung panir. hihi. aku belum pernah nyoba sih tapi ada teman yang pernah bikin

    BalasHapus
  16. Gede banget pasti kenyang menyantap satu juga. Senang ya sekarang kuliner khas manapun bisa kita dapatkan dengan mudah. Malah bisa jadi ladang bisnis kita juga

    BalasHapus
  17. di Jakarta juga ada, aku pernah dliat di gofood. duh jadi pengen coba mbak nieke, aku pernah maakn corndog sekali rasanya kayaa..roti goreng isi sosis yg ditusuk hihi. paling enak sensasinya mozarela itu sihhh

    BalasHapus
  18. Meskipun lidah saya kuno bin kolot, saya pengen mencicipi corndog. Sayang di Jambi sini saya belum menemuinya. Selamat pagi menjelang siang, Say. Ulasanmu sangat informatif dan keren

    BalasHapus
  19. aku senang mencoba kuliner khas Korea
    termasuk corn dog ini
    tapi ternyata pas nyoba, nggak seberapa suka
    hihihi
    tapi anak anakku sih doyan banget

    BalasHapus
  20. Duuuh kebayang kejunya, Mbak, so yummyyyyyy

    BalasHapus
  21. ini makan satu aja kenyaaaangggg udahan. pengen jg nyobain corndog asli, kalau ingat corndog pasti ingat Han Ji Pyeong, aaakkk..

    BalasHapus
  22. Saya pernah bikin sendiri corndog gtu tapi gagal. Wkwk, susah bener padahal udah ikutin tutorial youtube. Emang paling bener beli aja deh di Oppa Corndog ya..

    BalasHapus
  23. saya juga sdh pernah nyoba oppa corndog. enak bgt. rekomen deh

    BalasHapus
  24. Hihi...iyaya, aku kok gak kepikiran kalau corn dog ini roti goreng?
    Aku ingetnya roti sobek #eh hahhaha..
    Aku biasanya juga malas menghangatkan, etapi kak Nieke gak malas diink.. Aku langsung makan aja gitu..

    Beneran tetep enak.
    Jadi kepikiran bikin sendiri gak nih?
    Atau nunggu diskonan lagi?

    BalasHapus
  25. Pernah makan ini mbak, kalau saya kurang suka, hehe. Saya lebih suka tteoppokki dibandingkan corn dog. Yang suka corn dog anak-anak...

    BalasHapus
  26. Sekilas di jalanan pernah baca nama menu ini dijual. Ternyata dari membaca ini bisa membayangkan penampakan corndog. Hehe

    BalasHapus
  27. Wah, diskonnya lumayan banget. Jadi kayak beli 1 dapat 2 ya mbak. Belum pernah nyobain corn dog. Hmm rasanya mirip roti goreng gitu ya?

    BalasHapus
  28. Belum pernah ke korea dan tidak begitu tergila gila dengan drakor tapi corn dog ini kmrn sempet beli online ternyata enakk

    BalasHapus
  29. Wah saya pecinta keju nih,wajib coba ini. Tapi harganya cukup mahal ya untuk sebuah cemilan. Nanti mau beli juga kalau ada diskon hehe...

    BalasHapus
  30. Mba kita kok samaan sih aku kadang beli cemilan harga segitu kok Yo Eman eman, Wkwkw. Tapi namanya kayak udha kepengeenn banget ya aku akhirnya beli sih drpd ga keturutan

    BalasHapus
  31. Wah keren angle fotonya. Jd berasa raksasa corndognya. Sy baru tau klo jajanan hits ini khas Korea 🤭

    BalasHapus

Hi... terima kasih sudah mampir dan membaca blog saya. Terima kasih pula untuk sudah berkomentar dengan sopan, tidak meninggalkan spam dan tidak menggunakan LINK HIDUP di kolom komen. Untuk setiap komentar, saya upayakan kunjungan balik ke blog Anda untuk menjaga tali silaturahmi.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sebaiknya tidak gunakan akun anonim.

Salam.