Menu

Percik Kata Nieke

Rabu, 16 Desember 2020

Drakor Start Up vs WWW: Lebih Greget Mana Menurutmu

Drakor Start Up dan WWW sama-sama berlatar dunia industri digital 4.0. Dua drama Korea ini juga memiliki tokoh perempuan yang jadi pemimpin.

Drakor Search WWW versus Start Up
Kiri: drakor Start Up. Kanan: drakor Search: WWW.
Sumber foto: TVN

Dunia fans drakor sedang pecah menjadi kubu-kubuan lantaran drama Korea Start Up yang dibintangi Suzy, Nam Joohyuk, Kim Seonho, dan Kang Hanna. Gegernya serasa pemilu, gaes. Tapi saya tidak hendak membahas soal milih kubu tim Nam Dosan atau tim Han Jipyeong. Lagian dramanya udah tamat. Paling penting, itu cuma drama.

Yuk, kita hindari mengeluarkan komentar toxic. Ada banyak hal menarik yang bisa kita pelajari dari para tokohnya, terlepas dari kisah percintaannya. Betul, enggak?

Prelude terlebih dahulu mengenai masing-masing drakor ini dan tokoh-tokohnya. Dimulai dari yang lagi hangat: Start Up.

Start Up Han Jipyeong Seo Dalmi
Tokoh di Start Up. Kiri ke kanan: Han Jipyeong, Seo Dalmi, Seo Injae, Nam Dosan.
Sumber foto: TVN.
 
Start Up

Drama Korea Start Up memiliki empat tokoh dalam ceritanya. Dua tokoh utama Seo Dalmi yang diperankan Suzy Bae dan Nam Dosan yang diperankan Nam Joohyuk. Dua tokoh pendukung lainnya adalah yang sedang populer yakni Han Jipyeong yang diperankan Kim Seonho dan Seo/Wo Injae yang diperankan Kang Hanna. 

Seo Injae dan Seo Dalmi ini adalah kakak beradik yang orangtuanya bercerai. Seo Injae ikut ibunya yang kemudian menikah lagi dan pindah ke Amerika. Sedangkan Seo Dalmi ikut ayahnya. Di saat ayahnya merintis bisnis start up, mengalami kecelakaan yang menyebabkan ia terluka dan meninggal.

Dalmi lantas tinggal bersama neneknya yang tak tega melihat cucunya kesepian. Sang nenek meminta seorang yatim piatu yang kerap ia tolong dan tampung untuk bertukar surat dengan cucunya Dalmi. Anak yatim piatu itu adalah Han Jipyeong. Han Jipyeong menggunakan nama Nam Dosan dalam surat itu.

Ketika dewasa, Dalmi dan Injae bertemu kembali lantaran sama-sama sedang berusaha bekerja di dunia bisnis start up. Adalah Sandbox, semacam Silicon Valley versi Korea dalam drama tersebut. Di situ, Han Jipyeong menjadi investor sekaligus mentor bagi perusahaan rintisan alias start up. Nam Dosan--yang namanya dipakai dalam surat--memiliki perusahaan bernama Samsan Tech.

Selain kisah perjuangan merintis bisnis, hal menarik dalam drakor Start Up adalah perempuan-perempuan ditampilkan menjadi figur pemimpin. 

Start Up Suzy, Kang Hanna
Kiri ke kanan: Seo Dalmi (Suzy), Seo Injae  (Kang Hanna), Yun Seonhak (Seo Yisuk).
Sumber foto: TVN.

1. Seo Dalmi

Dalmi menjadi CEO dari Samsan Tech, perusahaan milik Nam Dosan.  Dalmi tidak seperti kakaknya yang berpendidikan tinggi. Ia hanya lulusan SMA yang kemudian putus kuliah dan bekerja paruh waktu. Ia bercita-cita punya perusahaan sendiri. Meski hanya lulusan SMA, Dalmi percaya diri dan mau belajar hal-hal baru. Ia tidak takut tantangan.

Dalmi berkarakter ambisius, berani menerima kritikan dan tahan banting. Terbukti Dalmi bisa mendengar segala kritikan dari Han Jipyeong yang menjadi mentornya. Seorang pemimpin yang baik harus bisa menerima masukan dan kritikan, sebab itulah yang membuatnya maju. 

Tugas seorang mentor adalah menyampaikan masukan termasuk kritikan. Itu tidak enak, tapi membuat kita maju. Jadikan itu sebagai motivasi membuat diri lebih baik. Sebab, seorang mentor selalu ingin melihat diri kita lebih baik.

Dari Dalmi, para perempuan bisa belajar untuk terus maju tanpa takut. Meski hanya lulusan SMA, Dalmi tidak merasa minder. Ia memacu dirinya untuk belajar hal-hal baru. Perempuan, apapun dirimu kamu bisa mengejar mimpimu.


2. Won/Seo Injae

Injae CEO dari Injae Company, perusahaan yang ia dirikan sendiri. Sebelumnya Injae juga memimpin di perusahaan milik ayahnya. Kemudian ia merintis perusahaan yang dibina di Sandbox yakni Injae Company. Belakangan, kakak beradik Injae-Dalmi bekerja sama dalam satu perusahaan.

Di awal cerita, jujur saja saya kurang menyukai Injae karena sikapnya yang arogan dan egonya yang tinggi. Namun seiring episode, saya melihat banyak kelebihan dalam diri Injae. Ia tipikal pemimpin yang baik sebenarnya.

Figur Injae menggambarkan seorang perempuan pun bisa memimpin dengan rasional. Ada satu adegan ketika Dalmi menyombongkan dirinya di depan Injae karena baru saja menandatangani kontrak akuisisi dengan jumlah nilai yang besar. Ternyata Injae sudah memperkirakan akuisisi itu adalah kontrak udang di balik batu. Sisi baik Injae, ketika hal yang ia bayangkan terjadi ia tidak menertawakan atau menghina Dalmi. 

Jujur saja, seiring episodenya saya melihat karakter Injae yang makin matang dalam memimpin bisnisnya. Sayangnya, karakter Injae ini tidak banyak mendapat jatah screen time meski ia termasuk female second lead. Padahal menurut saya bakal seru ketika karakter ini disorot lebih banyak. Termasuk hubungan Dalmi-Injae yang kemudian membaik.

Figur Injae ini mengingatkan saya pada satu tokoh pemimpin perempuan di Indonesia, Sri Mulyani. Saat masih bekerja menjadi wartawan, saya berkesempatan beberapa kali liputan di Kementerian Keuangan dan sidang parlemen dengan Kementerian Keuangan. Sri Mulyani adalah figur pemimpin perempuan yang tenang dan rasional. Ia mampu meredam emosi dan membuat keputusan-keputusan.


3. Yun Seonhak 

Yun Seonhak (Seo Yisuk) adalah pendiri Sandbox dan investor yang andal. Di Sandbox, ia tak hanya menjadi pemimpin tapi juga mampu menciptakan ekosistem bagi para start up atau perusahaan rintisan binaannya. Ia mempertemukan perusahaan rintisan binaannya dengan investor-investor dan membimbing mereka sampai bisa mandiri.

Dikisahkan, Yun Seonhak menamai Sandbox atas Silicon Valley-nya Korea lantaran terinspirasi ayah Seo Dalmi dan Seo Injae. Beberapa tahun sebelum Seo Dalmi dan Seo Injae dewasa, ia bertemu dengan ayah mereka. Bahkan, ia nyaris menjadi investor sang ayah. 

Dalam sebuah pertemuan seusai ayah Dalmi dan Injae presentasi rencana bisnisnya, ia bercerita pada Yun Seonhak soal ia menaruh tumpukan pasir di bawah ayunan anaknya agar bila terjatuh tidak sakit. Melalui cerita itu, sang ayah berharap ada sebuah proteksi bagi perusahan rintisan agar bila gagal dan jatuh pebisnis pemula ini tidak lantas sakit, namun bisa bangkit lagi.

Yun Seonhak tidak hanya menjadi pemimpin, pendiri, dan investor di Sandbox. Ia juga menjadi salah satu mentor, seperti halnya Han Jipyeong (Kim Seonho). Malah, Yun Seonhak menjadi atasan dan mentor Han Jipyeong. Yun Seonhak kemudian menjadi mentor bagi Seo Injae. 

Jauh sama sekali dari stereotipe yang biasanya disematkan pada pemimpin perempuan. Pembawaan Yun Seonhak sangat tenang dan jauh dari emosional. Bahkan ia rasional, tegas, memimpin banyak bawahan yang adalah laki-laki.

*

Sekarang, mari beralih ke drama Korea WWW, yang mengangkat persaingan bisnis dunia mesin pencarian di internet di Korea: Unicon dan Barro. Ibaratnya Google, Yahoo, Bing di dunia Korea.


Search: WWW

Drakor ini memiliki tiga tokoh utama perempuan yakni Bae Tami (Im Soo-jung), Cha Hyeon alias Scarlet (Lee Da-hee), dan Song Ga-kyeong (Jeon Hye-jin). Ketiganya adalah figur alpha female, pemimpin perempuan yang tangguh. Karakter para pemimpin perempuan di sini lebih hidup dan mendalam disorot dalam sepanjang episode drama.


Drama Korea Search WWW
Para tokoh di Search WWW. Kiri ke kanan: Bae Tami, Park Morgan, Scarlett, Song Gakyeong.
Sumber foto: TVN.


Apabila drama Korea Start Up menceritakan perusahaan rintisan (start up) denga teknologi industri 4.0, drakor Search: WWW mengisahkan persaingan bisnis antara dua perusahaan mesin pencarian internet yakni Unicon dan Barro. Dua perusahaan ini selalu menjadi yang paling banyak digunakan warga Korea. Berbagai cara dan inovasi dilakukan agar konsumen nyaman dan kebutuhan akan informasi terpenuhi.

Di balik persaingan bisnis itu, ada upaya-upaya yang 'kejam', sikut-sikutan, bahkan konspirasi yang melibatkan politisi dan kebijakan penguasa. Maka, kita tak hanya menyaksikan kiprah tiga pemimpin perempuan tangguh, namun juga masalah politis seperti bagaimana penguasa berusaha menguasai perusahaan yang berpengaruh dalam hal informasi untuk melanggengkan pemerintahannya. Intrik politik, lobi-lobi kotor, dan dampaknya.

Drakor yang tayang di TVN pada 2019 ini dengan bagus juga mengisahkan kehidupan pribadi ketiga tokoh perempuan yang memiliki karakter, latar belakang, dan gaya kepemimpinan yang berbeda. 

Kiri ke kanan: Song Gakyeong, Bae Tami, Scarlett.
Sumber foto: TVN.


1. Bae Tami

Bae Tami berkarakter ambisius, tak suka kekalahan, kompetitif, dan menikmati pekerjaannya di Unicon sebagai bawahan Song Ga-kyeong. Ia menganggap Song Ga-kyeong sebagai senior dan seseorang yang ia kagumi.

Namun sebuah peristiwa terjadi. Song Ga-kyeong menjadikannya kambing hitam atas sebuah insiden yang terjadi di perusahaan. Bae Tami sangat kecewa. Atas kejadian itu, bahkan Bae Tami kehilangan pekerjaannya. Di saat terpuruk, Bae Tami memutuskan bekerja di perusahaan rivalnya yakni Barro.

Namun tak semudah itu. Sebab sebelumnya ia kerap bergesekan dengan Scarlett yang telah bekerja di Barro terlebih dulu sebagai rival dua perusahaan besar. Seiring waktu, mereka mulai menemukan ritme. Dari awalnya seperti Tom and Jerry, keduanya bisa bekerja sama dengan baik. Bahkan, mereka menjadi sahabat.

Sebagai pemimpin, Bae Tami figur yang dingin dan terkesan tanpa perasaan dalam melaksanakan strategi dan kebijakannya. Tak jarang ia berbeda pendapat dengan Scarlett yang lebih humanis dan memiliki empati. Namun, keduanya saling melengkapi.

Dalam kehidupan pribadi, Bae Tami orang yang mengesampingkan masalah pribadinya. Ia menaruh karir sebagai prioritas pertamanya. Di drakor ini, Lee Dong Wuk hadir sebagai cameo, menjadi mantan kekasih Bae Tami. Hubungan mereka ambyar lantaran Bae Tami tak berkomitmen untuk menikahi Lee Dong Wuk. 

Bae Tami bakal 'kena batu'nya saat bertemu dengan Park Mogan (Jang Kiyong), komposer musik untuk produk permainan digital. Lelaki yang usianya terpaut hampir sepuluh tahun lebih muda ini mampu memporakporandakan dunianya. Asmara itu dimulai dari Park Mogan yang mengejarnya terlebih dulu.


2. Cha Hyeon (Scarlett)

Scarlett--diperankan Lee Dahee--merupakan think thank di perusahaan Barro. Apalagi ketika Bae Tami masih bekerja di Unicon, mereka sering head to head alias terlibat persaingan keras dalam strategi memajukan perusahaan masing-masing.

Scarlett sebenarnya juga mengenal Song Gakyeong, meski keduanya bekerja di perusahaan yang saling berkompetisi. Scarlett sangat mengagumi Gakyeong sebagai senior semasa sekolah dan pertemanan itu berlanjut hingga bekerja. 

Sebagai pemimpin, Scarlett memiliki karakter berpendirian keras tanpa kompromi. Sekali ia memutuskan sesuatu, ia akan mempertahankannya. Ia memiliki kepribadian yang hangat, empati, dan setia kawan. Jangan mengganggu gugat apa yang ia sayangi. Kalau sudah ngamuk, wow, Scarlett bisa bertindak 'brutal'. Siapapun akan ia lawan.

Kesukaannya adalah nonton drama Korea (seperti kita yaaaa, hehehe). Dari menonton drama itulah, ia kemudian bertemu dengan aktor favoritnya yang diperankan Lee Jaewuk. Figur Scarlett menggambarkan perempuan bisa menjadi pemimpin yang seperti ksatria berperang, tapi di sisi lain adalah perempuan yang lemah lembut dan hangat.


Song Gakyeong

Song Gakyeong (Jeon Hyejin) adalah direktur perusahaan Unicon. Ia bersahabat dengan Bae Tami, sekaligus dekat dengan Scarlett--sahabatnya sejak SMA--yang bekerja di perusahaan kompetitor.

Karakter Gakyeong adalah paling penuh kompleksitas menurut saya. Ia menjadi pucuk pimpinan perusahaan lantaran mertuanya sangat menyukainya. Pernikahan Gakyeong dengan suaminya adalah perjodohan. Ayah Gakyeong berutang besar pada mertuanya. Sebagai pelunasan utang, Gakyeong yang murid cerdas sejak sekolah diminta menikahi  Oh Jinwu, sang anak. Gakyeong tidak pernah mencintai suaminya. Pernikahan mereka selama bertahun-tahun merupakan hubungan yang dingin.

Gakyeong aslinya memiliki karakter mirip Scarlett. Ia sangat idealis, cerdas, penuh kebaikan, dan empati. Semuanya berubah ketika ia memasuki pernikahan yang ia tidak kehendaki. Saat ia dikendalikan mertuanya baik dalam kebijakan perusahaan maupun kehidupan pribadi.

Hal itu pula yang membuat Gakyeong terpaksa memberhentikan Bae Tami dari perusahaannya. Bae Tami tak mengetahui hal itu. Gakyeong memecatnya karena berada dalam bawah tekanan mertua. Ketika akhirnya Bae Tami pindah ke perusahaan kompetitor, hubungan mereka yang semula sahabat berubah seperti medan perang. Apalagi Bae Tami terluka merasa dikhianati dan ditikam dari belakang.

Menjelang beberapa episode terakhir, Song Gakyeong mulai menemukan dirinya sendiri yang hilang. Ia berusaha menggenggam kembali jati dirinya, dari seseorang yang berbuat apa saja untuk menang, menjadi seseorang yang masih memiliki sisi humanis. 

Di saat yang sama, Unicon dikuasai oleh politisi penguasa dan melakukan manipulasi informasi. Song Gakyeong harus memutuskan, apakah ia akan mendengarkan hati nuraninya dan harus kehilangan posisinya di perusahaan, atau tetap menjadi seseorang yang dingin, seperti robot, namun tetap berkuasa dengan menjalankan politik bisnis yang kotor.


Start Up versus Search: WWW

Sejujurnya, sulit apabila saya harus dihadapkan pada pilihan ini. Keduanya merupakan drama Korea favorit saya. Keduanya juga menampilkan cerita yang bagus dengan problematika masing-masing. 

Start Up lebih menceritakan perjuangan dan problem pebisnis pemula dalam membangun perusahaan rintisan atau istilah bisnisnya Start Up. Namun setengah dari total episodenya lebih banyak menyorot kehidupan percintaan. Tarik ulur kisah cinta yang mengambang ini baru ketahuan jawabnya di episode 15--menurut saya terlalu bertele-tele. Untuk penonton drakor yang menyukai kisah romansa mungkin lebih menikmati tarik ulur ini ketimbang saya.

Dari sisi figur pemimpin perempuan di Drakor Start Up, cerita tak banyak memberikan porsi pada tiga figur yang saya bahas di atas secara mendalam. Apalagi Seo Injae, screen timenya sedikit. Patut disayangkan. Dalam kehidupan nyata, saya sepakat dengan tayangan vlog Merry Riana bahwa investor bakal lebih suka figur pemimpin seperti Seo Injae sebenarnya.    

Sementara itu, Search: WWW lebih banyak membahas persaingan bisnis, politik bisnis yang kotor, dan konspirasi politik. Saya harus acungi jempol, drama ini bisa membagi porsi berimbang antara konflik bisnis dan politik dengan kehidupan pribadi para tokoh utamanya. Untuk tipe penonton yang lebih menyukai intrik, mungkin akan lebih menikmati Search: WWW. Drakor ini seperti membongkar sisi kelam bisnis informasi internet.

Jadi, kalau kamu sudah menonton kedua drama Korea ini, mana yang lebih greget menurutmu? Enggak perlu bikin tim-timan ya. Hahaha. Toh, ini soal selera dan subyektivitas. Kesukaan tiap orang bisa berbeda, dan itu sah-sah saja.

Selamat menikmati drama kesukaan dan belajar kehidupan darinya!


Salam hangat,

Nieke Indrietta


Tulisan saya lainnya soal film dan drama bisa dinikmati di sini.

44 komentar:

  1. Belom nonton keduanya, tapi kalau liat genrenya sih, kayaknya sama gregetnya hihihi.
    Paling suka ama genre kayak gini, bikin semangat soalnya nggak cuman ngebucin mulu, tapi ilmunya banyak, apalagi dalam membangun bisnis :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, Mbak Rey. Cerita drakor kalau isinya cuma ngebucin melulu, buat aku juga ngebosenin. Biasanya malah aku drop di tengah episode terus enggak nonton lagi. Atau malah ketiduran. Hahaha.

      Hapus
  2. Search WWW ini baguuss lho, tapi kayaknya under-rated banget ya Mba?
    Mungkin orang2 pening kalo disuruh lihat intrik politik, bisnis internet kayak gitu. Apalagi di Search WWW ga ada cerita rebutan ceweq wkwkwkw.
    banyak yg lebih demen cinta segitiga, cowo2 ganteng pd rebutan dal mi doang wk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Search WWW itu bagus bangeeeet. Mungkin karena yang main bukan bintang Hallyu jadi gak serame Start Up. Padahal dari segi kualitas cerita, aku lebih suka Search WWW. Trus bener kata Mbak, soalnya enggak ada unsur cerita segitiganya. Eh ada ding, antara Bae Tami, Park Mogan sama guru les piano Tami yang ternyata temennya Park Mogan. Tapi cinta segitiganya gak terlalu banyak porsi. Meski gitu aku malah suka, daripada terlalu bertele-tele kayak di Start Up. Ahahahaha.

      Hapus
    2. O iya diing. Aku lupaaaaa. Yg baru pulang dari Jerman kalo ga kliru yak.

      Nah, saking lemahnya si second lead, aku aja sampe kagak inget ada karakter dia qkqkqk

      Tapiii kalo LORD HAN JI PYEONG?
      Wadaaawww, sampe thn depan kayaknya bakal sulit move on dah.qkqkqkqkq

      Hapus
    3. Hahahahha. Samaaa dooong. Karakter Han Jipyeong itu mengesankan sekali. Akupun belum (mau) move on dari Han Jipyeong 😁😁😁

      Hapus
  3. Saya jadi penasaran pengin nonton keduanya. Tapi saya lebih suka yang ada intrik-intriknya, karena lebih seru. Jadi, nonton yang Search WWW aja dulu baru yang satunya, sepertinya begitu lebih pas ya..

    BalasHapus
  4. Dari sekian banyak review drakor yang kubaca, dua judul ini sepertinya berbeda dengan mengangkat tema women empowerement, padahal tadinya kupikir drakor isinya bucin-bucin aja.. sampe takut nonton, eike baperan soalnya... wkwkw... nice review mba Nieke...

    BalasHapus
  5. Wah dua-duanya masuk daftar listku buat tahun baru ahh...menarik banget ini, apalagi gak ada scene tangis-tangisan kayaknya ya mbak. Gembeng aku soale haha

    BalasHapus
  6. Duaduanya belom nonton. Hahaha. Tapi sudah banyak sekali baca review teman2 terutama ttg start up. Baru mulai nonton 1 eps tp blm berlanjut yg start up, blm berasa feel'y. Skrg malah ngikutin true beauty krna udh baca webtoon'y duluan. Kkk~

    BalasHapus
  7. Kalau secara karakter perempuan2nya memang yg WWW lebih ditonjolkan daripada di Start Up yang lebih fokus pada trio Samsan Tech dan kisah cintanya. Dua2nya favorit sih :D

    BalasHapus
  8. Nggak ngira ada Drakor tema bagus gini. Maklum taunya dari luar hanya cinta-cintaan aja. Boleh juga nih.

    BalasHapus
  9. Dua-duanya sama-sama menarik mba, apalagi tokoh utamanya perempuan semua. Perempuan yang kuat dan punya idealisme dalam mengembangkan dan menjalankan bisnis yang mereka miliki.

    BalasHapus
  10. Kedua drakor ini booming sekali. Banyak yang bahas. Tapi aku belum nontonnya. Lagi true beauty sekarang. Apakah hapoy ending? Aku gak suka banget kalau endingnya sedih atau gantung.

    BalasHapus
  11. Kedua drakor ini booming sekali. Banyak yang bahas. Tapi aku belum nontonnya. Lagi true beauty sekarang. Apakah happy ending? Aku gak suka banget kalau endingnya sedih atau gantung.

    BalasHapus
  12. aku nonton statr up mbak nieke. kalau www belum, penasaran juga sih. drakor www ada romansanya juga ga mbak nieke? hehe

    BalasHapus
  13. Saya belum menonton keduanya mbak nieke, takut mager, huhuhu. Saya malah tahu alur ceritanya dari tulisan-tulisan blogger seperti mbak nieke gini. Disetiap judulnya, entah Start Up atau WWW punya pesan yang bisa diambil ya mbak. Dan pesan itu tersampaikan oleh tulisan mbak nieke ini. Apalagi saya yang takut nonton drakor gini, saya lebih memilih untuk membaca cerita di blog.

    BalasHapus
  14. Aku pilih Search sih mbak. Karena jujur kalau nggak ada Kim Seon Ho di StartUp aku nggak bakal nonton drakor itu hehe. Kurang dalam bahas start up nya.. kalau search kompleks banget.. lebih seru.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah mbak Marita udah nonton dua-duanya yaaa. Kereeen. Hahah. Aku sepakat sih, yang bikin menarik drakor Start Up itu Kim Seonho soalnya sisi bisnisnya kurang dalam diulas. Mungkin karena kita tipikal penonton yang bukan dari fanbase Suzy dan Nam Joohyuk ya

      Hapus
  15. Aduh, belum nonton Start Up sudah ada rekomendasi drakor Search WWW pula. Aku mau nonton keduanya. Bidang yang dibahas kedua drakor ini bagus2.

    BalasHapus
  16. Menarik sekali ceritanya ya, saya suka artikel pembanding kayak gini, plus minum kelihatan. Kita banyak menonton cerita yang kadang mirip dengan cerita lain. Namun dibalik itu pasti ada yang spesial di masing-masing cerita.

    Aku lagi seneng nonton drama indonesia nih, kayak titisan, my pretty liar dan my lecturer my husban. Dramanya pendek, ceritanyapun gak kalah bagus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senang kalau drama Indonesia mulai bagus. My Lecturer My Husband itu diangkat dari Wattpad kan ya. Sutradaranya Monty Tiwa bukan?

      Hapus
  17. WWW.
    Karena ada Jang Ki-young, hehehe...aku suka.
    Tapi Start Up fenominil bingit.
    Jadi gak bisa dinafikan juga.

    Aku menikmati sekali kedua drama bertemakan bisnis di atas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jang Kiyung fan detected hahaha. Cakep ya dia. Paling suka pas dia main sama Nana di drakor apa lupa judulnya, yang dia main action.

      Hapus
  18. Aku belum nonton Search www jadi belum bisa membandingkan dengan film Start-Up. Aku pribadi sebenernya lebih suka dengan karakter Injae yang lebih mature dalam apembawaan dan pemikirannya, mungkin karena lebih berpengalaman dan usianya lebih dewasa daripada Dalmi. Tapi yang pasti aku tim Nam Do San, Mba. hihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tim Nam Dosan disambut baik kok di laman blogku 😁 aku tipikal orang yang open minded dan terbuka terhadap perbedaan. Walau aku sukanya Han Jipyeong tapi aku ga pernah nyolotin Dosan apalagi nyolotin Nam Jihyuk. Santai ajaaa. Sepupuku juga ada yang Tim Nam Dosan 😁 jangan sampe kita kebawa ribut karena drama. Hahahha.

      Hapus
  19. Lagi ngetren darkor tema bisnis gini ya.
    Belum nonton keduanya sih, mungkin orang-orang pada baper sama Start Up gara-gara kisah percintaan segitiganya yang sering diangkat.
    Nanti kalo ada waktu luang mau nonton keduanya biar nyambung pas diajak ngobrol. Wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha. Iyaa nih. Banyak orang malah lebih baper pada kisah cinta segitiganya. Padahal sisi bisnisnya seru bangeeeet.

      Hapus
  20. Dua-duanya memasang alpha female sebagai karakter female lead ya, Mbak. Aku belum nonton dua-duanya sih tapi abis baca ini jadi tertarik pengen nonton juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Drakor mulai dinamis. Kalau drakor generasi pertama rada mirip sinetron atau telenovela yang menaruh tokoh perempuan sebagai karakter tak berdaya. Drakor generasi kedua mulai muncul perempuan-perempuan berdaya.

      Hapus
  21. Sempat nonton search www tapi cuma beberapa episode. Kalau start up nonton sampai habis walau kecewa banget sama alur kisahnya yang menyia-nyiakan ji pyeong sana in jae 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pedih yaaaa liat Jipyeong 😁😁😁 Rasanya sakit tapi ga berdarah *eaaaa. Injae sayang kurang disorot karakternya. Kurang banyak sceeen timenya.

      Hapus
  22. penasaran nih belum nonton stsrt up.. belum sempet, anak-anak daring di rumah menyita waktu banget heheh

    BalasHapus
  23. Kayaknya start up menarik dan inspiratif juga, perjuangan pebisnis mengalami jatuh bangun. Sementara buat orang politik lebih cocok film www, buat strategi melawan lawan politiknya hehe

    BalasHapus
  24. Saya belum nonton nih mbak.Tapi kalau dari ulasannya sepertinya saya pilih dua-duanya. Masing-masing film ini memiliki daya tersendiri. Utamanya karakter dari pemainnya. Nanti kalau ada waktu luang saya mau nonton ke dua drakor ini.

    BalasHapus
  25. Saya belum nonton keduanya. Lagi menghindar nonton serial dulu ngeri kelamaan nonton hehe. Pengen sih nonton Start Up

    BalasHapus
  26. Belum nonton keduanya nih wkwk, kalau disuruh pilih saya koq malah penasaran sama drakor www ya girl powernya keliatan banget deh jadi lebih menantang :)

    BalasHapus
  27. Belum nonton dua-duanya sih, tapi baca reviewnya mungkin akan suka dua-duanya. No tim-timan hahah.yg aku suka dari drakor memang ceritanya selalu mengangkat kisah yg tak biasa. Dan kalo nonton sekali jadi ingin lihat lanjutannya terus 😂😂

    BalasHapus
  28. Waah sepertinya tahun ini udah ada 2 topik yang mengusung tentang wanita dan keberahsilannya ya.. semoga bisa memotivasi kita untuk bisa lebih maju lagi..

    BalasHapus
  29. saya bukan pendengar drama korea, tapi gara-gara sering bacain review drama Korea dari teman-teman, akhirnya kayak suka kepo-kepo mereka gitu deh dan jadi suka bacain reviewnya dan nonton sedikit-sedikit. tapi film ini belum pernah nonton

    BalasHapus
  30. saya bukan pendengar drama korea, tapi gara-gara sering bacain review drama Korea dari teman-teman, akhirnya kayak suka kepo-kepo mereka gitu deh dan jadi suka bacain reviewnya dan nonton sedikit-sedikit. tapi film ini belum pernah nonton

    BalasHapus
  31. Drakor emang selalu hangat untuk dibahas ya mbak. Para penggemar bisa dibawa ke suasana cerita yang begitu hidup. Saya malah rada ketinggalan nonton drakor kekinian mbak. Tapi suka banget dengerin ulasannya kek gini.

    BalasHapus
  32. Saya suka nonton drakor yang ada unsur ketegangan. Jadi penasaran dengan wWW. Entah aoakah di aplikasi Vidio ada. Belum sempat jelajah.

    He he he, perempuan cerdas yang tangguh untuk jadi pemimpin tetapi tetap idealis dan humanis itu semoga kian banyak dijumpai di kehidupan. Drakor kayak gini mengajarkan banyak hal.

    Aih, saya jadi ingin belajar lebih banyak bagaimana cara menjadi pemimpin yang baik dan profesional.
    Memimpin komunitas Indonesia Saling Follow saja bukan hal yang mudah, jelas tidak sebanding dngan memimpin perusahaan besar kayak dalam dua drakor di atas. Jadinya pengen nonton untuk menyerap ilmu. Sebab ke depannya tantangan akan lebih berat jika komunitas berkembang. Mari persiapkan diri untuk selalu belajar dan inovatif. 💪

    BalasHapus
  33. Klau ngomongin drakor jadi gak ada habisnya ya mbak seru dan senang lihat pemainnya yang cantik dan ganteng hehe..jalan ceritanya bisa bikin penasaran terus..yuklah lanjut ngedrakor hehehe

    BalasHapus

Hi... terima kasih sudah mampir dan membaca blog saya. Terima kasih pula untuk sudah berkomentar dengan sopan, tidak meninggalkan spam dan tidak menggunakan LINK HIDUP di kolom komen. Untuk setiap komentar, saya upayakan kunjungan balik ke blog Anda untuk menjaga tali silaturahmi.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sebaiknya tidak gunakan akun anonim.

Salam.