Menu

Percik Kata Nieke

Kamis, 30 Januari 2020

Film Korea Tak Cuma Drama Romantis, Ini Rekomendasi yang Wajib Ditonton

Selama ini film dan drama Korea selalu dilabeli sebagai hiburan yang menyajikan kisah romantis, menye-menye, dengan para pemain yang ganteng dan cantik yang jadi idola. Tapi sebenarnya film dan drama Korea kaya genre yang ceritanya bisa bikin kita ternganga. Mulai dari tema laga, thriller, horor, fantasi, hingga sejarah dan politik.


Omong-omong, mas Lee Min-ho yang di foto atas ini ganteng ya? Itu aktor Korea Selatan pertama yang saya kenal kala baru berenang ke dunia Hallyu. Dulu saat dinas kerja ke Seoul, sempat jalan-jalan ke Hall of Fame Lotte Avenue. Banyak foto artis ganteng dan cantik kayak begini, tapi sayangnya waktu itu saya cuma kenal Lee Min-ho doang. Coba kalau waktu itu udah 'fasih', saya foto semuanya dah! 


Memang sih, drama-drama Korea  yang meledak di pasar Indonesia kebanyakan yang bertema romansa. Ceritanya bikin klepek-klepek. Descendant of the Sun, misalnya, drama Korea yang melambungkan Song Joong-ki dan Song Hye-kyo hingga akhirnya terwujud Song-Song couple. Walau akhirnya pernikahan mereka yang hasil cinta lokasi itu hanya seumur jagung, tapi drama itu dikenang sebagai yang teromantis dan mendunia.

Citra menye-menye pun disematkan atas film dan drama Korea yang beredar di Indonesia. Hati para penonton wanita yang bertekuk lutut melihat ketampanan dan keromantisan para pemain pria. Juga para penonton laki-laki yang diam-diam (uhuk!) sebenarnya ngefan artis perempuannya. Hayoo ngaku! 


Baca juga: Gangnam Beauty: Antara Kecantikan, Jati Diri, dan Operasi Plastik


Itu baru film dan drama serinya. Belum lagu-lagunya yang dikenal dengan istilah K-Pop. Biasanya drama-drama seri itu juga mentenarkan sejumlah lagu yang menjadi soundtrack. You are My Everything yang dinyanyikan Gummy, soundtrack Descendant of the Sun misalnya. Tembang ini sampai diputar di mal-mal, kafe, butik, hingga toko kelontong di Indonesia.

Harus diakui industri seni Korea Selatan memang jago mengemas dan memasarkan produk-produknya. Tapiii… film dan drama negara ginseng sebenarnya tak hanya identik dengan yang menye-menye. Malah, mereka kaya sekali dengan genre dan ide-ide filmnya. Saking bagus idenya, ada yang dijiplak jadi sinetron (tapi ketahuan dan diprotes netizen kosong-enam-dua, sampai terdengar yang empunya lisensinya di daratan sana, lalu mohon maaf).

Ada pula film Korea yang diadaptasi misalnya film Sunny. Judulnya diubah menjadi Geng Bebas serta digarap Mira Lesmana dan Riri Riza dengan muatan kearifan lokal yang kental. Rekomendasi banget nonton film ini. Kisah tentang nilai persahabatan dan penuh kenangan dengan lagu-lagu generasi 1990-an. 


Trailer film Bebas dari Youtube Miles Film

Lalu drama Korea genre thriller yang berjudul Tunnel dengan pemeran utama Choi jin-hyuk. Kisah polisi yang mengejar pembunuh berantai hingga terlempar ke masa depan. (Lihat review drakor Tunnel di sini) Di Indonesia, judulnya tetap sama. Beberapa artis yang terlibat seperti Donny Alamsyah dan Hana Malasan. Yuson dan Shanty Harmayun jadi penanggungjawab adaptasi Tunnel versi Indonesia yang diproduksi Fourcolors Films, yang berbasis di Yogyakarta. Sementara itu, sineas pemenang piala Citra Ifa Isfansyah akan menyutradarai beberapa episode Tunnel

Penasarankah? 

Trailer drama seri Tunnel versi Indonesia 
dari Youtube GoPlay Indonesia

Omong-omong soal film Korea yang genrenya beragam, ini saya rekomendasikan beberapa film yang menarik:

1987 When The Day Comes
Kalau Indonesia mencatat sejarah demonstrasi mahasiswa dan reformasi 1998, nah Korea Selatan memiliki hal yang mirip hanya saja terjadi satu dekade lebih awal. Film bergenre thriller ini mengisahkan perjuangan mahasiswa memperjuangkan demokrasi di era supresi. Mereka memprotes penculikan seorang aktivis mahasiswa yang berujung pada penyiksaan dan kematian. Peristiwa itu ditutup-tutupi namun masih ada polisi yang masih memiliki nurani diam-diam bekerja sama dengan wartawan dan aktivis lainnya.

Film berlatar sejarah ini dirilis Desember 2017 dan mencatatkan diri di box office senilai US$ 54,5 juta di Korsel. Warbiyasak, ya! 

Ada beberapa tokoh di sini yang menjadi sentral, seorang polisi yang diam-diam mendukung perjuangan akan demokrasi, seorang mahasiswi yang ternyata pamannya adalah bagian dari aktivis pejuang demokrasi, seorang pendeta yang membantu pergerakan mahasiswa, polisi yang menyiksa mahasiswa, serta politikus rezim yang terlibat.


Trailer dari Youtube Movieclips Indie



 Kim Ji-young Born 1982
Film yang diangkat dari novel berjudul sama karya Cho Nam-ju ini kontraversial lantaran mengangkat isu perempuan dan patriarki, serta pelecehan seksual. Novelnya dirilis Oktober 2016 sedangkan filmnya pada 2019. Beberapa artis Korea yang mendukung film ini juga diserang netizen setempat.

Gong Yoo dan Jung Yu-mi yang pernah bermain bareng di Train to Busan, di Kim Ji-young menjadi suami-istri. Jung Yu-mi memerankan seorang ibu rumah tangga yang mengalami depresi karena tekanan sosial-budaya dan sindrom pasca-melahirkan. Lihat review dan trailernya di sini.


Film Kim Ji-young angkat isu feminisme
dan patriarki di Korsel.
Gambar dari IMDB

Parasite
Ini film yang menyabet banyak penghargaan festival dan masuk nominasi Academy Award ke-92 untuk kategori Best Picture, Best Director, dan Best International Feature Film. Disutradari Boong Joon-ho, ceritanya tentang satu keluarga miskin yang hidup di bawah tanah apartemen yang tak layak huni. Suatu ketika, salah seorang anggota keluarga bermarga Kim ini mendapat kesempatan menjadi guru privat sebuah keluarga kaya. Genre komedi-thriller. Parasite menjadi bahan perbincangan dunia lantaran berani menyampaikan kritik sosial atas situasi ekonomi dan kemiskinan yang terjadi di Korea Selatan. 

Train to Busan
Kalau kamu penyuka film yang penuh ketegangan, Train to Busan ini jadi jawaban. Ceritanya tentang virus yang bisa mengubah orang menjadi zombie yang menyebar ke satu kota. Salah satu orang yang terinfeksi virus itu menaiki kereta menuju Busan, yang ditumpangi Gong-yoo dan anak perempuannya. Biasanya saya enggak suka nonton film zombie, tapi pas nyoba nonton ini, saya enggak menyesal. Bukan sekadar film zombie, tapi juga ada pesan kemanusiaannya. Bikin mewek juga. Hadeh, buka kartu. Hahaha. Yang penting saya enggak buka spoiler kan. 

Film  sejenis zombie namun dengan seting zaman kerajaan berjudul  Rampant juga cukup seru ditonton. Pemeran utamanya Hyun-bin yang gantengnya bersinar di Crash Landing on You, lho. (Maaf, saya halu lagi).


Kabarnya akan dibuat sekuel Train to Busan.
Gambar diambil dari IMDB

 Along with the Gods
Saking suksesnya, Along with the Gods ini sampai dibuat sekuelnya. Along with the Gods: The Two Worlds mengisahkan tentang para dewa yang bertugas menjemput manusia yang meninggal. Ketiga dewa ini bertugas sebagai pengacara manusia saat menghadapi satu demi satu sidang kehidupan yang dijalani manusia. Nah, satu ketika seorang pemadam kebakaran meninggal lantaran menyelamatkan seorang anak kecil dari kobaran api. Manusia yang diperankan Cha Tae-hyun (yang main di film Sassy Girl) ini terkaget-kaget ketika mengetahui ternyata ia telah wafat. 


Trailer dari Youtube Movieclips Indie

Film ini bergenre laga, thriller, fantasi, drama, dengan bumbu komedi. Pada awal film, kita dibuat deg-degan ketika para tokoh berhadapan dengan makhluk-makhluk jahat di alam baka. Kita dibuat penasaran apakah ia berhasil melalui sidang kehidupan dengan hakim para dewa. Lalu dibuat terkejut dengan beberapa plot twist, tertawa atas adegan-adegan konyolnya, lalu menangis gara-gara plot twist yang sarat pesan kehidupan. Lengkap deh bumbunya!  

Beberapa artis terkenal yang terlibat dalam film ini: Cha Tae-hyun, Do Kyung-soo alias DO EXO, Ha Jung-woo, Ju ji-hoon, Kim Hyang-gi.

Sekuelnya Along with the Gods 2: The Last 49 Days tak kalah seru. Kisahnya berlanjut. Kalau di film pertama yang disidang adalah Cha Tae-hyun, film kedua adalah adiknya yang diperan Kim Dong-wook. Menariknya, di sekuelnya kisah berjalan pararel antara masa kini dan masa lalu. Masa kini berkisah penyelamatan para dewa pengacara ini atas Kim Dong-wook. Masa lalu, berkisah masa lalu ketiga dewa yang terungkap sedikit demi sedikit. 

Plot twist banyak dan jadi andalan sampai saya tidak bisa menebak. Mirip dengan yang pertama, enggak cuma seru, penasaran, tertawa, tapi juga ada sedihnya. 


Trailer dari Youtube Movieclips Indie

  
Kali ini ulasannya soal film Korea dulu. Soal rekomendasi drakornya saya tulis lain kali yaaa. Silakan tambahin kalau ada film dan drakor yang menurutmu juga menarik dan wajib tonton di kolom komentar. Kali aja ada yang menarik yang saya belum nonton. Hehehe.

Tabik

Nieke Indrietta

Ketemu yuk di Instagram @katanieke_blog
Tulisan saya soal film-film bisa dilihat di sini lho.

12 komentar:

  1. Saya sampai sekarang malah paling susah hapal nama aktris/aktor Korea. Paling mudah wajahnya saja tapi gak tahu namanya wkwk. Kecuali Oppa Lee Min Ho ini, satu2nya aktor yang namanya mudah saya ingat.

    Btw film maupun drakor Korea memang nggak ada matinya ya... idenya keren-keren, pantasan banyak yang niru *eh tapi kalau ngomongin genre saya sekarang lebih suka nonton yang bergenre thriller daripada romantic

    BalasHapus
  2. Wah tengkiu Mba!
    Saya lebih prefer nonton film ketimbang drakor, soalnya waktunya lebih memungkinkan.
    Saya belum nonton yang nomor 1 nih, kalau train to busan, itu pertama kali lagi kesemsem ama aktor Gong Yoo hahaha.

    Lalu agak ilfeel di film a man and a woman hahaha.

    Parasite barusan nonton, meskipun rada kecewa sih ya, kisahnya (menurut saya) nggak sebooming yang dibicarakan orang :D
    Atau mungkin saya nontonnya skip skip kali yak :D

    Kim Ji-Young bagus sih.

    Yang terakhir baru lirikin judulnya doang, bagus juga ya ternyata :D

    BalasHapus
  3. duh, jadi kangen nonton drakor.. sekarang udah susah banget cari waktu buat nonton drakor.. btw, betul, banyak kok film korea yang gak romantis2an.. aku pernah juga nonton yang komedi dan detektif2 gitu.. meski tetep ada sih adegan cinta2annya tapi dikit..

    BalasHapus
  4. ternyata banyak juga ya drama Korea diadaptasi menjadi film indie maupun Indonesia soalnya drama Korea itu bagus banget enggak panjang ceritanya episode-nya dan konfliknya juga mengenal untuk kehidupan sehari-hari makanya cepet banget ya drama Korea nggak mesti romantisan ya

    BalasHapus
  5. Aku mungkin pecinta Drama Korea yang nggak tahu nama asli para pemainnya. Mendadak jadi fans cuma di dramanya aja sih, jadi ya yang dihafal cuma nama waktu main di drama aja.

    Dari sekian banyak film yang disebutin di atas, aku baru nonton yang Train to Busan, itu juga gara-gara temen merekomendasikan.
    Serem banget deh.

    BalasHapus
  6. Bagi saya film atau drakor Korea tidak selalu menye-menye isinya, ada pesan moral di dalamnya karena penulis skenario sana bagus jasil kerjanya. Budaya baca mereka maju dan serius memperlakukan literasi. Tak jeran drakor sealan tidak kehabisan ide meski ada hal yang aneh atau terlalu berlebihan.
    Saya suka pesan moral da;am drakor. Terakhir selesai nonton The Fiery Priest. bagus juga jalan ceritanya, penuh adegan laga yang asyik sampai Palung ingat mana saja adegan seru kala saya sedang nonton soalnya doi sudah sering nonton itu bareng ayahnya.

    BalasHapus
  7. Wah kirain kalau drama Korea isinya yang romantis-romantis saja, ternyata banyak genrenya ya...rekomendasi filmnya bagus-bagus semua nih. Nanti kalau ada waktu luang wajib ditonton semua nih

    BalasHapus
  8. Thankyou rekomendasinya.. saya pecinta drakor namun jarang filmnya, serial it's oke hehe.. tapi Train To Busan dan parasite pernah nonton... itupun greget ga mau udahan. film terlalu singkat hehe

    BalasHapus
  9. Sudah nonton Kim Ji-young Born 1982 dan Parasite, lainnya belum. Film Korea memang tak kalah total dengan film luar lainnya. Makasih rekomendasinya mba

    BalasHapus
  10. Drakor ini sangat fenomenal ya.. sekarang di mana mana adaaa aja yg mengulasnya.. kalau zaman dulu paling ada doraemon, oshin, dll.. sempat viral juga...sesudah ini akan ada era apalagi ya..?

    BalasHapus
  11. Nah ini baru kesukaan sayaa.. drakor mah lewat, gak suka yg bikin baper hehe. Makasih kak Nieke ulasan film Korea non dramanya 😉👍

    BalasHapus
  12. Wie, mbak Mieke, apal banget ma film Korea. saya bahkan lupa, udah pernah nonton dari list yg disebut atau blm. Btw, yg judulnya Along with the Gods kayaknya bisa buat bahan refleksi diri ya. Berbuat Hal2 baik selama masih di dunia.

    BalasHapus

Hi... terima kasih sudah mampir dan membaca blog saya. Terima kasih pula untuk sudah berkomentar dengan sopan, tidak meninggalkan spam dan tidak menggunakan LINK HIDUP di kolom komen. Untuk setiap komentar, saya upayakan kunjungan balik ke blog Anda untuk menjaga tali silaturahmi.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sebaiknya tidak gunakan akun anonim.

Salam.