Menu

Percik Kata Nieke

Sabtu, 14 September 2019

Annyeonghaseyo, Wisata ala Korea di Surabaya


Saya di hutan bambu, Taman Harmoni, Keputih, Surabaya. 
Foto oleh Nieke.

Wah, ini mirip di Pulau Jeju! Begitu komentar sepupu saya yang tengah berlibur di Surabaya dari Jakarta, tatkala saya mengajaknya main ke hutan bambu, Taman Harmoni Keputih, Surabaya. Hal yang paling bikin saya kagum adalah ketelatenan pihak-pihak yang menumbuhkan pohon-pohon bambu ini sedemikian rupa hingga tampak artistik sekaligus alami. Ide berwisata ala-ala Korea di Surabaya ini bermula dari datangnya para artis Korea ke Indonesia. 


Kala itu, saya cuma bisa melongo dan terpana kala menonton cuplikan video Lee Seung-gi dan Jasper Liu yang mampir ke Yogyakarta untuk syuting acara variety show. Di video yang saya temukan di Instagram itu, tampak beberapa orang perempuan Indonesia sedang bervideo di Candi Prambanan. Tiba-tiba, Lee Seung-gi dan Jasper Liu lewat di samping mereka. Bisa ditebak, mereka langsung histeris!

“Ternyata Lee Seung-gi di Jogja ya,” ucap saya menuturkan peristiwa di Instagram itu kepada teman kursus bahasa Korea saya.

“Iya. Artis-artis Korea itu di Jogja melulu syutingnya. Kenapa enggak di Surabaya ya?” tukas teman saya itu.

Jawaban teman saya membuat saya terdiam dan berpikir. Iya, kenapa enggak di Surabaya ya? Deretan nama artis negara ginseng yang mengunjungi kota gudheg itu adalah Suju, TVXQ, Seventeen, dan sekarang Lee Seung Gi dan Jasper Liu. Padahal, Surabaya dan Busan—salah satu kota di Korea Selatan, menjalin kerja sama Sister City. Apakah keindahan kota Surabaya termasuk taman-taman kotanya tidak sampai ke telinga para Oppa dan Eonnie?

Hati ini terasa sesak. Kenapa para bintang itu tak mampir di Surabaya?  (*sambil meratap di bangku Taman Bungkul, dekat air mancur*)

*

Surabaya-Busan Sister City

Tahun ini, Surabaya dan Busan mencapai 25 tahun kerja sama sebagai sister city,  yang dimulai sejak 1994. Kerja sama ini mencakup beberapa bidang, di antaranya pariwisata dan pendidikan. Bahkan, pada Maret 2019 lalu, Wali Kota Busan, Oh Keo-don bersama rombongannya mengunjungi kota Pahlawan. Di kota Busan, ada sebuah jalan bernama Surabaya dengan patung Suro dan Boyo—ikon khas Surabaya, di taman kota sebelah kantor Busan Indonesia Center. 
Sebagai sister city, Surabaya dan Busan memang memiliki beberapa kemiripan.

Surabaya juga membuat monumen Korea di Jalan dokter Soetomo.  Busan, kota di bagian selatan negara Korea Selatan ini adalah kota pelabuhan. Mirip Surabaya yang juga berfungsi sebagai kota industri, perdagangan, maritim, dan pendidikan.


Monumen di Taman Korea, Jalan Dokter Soetomo, Surabaya. 
Foto oleh Nieke

Lantaran itulah, sebenarnya ada potensi cukup besar menarik wisatawan mancanegara—termasuk Korea Selatan untuk berlibur ke Surabaya. Termasuk artis-artisnya, uhuk-uhuk, ehem.

Di samping itu, kedatangan para tokoh publik itu bisa menjadi ajang promosi Surabaya yang lebih mendunia. Bayangkan kalau ada acara variety show stasiun televisi Korea yang bikin acara di Surabaya. Lokasi syuting itu pasti langsung hip dan viral. Jangankan turis mancanegara, saya yakin para fandom pun akan langsung mengincar lokasi itu sebagai tempatnya berlibur, untuk mengenang idolanya yang pernah menginjakkan kaki di sana.

(Duh Gusti, semoga tulisan ini sampai ke para pejabat Kedutaan Korea Selatan, serta staf dan produser stasiun televisinya, artis-artisnya. Amin)

Data Badan Pusat Statistik Jawa Timur mengungkap jumlah turis mancanegara yang tiba di bandara Juanda pada Juli tahun ini mencapai sekitar 25 ribu orang. Dari total turis tersebut, terdapat 10 negara yang mendominasi antara lain: Malaysia, Tiongkok, Singapura, Thailand, Taiwan, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, India, dan Filipina.


*


Jembatan Suramadu dari sisi Tanjung Perak, Surabaya. Foto oleh Nieke.

Dear Oppa, Eonnie, kakak, mas, mbak, tuan, dan puan yang terhormat, ada banyak hal menarik di kota saya ini, lho. Nah, inilah beberapa wisata Surabaya yang mesti dijelajahi jika singgah:


Taman Korea dan monumen Surabaya-Busan di Jalan Dokter Soetomo



Taman Korea di Surabaya. Foto oleh Nieke.
Taman Korea terletak di tengah Jalan dokter Soetomo, membelah dua jalan dengan arus yang berbeda. Monumen kerja sama Indonesia dan Korea terdapat di bagian tengah. Taman ini sungguh asri. Saat saya ke sana, tampak beberapa anak muda duduk-duduk di taman menikmati sore. Sementara dua pria muda lainnya sibuk swafoto.  

Taman Harmoni Keputih



Salah satu sudut taman air mancur di Taman Harmoni 
Keputih, Surabaya. Foto oleh Nieke.

Tempat ini semula adalah tempat pembuangan sampah yang kemudian diubah menjadi sebuah taman yang indah, dengan berbagai jenis tanamannya. Ada hutan bambu yang Instagramable banget. Hutan bambu ini mirip dengan yang ada di pulau Jeju, Korea Selatan. Kalau pas waktunya dengan momen bunga-bunga tabebuya bermekaran, kamu juga bisa melihatnya di sini. Serasa musim semi di negara tropis.

Wisata Kalimas


Wisata perahu di Kalimas. 
Foto: Nieke.
Wajib berperahu menyusuri Kalimas terutama di sore atau malam hari, saat lampu-lampu yang melintang di atas sungai berpendar dengan indahnya. Serasa Venesia ala Surabaya. 

Kalimas merupakan pecahan dari Sungai Brantas yang hulunya di Kota Mojokerto dan bermuara di selat Madura. Ratusan tahun lalu, pada masa penjajahan Belanda, suasana Kalimas terlihat hidup lantaran perdagangan dengan perahu dan sampan.  Pada masa berkuasanya Kongsi Dagang atau Perusahaan Hindia Timur Belanda (Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC), Kalimas menjadi salah satu sarana transportasi air. Perahu-perahu itu mengangkat komoditas perdagangan seperti ikan untuk dibawa ke Kota Surabaya, mulai dari Kembang Jepun hingga Kayun. 

Kini, suasana perahu yang hilir mudik itu dihadirkan kembali melalui wisata perahu Kalimas. Tentu saja bukan dengan perahu dan sampan seperti masa kolonial dahulu. Hanya dengan Rp 4.000 per orang, pengunjung bisa menikmati naik perahu mesin.

Tak jauh dari sini, dekat Museum Kapal Selam, ada patung Suro dan Boyo di arena skate board. Kamu bisa foto di depan ikon kota Surabaya tersebut. 


Tur Bus Keliling Kota Surabaya



Saya dan kawan berpose di depan 
bus tur Surabaya. Foto: Nieke
Ada beberapa cara menjelajahi beberapa tempat ikon dan bersejarah Surabaya secara sekaligus.
Pertama, ikut Surabaya Shopping and Culinary Track Tour BusHarga tiket Rp 7.500/orang, Tur tiap Selasa, Sabtu, dan Minggu. Tema visit museum (minggu I dan III), rutenya: Balai Pemuda, Balai Kota, Museum Surabaya, Museum 10 November, Museum Kesehatan, Museum Bank Indonesia, Jembatan Merah Plasa, Balai Pemuda. Tema Visit Bahari (minggu II dan IV), rutenya: Balai Pemuda, Balai Kota, Monumen Kapal Selam, Pantai Kenjeran, Sentra UKM, Balai Pemuda.

Pemesanan tiket di Balai Pemuda, Jalan Gubernur Suryo no 15, Surabaya per tanggal 1 awal bulan. Sebaiknya memesan awal bulan, gaes. Langsung ludes soalnya.

Kedua, Surabaya Heritage Tour yang diselenggarakan museum House of Sampoerna secara gratis. Surabaya Heritage Tour  diselenggarakan tiap hari kecuali Senin dengan tiga kali jadwal (Kamu bisa memilih salah satu).

Jadwalnya: 
Pukul 09.00 - 11.00 dengan tujuan Balai Pemuda, Balai Kota dan Museum Bank Indonesia

Pukul 13.00 - 15.00 dengan tujuan Tugu Pahlawan dan gedung PTPN XII

Pukul 15.00 - 17.00 dengan tujuan Klenteng Hok An Kiong dan Museum Bank Mandiri.

Peminatnya sangat banyak, jadi sebaiknya pesan tempat/booking dulu. Kapasitas bus juga hanya sekitar 20 kursi. Sepanjang perjalanan, penumpang akan disertai pemandu.

Monumen Tugu Pahlawan


Museum Tugu Pahlawan. Foto: Nieke.
Belum sah mengunjungi Surabaya kalau belum mampir di Monumen Tugu Pahlawan. Ini lho, termasuk ikon kota Surabaya, yang membuat warganya dijuluki pemberani. Monumen ini didirikan untuk mengenang peristiwa 10 November, yang kisahnya bisa dinikmati di ruang diorama museum.

Jangan pula lewatkan menjajal kuliner khas Surabaya dan Jawa Timur.
Siapa bilang mukbang cuma bisa buat makanan Korea aja? Sesekali coba mukbang dengan makanan khas Indonesia. Rujak cingur, gado-gado, sambel penyetan, dan lain-lain. Seru kan?

Dear oppa, eonnie, kakak, mas, dan mbak, serta tuan dan puan. Itu hanya segelintir saja lho yang saya tunjukkan. Kalau dirimu singgah nanti, percayalah, kamu akan menemukan lebih banyak. Kunantikan kedatanganmu. Syukur-syukur artis Korea beneran datang ke Surabaya. Biar bisa dengar kalimat ini keluar dari bibir mereka, "Annyeonghaseyo, Surabaya!"


***


Nieke Indrietta


#jelajahwisatasurabaya

#surabayatourism
#banggasurabaya

8 komentar:

  1. Wah kayaknya seru bgt tuh klo menyusuri kalimas ya kak hehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo kunjungi Kalimas. Ini semacam Venesia ala Surabaya. Kalau Sabtu-Minggu biasanya ramai. Kalau malam lebih ramai lagi karena lampu-lampu hias yang melintang di atas sungai.

      Hapus
  2. Keren banget mbak, nggak kalah sama di luar negri ya.
    Udah biasa ke Surabaya tapi belum pernah ke tempat2 itu. Mesti masuk daftar wisata pas liburan nanti nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahaha. Iya. Wisata di Surabaya membaik keadaannya. Cuma kebiasaan warganya yang perlu dibentuk. Masih nemu banyak sampah yang dibuang sembarangan di tempat wisata. Cedih akutu...

      Hapus
  3. Waah, penting ini diagendakan .. Saya tahunya KBS sama kenjeran aja, duh... Moga pak suami mau diajakin explore Surabaya. Thank you infonya mb Nieke

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama. Senang bisa berbagi informasi wisata di sini. Ayo ayo main ke Surabaya lagiiii.

      Hapus
  4. Belum pernah ikutan tur sih. Padahal sering banget ke Surabaya, sekalian wisata kuliner.

    BalasHapus
  5. Terimakasih mbaaa, saya merasa kerdil banget baca ini, udah belasan tahun di Surabaya, tapi ternyata belum explore semua sudutnya hahaha.
    Ada banyak banget yang belum saya datangi, pengen naik Surabaya Shopping and Culinary Track Tour Bus, semoga minggu depan bisa deh, pas anak saya selesai ujian :D

    BalasHapus

Hi... terima kasih sudah mampir dan membaca blog saya. Terima kasih pula untuk sudah berkomentar dengan sopan, tidak meninggalkan spam dan tidak menggunakan LINK HIDUP di kolom komen. Untuk setiap komentar, saya upayakan kunjungan balik ke blog Anda untuk menjaga tali silaturahmi.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sebaiknya tidak gunakan akun anonim.

Salam.