Menu

Percik Kata Nieke

Minggu, 02 Desember 2018

Traveling ke Surabaya: Wisata Perahu Kalimas


Liburan di Surabaya ternyata enggak harus mahal. Ada beberapa tempat wisata yang bisa dikunjungi dengan biaya ramah backpacker. Satunya Taman Prestasi dan wisata perahu di Kalimas, yang terletak di Jalan Ketabang Kali. Lokasinya di pusat kota. Kita akan menemui jalan ini apabila hendak menuju ke Kantor Balai Kota Surabaya.


Kalimas merupakan pecahan dari Sungai Brantas yang hulunya di Kota Mojokerto dan bermuara di selat Madura. Ratusan tahun lalu, pada masa penjajahan Belanda, suasana Kalimas terlihat hidup lantaran perdagangan dengan perahu dan sampan.  Pada masa berkuasanya Kongsi Dagang atau Perusahaan Hindia Timur Belanda (Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC), Kalimas menjadi salah satu sarana transportasi air. Perahu-perahu itu mengangkat komoditas perdagangan seperti ikan untuk dibawa ke Kota Surabaya, mulai dari Kembang Jepun hingga Kayun. 

Kini, suasana perahu yang hilir mudik itu dihadirkan kembali melalui wisata perahu Kalimas. Tentu saja bukan dengan perahu dan sampan seperti masa kolonial dahulu. Zaman now pakai perahu mesin dong, yes. Liburan tipis ala backpacker begini sudah membuat imajinasimu melayang. Apalagi kalau naik perahunya malam, sewaktu lampion-lampion yang membentang di atas Kalimas menyala. Serasa di Venesia. Sayangnya kalau Sabtu dan Minggu ramai banget dan mengantre. 

"Kalau malam Sabtu dan Minggu sampai mengantre, Mbak. Paling rame itu," ucap penjaga loket.

Itu sebabnya, saya milih datang pas hari biasa, siang pula. Harga tiketnya cuma Rp 4.000. Hari libur dan tanggal merah sama kok biaya tiketnya.

Di dalam perahu, terdapat pelampung di tiap kursi. Duduk di kursi samping saya, seorang ibu yang mengajak anak perempuan seusia sekolah dasar. Tak lama, mesin perahu dinyalakan. Tali tambat dilepaskan dari dek. Perahu bergerak perlahan, memutar dari arah dek lalu menuju ke tengah sungai. Melaju membelah Kalimas. 

Saya merasakan angin mengempas rambut. Kapal bergerak ke arah Hotel Weta yang berada di tepi jalan raya, menghadap Kalimas. Lampion-lampion tak menyala pada siang hari. Sebagai gantinya, saya bisa menikmati pemandangan gedung-gedung di kiri dan kanan sungai. Kendaraan yang lalu lalang. 

"Ini lumayan mbak, sungainya sekarang sudah tidak bau. Dulu bau sekali," kata Asih, ibu muda yang duduk di samping saya. Anak perempuannya tengah kegirangan melihat percikan air yang timbul ketika perahu bergerak. 

Tonton video saya naik perahu di sini:


Sekitar hampir sepuluh menit, kemudian perahu yang saya tumpangi kembali ke dek. Terlihat calon penumpang lain, di antaranya seorang ayah yang mengajak dua anaknya untuk naik perahu wisata.

Tak hanya wisatawan lokal, Kalimas juga menjadi salah satu destinasi bagi tamu-tamu konferensi internasional yang kerap diadakan di Surabaya. Biasanya para tamu itu diajak berwisata perahu pada malam hari, saat lampu-lampu lampion menyala dengan indahnya.


Selain wisata perahu, wisatawan lokal biasanya bermain di Taman Prestasi. Kebanyakan keluarga yang membawa anak-anaknya. Di taman, terdapat berbagai permainan seperti ayunan, jungkat-jungkit, rumah-rumahan. Tamannya juga cukup bersih. 

Masih di kompleks Taman Prestasi, kita juga bisa berkunjung ke perpustakaan dan berfoto di depan monumen pesawat bomber B-26 Intruder. Di sisi kanan Taman Prestasi, kita bisa duduk-duduk sambil jajan di sentra Pedagang Kaki Lima.


Letak Taman Prestasi dan wisata perahu Kalimas juga tak jauh dari es krim legendaris Zangrandi. Bisa ditempuh hanya dengan berjalan kaki. Nah, berlibur di Surabaya nggak harus mahal kan?

Salam, @katanieke

Tulisan saya lainnya seputar traveling, review hotel, dan kuliner klik di sini

Lezatnya Rujak Es Krim Pak Nardi di Pakualaman

Traveling ke Jakarta: Cara Menggunakan Kereta Bandara

Crazy Rich Asians Wannabe dan Kelas Menengah Ngehek