Menu

Percik Kata Nieke

Sabtu, 13 Oktober 2018

Traveling ke Wisata Agro Wonosari: Belajar Jadi Barista Teh, Yuk!

Saya baru tahu kalau profesi barista tak hanya berkaitan dengan kopi, tapi juga teh. Iya, ada barista teh. Ini pengetahuan baru saya setelah berkunjung ke Kebun Teh Wonosari di Lawang, Jawa Timur.


Suasana kafe Tea House di Wisata Agro Wonosari, Lawang. Copyright @katanieke

Kebun Teh Wonosari adalah tempat ngopi-ngopi dan ngeteh yang terbaik. Itu kata teman saya di media sosial, saat saya mengunggah foto-foto perjalanan saya ke Wisata Agro Wonosari, Lawang, Jawa Timur, Indonesia. Saya ke sana pada awal Oktober 2018.

Suasana kafe Tea House, dekat pabrik Teh Wonosari, Lawang.
Copyright: @katanieke
Saya sangat suka minum teh. Itu minuman wajib memulai pagi, sesudah makan, sore hari, kadang saat sambil bekerja. Tapi saya benar-benar baru tahu bagaimana asal-muasal minuman kesukaan saya itu ya saat saya berkunjung ke Wisata Agro Wonosari. Hasil liburan ke kebun teh Wonosari Lawang, ilmu saya bertambah. Siapa tahu nanti saya punya kafe teh dan kopi. Aseeek. Buat saya ini liburan yang menyenangkan! Kali ini saya mau menceritakan pengalaman saya dari masuk ke pabrik teh sampai menjajal jadi barista teh--meski amatiran.


Pabrik teh Wonosari di Lawang, Jawa Timur. Copyright: @katanieke
Namanya memang Kebun Teh Wonosari, tapi perkebunan milik PT Perkebunan Nusantara XII itu juga menanam kopi dan karet. Badan usaha milik negara itu kemudian menjadikan perkebunan di lereng gunung Arjuno itu sebagai tempat wisata--Wisata Agro Wonosari--yang dilengkapi dengan hotel, resort, dan cottage.
Pabrik teh Wonosari. Copyright: @katanieke
Sebelumnya saya telah menulis soal pengalaman melihat matahari terbit di Bukit Kuneer, lereng gunung Arjuno, yang masih satu area. (Tulisan saya sebelumnya soal Wisata Agro Wonosari: Mengejar Fajar di Bukit Kuneer, klik link ini) Ketika berlibur di Wisata Agro Wonosari, pengunjung tak hanya disuguhi pemandangan kebun teh yang terhampar dan tiga gunung seperti Semeru, Kawi dan puncak Arjuno. Tapi juga mengintip Pabrik Teh Wonosari dan belajar menjadi barista teh.

Tur ke pabrik teh berlangsung malam hari, karena saat itulah proses pengolahan teh berlangsung. Sebelum masuk ke pabrik, pengunjung diminta melepas sepatu dan sandal lalu menggantinya dengan sandal khusus yang disediakan. Setelah itu mencuci tangan sampai bersih dan mengenakan pakaian khusus--mirip baju kemeja putih panjang hingga selutut yang ada di rumah sakit kalau kita mesti memasuki ruang steril.

Di dalam, saya melihat mesin pelayuan dan pemilahan daun teh. Wujudnya seperti ini:

Proses pelayuan teh. Copyright @katanieke

Pemilahan teh. Copyright @katanieke

Daun teh yang sudah dipilah. Copyright @katanieke

Daun teh dilayukan selama berjam-jam antara 8-18 jam, setelah itu dibawa ke mesin pemilahan untuk memisahkan  daun dengan rantingnya. Delapan jam pada musim kemarau dan 18 jam pada musim hujan. Foto-foto di atas menggambarkan proses pelayuan hingga pemisahan. Berada di dalam pabrik ini, baunya teh banget. Pecinta teh pasti suka.

Teh hasil produksi Teh Wonosari kemudian dikirim ke Surabaya untuk kemudian dikirimkan ke para pembeli. Tak cuma pembeli domestik, pabrik PTPN XII ini mengekspor teh Indonesia ke negara-negara di Eropa. Artinya, teh Indonesia dianggap termasuk berkualitas baik di mata dunia. 


Bubuk teh hitam hasil dari Pabrik Teh Wonosari. Copyright @katanieke
Pengalaman asyik berikutnya adalah menyeduh teh bubuk. Tak jauh berbeda dengan kopi, ternyata membuat teh yang nikmat itu ada kiatnya. Ngomong-ngomong soal barista teh, kalau kamu penggemar Meteor Garden 2018, masih ingat dengan tokoh Ximen kan? 




Nah, pekerjaan seorang barista teh ini ternyata kayak Ximen. Dia seseorang yang tahu bagaimana menyajikan teh yang nikmat serta menguasai semua hal tentang teh. Dalam wisata edukasi teh, pengunjung bakal dibagikan jurus-jurus menyajikan teh. Belajar menyeduh teh lokasinya tentu saja bukan di pabrik. Usai mengintip pabrik teh, pengunjung bergeser ke kafe Tea House yang letaknya hanya berjarak sepelemparan batu saja. Hanya jalan kaki beberapa menit, sudah sampai.

Saya baru tahu kalau profesi barista tak hanya berkaitan dengan kopi, tapi juga teh. Iya, ada barista teh. Ini pengetahuan baru saya setelah berkunjung ke Kebun Teh Wonosari di Lawang, Jawa Timur.



Kesempatan belajar menyeduh teh ini jangan dilewatkan. Meski tak bakal jadi barista teh profesional, paling enggak, kita bisa mempraktekkannya di rumah sehari-hari. Sambil belajar menyeduh teh, membayangkan Ximen, oh-la-la.

Paling unik dalam pelajaran teh ini, ketika pengunjung diminta menjajal satu per satu jenis serbuk kopi di antaranya: orange pekoe, broken pekoe, pekoe. Ternyata tak cuma kopi yang punya macam-macam jenis. Seru, kan? Sebelum ikut wisata ini, saya cuma tahu dunia teh itu cuma sebatas teh celup merek A, B, C dan teh tubruk merek A, B, dan C. 


Belajar jadi barista teh. Copyright @katanieke

Cara mencoba kualitas teh dalam bentuk bubuk itu yang paling kocak. Berbekal dua sendok makan, saya menetralkan lidah saya terlebih dulu dengan menyendok air putih, memasukkannya ke dalam mulut, berkumur, dan lalu dikeluarkan. Kayak waktu sikat gigi. Setelah itu, mencoba satu per satu bubuk teh yang sudah dicampur air panas. Sendok pertama digunakan untuk mengambil jenis teh pertama, kemudian dituangkan ke sendok kedua. Nah, sendok kedua ini yang kita masukkan ke dalam mulut, tapi dengan cara menghisap--menarik cairan itu hingga bisa kamu rasakan ke rongga mulut dan gigi, lalu dikeluarkan. Bagaimana rasanya?

Pahit! Tapi teh yang berkualitas baik, ternyata adalah teh yang pahit, lho. Jadi kalau kamu mengalami pahitnya kehidupan, jangan menyerah, kamu sedang diproses untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berkualitas. Lah, eh, kok malah berfilosofi. Filosofi teh, eaaa....


Ngomong-ngomong, saya suka banget dengan suasana kafe Tea House ini. Nggak hanya Instagramable, tapi juga nyaman. Rasanya betah nongkrong di situ sambil menyeruput teh panas dan makan camilan. Padahal ya, kalau malam suhu udara bisa mencapai 16-18 derajat celcius. Dinding-dindingnya penuh mural dengan kutipan-kutipan tentang teh dan kopi. Ohya, di sini pengunjung juga bisa memesan aneka macam minuman kopi. 

Barista beraksi. Copyright @katanieke
Buat pecinta teh, paket yang ini mesti dicoba. Sepulang saya dari Wisata Agro Wonosari, lidah jadi berbeda. Saya jadi tahu mana teh yang berkualitas, mana yang tidak. PTPN XII juga mengeluarkan produk teh celup yang dibanderol dengan nama teh Rolas atau Rolas tea. 
***
Baca juga tulisan saya Wisata Agro Wonosari: Mengejar Fajar di Bukit Kuneer


Salam jalan-jalan,
Nieke Indrietta
IG: @katanieke


Daftar harga paket wisata di Wisata Agro Wonosari:






Tulisan saya lainnya:

Traveling ke Surabaya: Pengalaman Mendebarkan di Atlantis Land

Crazy Rich Asians (Wannabe) dan Kelas Menengah Ngehek