Menu

Percik Kata Nieke

Kamis, 28 Juni 2018

Antara Trump, Kim Jong-un, dan Lee Seung-gi


Mumpung lagi hangat-hangatnya pertemuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, nonton drakor The King 2Hearts bisa jadi pilihan. Ini drakor lama sih. Tayang tahun 2012. Tapi ceritanya oke, kok. Apalagi yang main Lee Seung-gi dan Ha Ji-won. 


Poster resmi drama Korea The King 2 Hearts.
Sumber IMDB

Saya nonton drakor The King 2 Hearts bukan karena berita yang hangat soal Trump dan Kim Jong-un. Udah nonton drakor ini sebelum dua pemimpin kontraversial di dunia itu bertemu di Singapura beberapa waktu lalu. Hal yang bikin saya nonton The King 2 Hearts malah karena drakor Korean Odyssey. Di situ Lee Seung-gi berperan jadi Sun Go-kong versi Korea, Son Oh-gong. Gara-gara rampung nonton  Korean Oddisey tapi masih baper dan pengen lihat tampang lucunya Lee Seung-gi. Hahahaha. Dari iseng mencari nama Seung-gi di Youtube, nonton video klip lagu-lagunya, sampai nemu drakor The King 2 Hearts. Nonton episode pertamanya langsung suka dengan ceritanya.

Drakor dibuka dengan peristiwa runtuhnya Tembok Berlin serta bersatunya Jerman Barat dan Timur.  Keluarga kerajaan Korea Selatan menyaksikannya di tayangan berita di televisi yang berada di ruang keluarga. Sang Raja menontonnya bersama Lee Jae-kang--kakak Jae-ha. Lee Jae-kang, sang putra mahkota, mengemban amanah untuk menyatukan kembali Korea Selatan dan Korea Utara. Reunifikasi Jerman menjadi inspirasi dan motivasi untuk melakukan hal serupa bagi negaranya.

Awalnya saya sempat meremehkan drakor The King 2 Hearts. Ngeliat poster drakornya udah membuat saya berasumsi ini paling cerita cinta-cintaan antara pangeran Korea dengan rakyat biasa, tipikal drakor yang sudah-sudah. Di drakor ini, peran Lee Seung-gi juga nggak jauh-jauh amat dari Son Oh-gong, cowok tampan, imut, bandel, namun jadi pujaan perempuan.

Drama Korea The King 2 Hearts. Kredit foto MBC
Jangan anggap saya ikut terpesona ngeliat peran Lee Seung-gi itu. Justru karena begitu menyebalkannya karakter yang dia perankan, saya nyaris berhenti nonton The King 2 Hearts. Ini cowok kurang ajar buanget sih! Ngerjain perempuan! Sok kepedean! Kalau ada yang macam begini muncul di depan saya, udah saya bogem kayaknya. Etapi terus nyadar, siapalah saya ini dibanding Ha Ji-won. Lee Seung-gi dunianya di langit. Saya di lembah kekelaman. Huaaa.

Beruntunglah kamu, Lee Seung-gi, karena Lee Jae-ha--karakter yang kamu perankan akhirnya berubah jadi gentleman di episode kesekian. Itu setelah Lee Jae-ha dari pangeran dilantik menjadi raja, menggantikan kakaknya. (Eh, spoiler).

Seperti yang sudah saya tulis, di episode-episode awal, saya sudah menerka The King 2 Hearts ceritanya Lee Seung-gi yang jatuh cinta sama Ha Ji-won. Pangeran dari Korea Selatan yang menjalin asmara dengan tentara dari Korea Utara.  (Harap diingat ini drakor dibuat jauh sebelum Trump dan Kim Jong-un bertemu. Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara masih panas dan dingin). Tebakan saya, ah paling romansa Romeo and Juliet ala Korea. Saya memandang sebelah mata.

Eh ternyata saya benarnya cuma sedikit. Ceritanya lebih oke dari yang saya bayangkan. Usai melahap habis seluruh episodenya, ternyata keren banget. Iya, memang kisah cinta seorang raja Korsel Lee Jae-ha dengan tentara khusus dari Korut, Kapten Kim Hang-ah. The King 2 Hearts juga menceritakan harapan dan upaya perdamaian Korsel dan Korut. Mengungkap adanya mafia senjata yang tidak menginginkan reunifikasi antara dua pihak. Adanya konspirasi yang berupaya terus membuat rusuh supaya kepentingan mereka terpenuhi, terutama mafia senjata.Oh waw, seru sekali. Dan rada-rada nyentil PBB, gitu.

To sum up, saya rekomendasikan pecinta drakor nonton The King 2 Hearts! Ada unsur laga, politik, romansa semuanya diramu jadi satu di sini. Sebenarnya film dan drama Korea tak hanya drama-drama romantis, lho. Kalau ingin tahu betapa kayanya genre film dan drama Korea, klik di sini.

(Nieke Indrietta)


Tulisan saya yang juga nggak kalah asyik:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hi... terima kasih sudah mampir dan membaca blog saya. Terima kasih pula untuk sudah berkomentar dengan sopan, tidak meninggalkan spam dan tidak menggunakan LINK HIDUP di kolom komen. Untuk setiap komentar, saya upayakan kunjungan balik ke blog Anda untuk menjaga tali silaturahmi.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sebaiknya tidak gunakan akun anonim.

Salam.