Menu

Percik Kata Nieke

Jumat, 28 Februari 2020

6 Alasan Gagal Move On dari Crash Landing on You

Demam drama Korea Crash Landing on You (dan Hyun Bin, pemeran utamanya) sedang melanda. Penontonnya dari rakyat jelata seperti saya hingga sekelas Anissa Pohan dan Nafa Urbach. Kisah cinta antara Kapten Ri Jeong-hyeok dari Korea Utara dengan konglomerat Yoon Se-ri dari Korea Selatan.

Hyun Bin dan Son Ye Jin di Crash Landing on You
Kredit @TVN

Ada jamaah Crash Landing on You yang terdampar di halaman blog ini? 

Jujur saja, awal saya melihat teaser Crash Landing on You, saya belum tertarik untuk mengikuti drama Korea ini secara on going (semasa tayang). Biasanya saya lebih suka menunggu drakor itu tamat terlebih dulu, baru binge watching (marathon nonton) seluruh episodenya. Soalnya, teaser drakor Hyun Bin dan Son Ye-jin itu belum begitu menggambarkan kisahnya. Hanya menampilkan Babang tamvan berjalan di dok di pinggir danau di Swiss, sementara Mbak Ye-jin berdiri sambil memegang kamera di pinggir danau. 

Saya baru tergelitik untuk menontonnya setelah mengetahui bahwa kisah ini berlatar Korea Selatan dan Korea Utara. Sebagai anggota sobat missqueen seseorang yang beruntung pernah melintasi Demiliterized Zone (DMZ) Korea Selatan dan Korea Utara, tergugahlah saya. Omong-omong, DMZ adalah wilayah perbatasan Korsel dan Korut yang dikelola oleh kedua pihak. Di bagian daratan Korsel, tempat itu malah dihiasi dengan taman bermain, didirikan monumen reunifikasi, museum, bioskop mini untuk menyaksikan film sejarah Korut dan Korsel, taman yang indah, serta stasiun kereta Dorasan--yang jalur relnya terhubung ke Pyongyang, Korut.

DMZ, wilayah demiliterisasi, Korea Selatan
Saya bersama jurnalis dari berbagai negara saat 
mengunjungi stasiun Dorasan di wilayah DMZ, Korea Selatan.
Foto pribadi.
Korea Selatan memang menjadikan daerah yang sejatinya rentan wilayah konflik itu menjadi destinasi wisata, untuk mempromosikan reunifikasi. Kalau hubungan Korut-Korsel lagi tegang, misalnya Korut baru menguji coba senjata nuklirnya, atau terjadi kontak senjata di perbatasan, wilayah DMZ akan ditutup. Itu sebabnya, meski DMZ termasuk destinasi wisata, tak gampang untuk memasuki area tersebut. Jika berminat untuk singgah ke sana, sebaiknya melalui agen tur lokal/setempat. 

Pemeriksaannya saja untuk menuju ke sana berlapis-lapis. Ada beberapa larangan membawa barang apapun termasuk kamera dan ponsel di area tertentu di DMZ. Misalnya di terowongan ketiga DMZ--ini adalah terowongan yang dibangun Korut untuk menginvasi Korsel, yang ditemukan Korsel pada 1978. Panjangnya sekitar 1.635 meter, lebar sekitar 2 m, dan tingginya 2 m. Berlokasi hanya sekitar 52 kilometer dari Seoul, 4 km dari Imjingak, dan 3,5 km dari Tongilchon. Saya melintasi terowongan itu dari area Korsel hingga benar-benar hampir di mulut terowongan, yang sudah masuk wilayah Korut. Sayangnya, perjalanan saya di dalam terowongan tak terdokumentasikan lantaran larangan itu.

Di DMZ, juga terdapat Dorasan Observatory yakni gardu pandang dengan teropong-teropongnya. Dengan teropong itu, saya bisa melihat dengan jelas daratan Korut, desa-desa di dekat perbatasan, serta bendera Korut yang berkibar-kibar di seberang. Atas nama kenangan saya melintasi Korsel-Korut itulah, saya tergerak menonton Crash Landing on You. (Tentu saja sambil gumun, di DMZ dulu banyak ketemu tentara di perbatasan, kok enggak ketemu artis ganteng yang lagi wajib militer ya).

Dorasan Observatory, DMZ, Korea Selatan. Katanieke
Dengan teropong ini, saya bisa melihat daratan di sisi Korea Utara.
Ini di Dorasan Observatory, gardu pandang di DMZ, Korea Selatan.
Foto pribadi.
Memang ada beberapa adegan yang kurang meyakinkan dan bahkan janggal dalam Crash Landing on You, dua di antaranya paragliding atau paralayang yang bisa nyantol di pohon di perbatasan Korut dan betapa mudahnya Kapten Ri Jeong-hyeok mengantar Yoon Se-ri berjalan kaki dari Korut-Korsel. (Saya pernah mendengar testimoni secara langsung dari penyintas Korut yang lari ke Korsel. Dia bercerita dia butuh waktu tiga tahun untuk keluar dari Korut dengan jalan kaki melalui hutan, gunung, dan padang untuk menuju negara China, negara ketiga, hingga akhirnya masuk ke Korsel). Drakor pun sudah memberi alasan di jalan ceritanya, bahwa pasukan Kapten Ri adalah penjaga perbatasan, sehingga mereka bisa kompak tutup mata. Mari kita maafkan demi Hyun Bin dan Son Ye-jin.

Jadi begitulah asal-muasal saya menonton Crash Landing on You. Sewaktu saya nonton, saya juga suka cara sutradara dan penulis naskahnya yang memainkan alur maju mundur dengan menggunakan epilog. CLOY memunculkan petunjuk-petunjuk benang merah antara Kapten Ri dan Yoon Se-ri melalui epilog itu. Belum lagi dua latar tempat yang disajikan dengan indah sinematografinya di tempat ini: Korea Selatan dan Swiss. 

Ada beberapa hal di Crash Landing on You yang membuat hati penontonnya ambyar. Dan buat yang sudah menonton, masih gagal move on (beranjak).

1. Visual pemeran utamanya: Hyun Bin dan Son Ye-jin
Siapapun tak menyangkal, Hyun Bin sungguh tampan dan mempesona di drama Crash Landing on You yang tayang sejak Desember 2019 ini. Perannya sebagai tentara membuat ia kerap mengenakan seragam dan memamerkan badannya yang tegap, tinggi, bahu yang bidang, dan punggungnya yang kokoh. Cocok untuk tempat bersandar. *eh

Hyun Bin dan Son Yejin di Crash Landing on You
Kredit @TVN
Hyun Bin, aktor kelahiran September 1982 ini bernama asli Kim Tae-pyung. Ia dikenal melalui dramanya berjudul My Lovely Sam-soon pada 2005. Melihat romantisnya Hyun Bin sebagai Kapten Ri Jeong-hyeok dengan Son Ye-jin sebagai Yoon Se-ri di Crash Landing on You, tentu kamu tak menyangka kalau keduanya pernah bermain di posisi antagonis dan protagonis dalam sebuah film.

Hyun Bin sebenarnya pernah bermain bersama Son Ye-jin di film The Negotiation. Di situ, Hyun Bin berperan sebagai Min Tae-gu, penjahat yang terlibat dalam perdagangan senjata yang kemudian menculik orang-orang karena sesuatu hal. Sementara Son Ye-jin berperan sebagai Ha Chae-yoon, polisi yang bertugas untuk negosiasi dengan penjahat dalam kasus penculikan dan penyanderaan. Ya kalau kamu mendengar banyak rumor mengenai kedekatan keduanya dan banyaknya fans yang shippering, awalnya kalau enggak salah muncul dari film ini. 

Kalau sudah pernah nonton The Negotiation, kamu akan terkesima wajah ganteng Babang Hyun Bin ternyata bisa jadi wajah penjahat (yang meski tetap ganteng) dan sadis. Ya namanya juga aktor kelas atas. Sedangkan Son Ye-jin yang cantik, gorjes, dan kadang manja bisa terlihat tangguh. 

Enggak ada adegan romantis-romantisan di sini, soalnya Hyun Bin dan Son Ye-jin berhadap-hadapan sebagai lawan, bukan sepasang kekasih seperti  di Crash Landing on You. Tapi saya jamin, sepanjang nonton film ini, adrenalin kamu akan terpacu lantaran sedemikian serunya jalan cerita. Artis perempuan kelahiran Januari 1982 ini cukup bagus memainkan peran sebagai polisi yang bertugas membebaskan sandera.

Trailer dari Youtube CJ Entertainment

2. Kisah cinta terlarang Korea Utara dan Selatan
Ibaratnya, kisah Kapten Ri Jeong-hyeok dan Yoon Se-ri seperti kisah Romeo dan Juliet di era industri 4.0. Kisah cinta terlarang karena isu politik. Yoon Se-ri seorang konglomerat yang terdampar di wilayah perbatasan Korut karena bermain paragliding dan terseret pusaran badai. Sejumlah episodenya berlatar di wilayah Korut, walau syutingnya tetap di Korsel seperti di Pulau Jeju dan Binae. Menonton drakor ini, penonton yang tak terlalu mengikuti isu politik Korut-Korsel, jadi mengetahuinya. Ada perbedaan antara Korut dan Korsel mulai dari ketersediaan teknologi, listrik, hingga budaya cara berpakaian dan logat berbicaranya.

CLOY bukan satu-satunya drakor yang mengangkat isu Korut dan Korsel, drakor lainnya misalnya Doctor Stranger yang dibintangi Lee Jong-suk, Park Hae-jin (yang main di Cheese in the Trap dan Forest), serta Kang So-ra. Lalu The King 2 Hearts yang menghadirkan Lee Seung-gi dan Ha Ji-won.  Ingin tahu drakor The King 2 Hearts, bacanya klik di sini.

Kalau penonton bisa menikmati cerita yang bergulir, tentu tak lepas dari tangan kedua orang ini: Lee Jung-hyo sang sutradara dan Park Ji-eun sang penulis. Lee Jung-hyo sebelumnya menyutradarai drakor Criminal Minds, In Need of Romance, dan A Witch's Love. Makanya enggak heran penonton CLOY mengalami plot yang menegangkan dan merasakan beberapa genre sekaligus dalam drakor ini, seperti laga, intrik politik, dan romansa. Sementara Park Ji-eun menulis drama sukses seperti My Love from the Star, The Producers (di kedua drakor ini, Kim Soo-hyun main jadi peran utama, enggak heran kalau dia muncul jadi cameo di CLOY ya), serta The Legend of the Blue Sea.

Drakor memang kaya genre ya, bahkan kadang dalam satu drakor terdapat beberapa genre sekaligus. 

Trailer diambil dari Youtube The Swoon


3. Menyajikan Indahnya Persahabatan
Ketika terdampar di Korut, Yoon Se-ri ditemukan oleh Kapten Ri dan anak buahnya. Ketika Kapten Ri memutuskan menyembunyikan Se-ri di rumahnya, otomatis seluruh anak buahnya terlibat. Maka lahirlah persahabatan antara Se-ri dengan keempat anak buah Kapten Ri yang lucu-lucu ini. 

Mereka adalah Pyo Chi-su--yang demen berantem sama Se-ri, serasa melihat Tom and Jerry, Kim Ju-meok--tentara berjiwa melankolis yang hobi nonton drakor dan fans berat Choi Ji-woo, Park Kwang-beom yang tampan dan sewaktu ke Seoul ditawari agensi jadi artis, Geum Eun-dong yang paling muda dan lugu. Tidak lupa Jung Man-bok, tentara penyadap yang semula di pihak musuh yang belakangan menjadi bagian dari geng Kapten Ri.

Kapten Ri, Yoon Se-ri dan anak buahnya saat di Seoul.
Kredit @TVN
Yoon Se-ri dengan ibu-ibu desa dekat rumah Kapten Ri juga menjadi akrab. Padahal awalnya Se-ri tak berniat berteman dengan mereka karena takut identitasnya sebagai orang Korsel ketahuan. Namun karena ia disembunyikan di rumah Kapten Ri dan diakui sebagai tunangan, mau tak mau Se-ri berteman dengan mereka dan malah menjadi semacam geng ibu-ibu yang kocak. Mereka adalah Na Wol-suk kepala dusun, Ma Young-ae istri atasan Kapten Ri, Hyeong Myeong-sun istri Jung Man-bok, dan Yang Ok-geum.

Yoon Se-ri dan ibu-ibu dusun tempat tinggal Kapten Ri Jeong-hyeok
Kredit @TVN
Kehadiran para tokoh ini memberikan suasana lucu di tengah cerita yang tegang, tanpa mengganggu alur cerita utama.

4. Kekuatan Memaafkan
Yoon Se-ri memang ditampilkan sebagai konglomerat, atau istilah negara asalnya disebut chaebol, kaya dari lahir. Namun ia memiliki keluarga yang penuh intrik. Ibu kandungnya sudah meninggal, ayahnya menikah kembali. Ibu tirinya pernah meninggalkan Se-ri sendirian di pantai dan hal itu membuatnya sangat trauma dan terluka.

Belum lagi dua saudara tirinya yang sibuk bermain intrik untuk merebut jabatan perusahaan-perusahaan milik Ayah Se-ri. Se-ri kerap merasakan diri hanya sendirian. Itu sebabnya, di awal cerita penonton berhadapan dengan Se-ri yang egois, hanya mementingkan diri sendiri, hanya berteman jika membutuhkan, tak mudah mempercayai orang lain, kerap berkata kasar pada karyawan bawahannya, bersikap tidak manusiawi terhadap stafnya.

Kredit @TVN
Sisi Se-ri yang ini kemudian terkikis dan berubah ketika bertemu geng Kapten Ri dan geng ibu-ibu di dusun Kapten Ri, serta tentu saja bertemu dengan kebaikan hati Kapten Ri sendiri. Uhuk! Ketika Se-ri berhasil kembali ke Korsel, ia kembali berhadapan dengan saudara tirinya yang berusaha merebut jabatan perusahaan dan harta kekayaan keluarga. Ada satu dialog di episode 11, Se-ri berkata kepada saudara tirinya, "Saya tidak akan pernah melupakan orang yang pernah menjatuhkan saya dan orang yang membiarkan saya jatuh dalam masalah."

Saat itu, Kapten Ri sedang bersembunyi di apartemen Se-ri mendengar percakapan menyedihkan antara Se-ri dan saudara tirinya. Ia tak menyangka Se-ri memiliki keluarga yang sejahat itu, padahal sebelumnya kala di Korut ia selalu meyakinkan Se-ri bahwa meski keluarga kerap bertengkar sebenarnya mereka menyayangi satu sama lain.

Maka saat saudara tiri Se-ri telah pulang dari apartemen Se-ri, Kapten Ri memeluk Se-ri sambil berkata,"Jangan lupa, orang yang seharusnya tidak pernah kamu lupakan dalam hidupmu bukanlah orang yang kamu benci, orang yang melukaimu, atau orang yang menjatuhkanmu.  Orang yang seharusnya kamu tidak pernah lupa dalam hidupmu, adalah orang yang menyayangimu dan kamu sayangi."

Ini adalah salah satu momen teruwu-uwu yang bikin hati penonton (perempuan) meleleh.

Nasihat Kapten Ri ini juga konsisten ia terapkan ke dalam hidupnya, dalam momentum ia mengetahui bahwa Jung Man-bok adalah orang yang mengkhianati dan menyebabkan Ri Hye-meok, kakak Kapten Ri terbunuh.

5. Sinematografi
Tentu saja, pemandangan Swiss yang tergambar dengan indahnya di Crash Landing on You membuat hati bercita-cita, semoga memperoleh rezeki untuk menginjakkan kaki di sana. Yekan?

Teaser dari akun Youtube The Swoon

Salah satu tempat yang membuat kita terpesona adalah kala Ri Jeong-hyeok bermain piano di pinggir Danau Brienz. Indah banget! Danau ini muncul di teaser Crash Landing on You. Lokasi lainnya adalah Desa Iseltwald, yang berada di selatan Danau Brienz, jembatan Sigriswil--tempat Se-ri dan Kapten Ri berbincang pertama kalinya, Jembatan Munsterbrucke di Zurich--tempat Se-ri menanti-nanti pertemuan dengan Kapten Ri, serta Kleine Scheidegg--lokasi Se-ri dan Kapten Ri berpapasan namun belum kenal satu sama lain.

6. Kisah yang Mempercayai Jodoh adalah Takdir
Crash Landing on You memang bukanlah satu-satunya drakor yang menghadirkan tema tentang love and destiny. Dalam kisah, Kapten Ri telah dijodohkan oleh orangtuanya dengan Seo Dan, anak perempuan pengusaha pemilik departemen store terbesar di Pyongyang, Korut. Sementara Yoon Se-ri sedang jomblo, walau kala di Seoul ia kerap nge-date dengan beberapa artis. Ya namanya juga orang kaya, orang kaya mah bebas.

Bahkan film Hollywood, banyak menyajikan rom-com dengan tema ini. Namun, dalam hal ending yang lebih rapi dan runut dalam menuntun penonton menuju ke takdir tersebut, menurut saya lebih apik dan terasa lebih masuk akal dalam film Serendipity.

Film yang tayang pada 2002 dengan pemeran utama John Cusack dan Kate Beckinsale ini juga mengisahkan pertemuan seorang pria dengan perempuan yang masing-masing sudah memiliki kekasih. Keduanya kemudian menghabiskan waktu berjalan bersama dan berbincang bersama, dan merasa bahwa masing-masing sebenarnya adalah the one, orang yang sebenarnya ditakdirkan untuk mereka. Namun lantaran masing-masing telah terikat komitmen dengan pasangan, mereka menguji perasaan itu.

Kate Beckinsale menulis nomor teleponnya di sebuah buku yang diketahui judulnya oleh John Cusack. Setelah pertemuan pertama itu, mereka tak bertemu lagi. Namun tiap kali melihat buku berjudul yang sama, John Cusack selalu membukanya dan mencari bagian halaman yang tertera nomor telepon Kate Beckinsale. Cara sang sutradara menuntun John Cusack dan Kate Beckinsale dalam film ini yang saya nilai cukup masuk akal dan rapi.

Sekali lagi, penonton akan bisa memaafkan beberapa bagian yang kurang logis dan tidak masuk akal ini, demi menyaksikan duo kesayangan Hyun Bin dan Son Ye-jin. Apalagi yang shippering keduanya (termasuk saya). Jalinan cerita yang bergulir menarik dengan sinematografi yang apik membuat penonton bisa memaafkan kelemahan cerita.

Terakhir, para penonton yang usianya sepantaran dengan Hyun Bin dan Son Ye-jin atau berada di 30-an, tentunya berharap wajahnya tetap awet muda seperti mereka. Dan kalau kamu yang membaca masih jomblo, semoga segera bertemu seseorang seperti Kapten Ri. Hahaha.

Udahan ya. Sampai ketemu lagi di bahasan film berikutnya.

Salam,
Nieke Indrietta
Ketemu di IG yuk @katanieke_blog

Bahasan drakor lainnya:
My ID is Gangnam Beauty: Antara Kecantikan, Jati Diri, dan Operasi Plastik
Review Drama Choi Jin-hyuk: Tunnel vs Pride and Prejudice

Ingin baca seputar traveling dan kuliner, klik di sini.


17 komentar:

  1. Dulu mba, aku heran sama semua pecinta Drakor, sampe pernah bilang, "amit2 aku bakal tergila2 dengan Drakor gini doang" :p.

    Kualat banget sih...

    Dan skr, aku belum bisa move on dari CLoy iniii hahahahaha. Awalnya yaaaa, ga niat nonton. Aku cuma sering banget di tag Ama temen2 dan disuruh liat apa bener daerah Korut yang digambarkan persis kayak begitu, secara sept 2019 kmrn aku baru balik dari Korut :D. Penasaran jadinya.. eh ndilalah malah keterusan nonton wkwkwkkwwk...

    Dan salut Ama semua crew film yang bisa membuat settingan desa di Korut nyaris mirip Ama asli :D. Pengobat kangen banget Ama Korut..

    Gara2 Cloy juga aku jd nonton the negotiation Ampe drakor2 Hyun bin yang sebelumnya :D. Dan hrs aku akuin, drakor memang senagih itu :D.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren mbak udah nyampe Korut. Saya udah mampir di blog mbak Fanny. Pengen banget kayak mbak bisa ke Korutnya ke Pyongyang misalnya. Kepo sama budaya dan kulinernya. ☺

      Semua akan drakor pada waktunya 😁

      Hapus
  2. Salut dengan review filmnya, meski saya belum pernah menontonnya, namun tetap merasa jadi tau sosok demi sosok dalam drakor crash landing diatas, Kalo saya memang tipe penikmat kali ya, setelah nonton udah...kalo disuruh review mungkin cuma dapat beberapa kalimat aja... " nonton deh biar gak penasaran " heheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau saya--mungkin karena background pernah belajar sinematografi dan filmologi ada yang saya tonton lebih dari sekali. Nonton pertama utk ikuti alur ceritanya. Nonton kedua untuk perhatikan detil plot, pengambilan gambar, emosi per karakter, dll. Kalau perlu saya akan searching behind the scenenya. 😁

      Hapus
  3. Wah drakor kayaknya seru deh hobinya teman aku nge drakor nih pasti sangat suka deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha. Saya kalau nonton drakor tergantung ceritanya dan kadang genrenya. 😀😁

      Hapus
  4. Saya juga suka nonton film crash landing tapi yang bersifat investigasi.. biasanya dari sana ada saja pelajaran yang didapat... o ya baru tahu kalau ada teropong yang bisa melihat ke daerah Korea Utara... dan itu disediakan untuk publik ya? si Korutnya nggak ngambek tuh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya itu teropongnya buat publik kok. Korut gak ngambek karena itu daerah yang dikelola bersama. Nama wilayahnya Demiliterized Zone atau disingkat DMZ. Dikelola militer Korut dan Korsel. Ada DMZ di wilayah Korsel ada wilayah Korut. Di sana ada pabrik atau kawasan industri yg dikelola bersama namanya Kaesong.

      Hapus
  5. Gagal fokus sama umur mereka berdua yang sebayaan dan menjelang 40-an tapi tampangnya gak setua itu ya wkwk, btw emang mereka berdua ini belum menikah kan mudah2an jadi jodoh di dunia nyata ya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga ngeship mereka. Konon mereka udah akrab sejak main The Negotiation.

      Tahun 2021 doa kita dikabulkan. Naaah kan nah kaan mereka jadian beneran.

      Aku suka nonton behind the scene film dan drakor. Kadang dari sana tuh keliatan gesture aktornya. Hyun Bin biasanya kaku sama aktor lawan mainnya. Ini sama Mbak Yejin ikrib banget. Ndilalah jodoooh. Moga awet sampai pelaminan dan jangan cerai kayak Song Song couple. Cedih akutu.

      Hapus
  6. Selalu heran sama wajah artis Korea yg awet muda. Nggak nyangka kalo keduanya lahir tahun 82. Kayaknya waktu gak ada pengaruhnya buat usia mereka ya hehe

    BalasHapus
  7. Ah iya mereka ketahuan pacaran ya, mudah2an segera menikah ya udh cocok banget sih secara usia juga keduanya sudah matang, semoga gak berakhir spt song2 couple, haduh jadi pengen nonton lagi deh liat keuwuan mereka :)

    BalasHapus
  8. Jangankan mba yang pernah ke perbatasan Korut dan Korsel, saya juga agak kepo setelah tahu background tersebut di CLOY. Kabarnya 2 pemain utamanya sekarang jadian. Sayapun suka dengan Serendipity.

    Semua kisah romantis di film/serial sebenarnya berulang dan 'berformula', tapi bagaimana mengemasnya jadi orang tetap saya 'terperdaya'

    BalasHapus
  9. Oh tidaak.. Korea again hehee. Mau ke negerinya aja sy sih. Takut baper klo nonton k-movie 😁

    BalasHapus
  10. Wah sepertinya film ini seru banget nih. Ada kisah cinta, persahabatan dan juga saling memaafkan. Pasti langsung terbawa alur nih kalau sudah nonton film ini. Jadi beneran bikin susah move on dari drakor ini hehe...

    BalasHapus
  11. ... dan sampai sekarang aku belum juga sempet nonton.

    BalasHapus
  12. Ga bisa diganggu saya mah kalo udah nonton film ini hehehe syakep bingittt

    BalasHapus

Hi... terima kasih sudah mampir dan membaca blog saya. Terima kasih pula untuk sudah berkomentar dengan sopan, tidak meninggalkan spam dan tidak menggunakan LINK HIDUP di kolom komen. Untuk setiap komentar, saya upayakan kunjungan balik ke blog Anda untuk menjaga tali silaturahmi.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sebaiknya tidak gunakan akun anonim.

Salam.