Menu

Percik Kata Nieke

Selasa, 08 Desember 2020

Taman Selecta Batu Secantik Taman Bunga Jeju

Keindahan taman bunga di Selecta, Batu, tak kalah dengan taman-taman bunga di Belanda dan Pulau Jeju, Korea. 

Sky Bike Taman Selecta Batu Jawa Timur
Sky bike di Taman Selecta, Batu, Jawa Timur. Foto: Nieke

Segar. Hawa dingin Kota Batu membuat saya ingin menarik napas dan mengembuskannnya berkali-kali. Itulah yang saya lakukan begitu turun dari mobil setelah sekitar dua jam perjalanan dari Surabaya. Melakukannya membuat penat di kepala hilang. Ibarat kendi kosong yang digerojok air putih segar hingga tumpah ruah. Nyesss.

Langit Kota Batu mendung siang itu. Menyisakan sedikit matahari yang mengintip di balik kelambu langit yang kelabu. Kaki saya menjejak halaman parkir Taman Selecta, Batu. Melirik jam di ponsel, sekitar pukul 14.00 siang. Saya sampai lebih cepat dari perkiraan. Berangkat dari Surabaya sekitar pukul 12.30, mobil melalui jalur tol dari pintu tol Jalan Mayjen Sungkono Surabaya. Melaju dengan kecepatan rata-rata. 

Saya melempar pandang ke sekelilling, menyisir tempat favorit liburan keluarga di masa kecil. Banyak sekali perubahan, walau beberapa bangunan tak berubah, mempertahankan keasliannya demi sejarah. 

Kedatangan saya bukan untuk berlibur. Sebuah perjalanan pertemuan bisnis. Walau begitu kanjeng bos meeting yang membosankan, saya (dibebaskan) keluyuran sendiri ke lokasi tamannya. Sekalian nostalgia, batin saya. Dengan mobil truk kecil yang disediakan hotel Selecta, semacam mobil pick up dengan kursi-kursi panjang di bagian belakangnya, saya menuju bagian Taman Selecta--tempat wisatanya. Mobil itu selalu siaga, keliling rute hotel Selecta-tempat parkir-naik ke atas yakni Taman Selecta-pasar bunga Taman Selecta-kembali ke hotel Selecta.


Jembatan bertuliskan Selecta dan kolam ikan ini sudah ada sejak zaman saya SD, lho. 
Foto: Nieke

Jalan menuju ke taman tak jauh, hanya sekitar lima menit berkendara dengan mobil hotel tersebut. Tapi jangan coba berjalan kaki. Lumayan jauh. Apalagi jalannya menanjak. Taman Selecta--yang satu kompleks dengan hotelnya--berada di bagian dataran yang lebih tinggi. 

Sesampai di Taman Selecta, saya langsung menuju ke bagian taman-taman bunganya. Beruntung sekali saya. Mungkin lantaran ini masa pandemi, tak banyak orang di sana. Padahal biasanya turis-turis berjejalan hingga sulit menemukan spot untuk berfoto. 

Suasana seperti itu membuat saya membayangkan adegan-adegan dalam drama Korea. Biasanya pemeran utama pria yang chaebol (keluarga konglomerat) menyewa taman wisata secara eksklusif agar hanya bisa digunakan pribadi. 

Ingat adegan dalam salah satu episode Why Secretary Kim/What's Wrong with Secretary Kim? Saat Park Seo-joon menyewa satu tempat wisata hanya demi bisa berkencan berdua dengan Park Min-young. Tempat wisata itu jadi serasa milik mereka berdua. Nah kalau situasi saya, Taman Selecta ini serasa jadi milik saya. Tanpa booking


Taman bunga di taman Selecta, Batu, Jawa Timur
Taman bunga di Taman Selecta, Batu, Jawa Timur.
Foto: Nieke


Mungkin lantaran masih pandemi, ditambah saya pergi saat weekdays atau hari kerja, sehingga jumlah turis tak banyak. Tentu ini menguntungkan, karena tak perlu jaga jarak. Tak ada kerumunan, tak ada orang berjubelan. Hasilnya, saya bisa leluasa berfoto seperti di bawah ini. 


Taman bunga di Taman Selecta, Batu, Jawa Timur
Terdapat berbagai aneka jenis bunga di Taman Selecta. 
Foto: Nieke


Selecta Tempat Rekreasi Sejak Era Kolonial

Bagi orang Jawa Timur, kemungkinan besar Taman Selecta adalah tempat kenangan masa kecilnya. Tempat wisata ini sudah populer sejak 1980-an. Biasanya warga Jawa Timur berlibur ke tempat ini, apalagi warga Surabaya. Taman rekreasi ini terletak di Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur.

Ketika saya mengunggah foto Taman Selecta yang  terkini, muncul komentar dari seorang kawan yang bilang kalau Selecta tempat liburannya semasa kanak-kanak. Wah sama dengan saya. 

Sebenarnya, Selecta telah menjadi tempat rekreasi sejak zaman kolonial. Namun saat itu hanya terbatas orang-orang Belanda saja yang berlibur ke taman bunga yang pada masa itu bernama Selectie. Dibangun oleh Reyter De Wild, seorang Belanda pada 1928, dengan konsep tempat peristirahatan, kolam renang, dan taman. 

Ketika Indonesia diduduki Jepang, tempat ini berubah nama menjadi Hashiguchi. Sekitar 1950-an, taman rekreasi alam yang pernah dijuluki Swiss Kecil ini dibangun kembali dan menjadi tempat berlibur Presiden Pertama Indonesia, Soekarno. Kenapa dijuluki Swiss kecil? Soalnya pemandangan sekitarnya adalah gunung dan perbukitan. Jadi kalau mau pose adegan romantis ala-ala Crash Landing on You, main ke sini aja. *bhihik


Kolam ikan Taman Selecta, Batu, Jawa Timur
Yuk lihat ikan-ikan di akuarium. Kali aja bernasib seperti Claire Daines waktu jadi Juliet, 
yang ketemu Leonardo DiCaprio pas jadi Romeo waktu nengok ikan di akuarium. 
Foto: Nieke

Bangunan-bangunan peninggalan Belanda itu masih dipertahankan, termasuk kolam renangnya yang super besar. Kini, ada beberapa tambahan bangunan baru dan wahana-wahana sebagai tempat bermain para pengunjungnya. Misalnya bianglala atau komidi putar dan Sky Bike yakni bersepeda dengan trek yang berada di atas sehingga pengunjung bisa melihat indahnya taman bunga Selecta dari atas. Ada juga wahana kora-kora alias perahu ayun.

Kolam renangnya pun kini ditambah. Kolam renang yang terbaru memiliki fasilitas waterpark. Pengunjung bisa memilih berenang di kolam yang mana. Sebelum pandemi, dua kolam itu sama-sama ramainya. Apalagi yang waterpark.

Wahana bermain Taman Selecta, Batu, Jawa timur
Kolam renang di Taman Selecta. Waterpark berada di bagian lain di kompleks yang sama.
Foto: Nieke

Taman Selecta juga menyediakan wahana bioskop empat dimensi. Biasanya pada saat liburan--sebelum pandemi--orang selalu antri untuk masuk ke sini. Saya saja mau menjajal belum kesampaian. Belum beruntung, saat saya berkunjung beberapa waktu lalu, wahana ini belum dibuka. Setidaknya saya menikmati keindahan taman bunganya. 

Food court atau pujasera juga buka di masa pandemi. Saya beli gula-gula kapas seharga Rp 10 ribu. Kalau mau jajan bakso harganya sekitar Rp 20 ribu semangkok. Harga makanan di pujasera ramah kantong, kok. Antara Rp 10-20 ribuan. Kalau makanan berat, tinggal ke restorannya.

Harga tiket masuk ke lokasi Taman Selecta Rp 40.000 per orang, belum termasuk wahana di dalamnya. Namun ada beberapa permainan yang gratis. Wahana yang berbayar misalnya flying fox, sky bike, perahu ayun atau kora-kora tiketnya antara Rp 10-20 ribu per orang sekali main. Ohya, kalau kamu menginap di hotel Selecta, digratiskan dari biaya masuk Rp 40 ribu. Paling hanya bayar wahana yang berbayar saja.

Kalau kamu dari luar kota ingin berwisata ke sini, dari Surabaya bisa menyewa mobil. Biasanya sewa mobil sehari antara Rp 500-700 ribu per hari sudah dengan sopir dan BBM, tapi tidak termasuk biaya masuk tol. Kalau ingin tahu info lainnya soal Taman Selecta berikut hotelnya, klik di sini

Jangan lupa penuhi protokol kesehatan jika bepergian. Selalu gunakan masker, rajin cuci tangan, bawa hand sanitizer. Sebelum bepergian, bawa surat keterangan sehat yang diperlukan.


Taman Selecta
Toko suvenir di Selecta. Foto: Nieke

Saya sendiri hari itu tidak bermain wahana apapun.  Soalnya setelah foto-foto di taman bunganya, mendadak air tumpah dari langit. Saya segera berlari-lari kecil mencari tempat berteduh. Akhirnya berteduh di bagian food court atau pujaseranya sambil mengunyah gula-gula kapas, sambil mengenang jejak masa kecil di sini.

Nieke Indrietta

Tempat liburan asyik lainnya di Jawa Timur, yang tidak jauh dari Selecta: Kebun Teh Lawang, Wonosari

Tempat rekomendasi makan di seputar Kota Batu: Warung Wareg

8 komentar:

  1. Wah, liburan asyik banget ini mbak Nieke. Penuh tanaman ijo seger & banyak bunga warna-warni. Dari dulu pingin banget mampir ke Batu, Malang tapi belum kesampaian hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe. Sayangnya waktu saya ke sana bukan dalam rangka liburan. Nemeni kanjeng bos meeting lalu kabur ke taman karena bosan. :D Kalau enggak ada keperluan banget, enggak bakal jalan keluar kota kayak gini. Semoga pandemi segera berlalu, kita segera divaksin. Take care, stay healthy.

      Hapus
  2. Wow bagus sekali tamannya dan terlihat sangat terawat. Ada penginapan juga jadi kita tetap bisa menikmati keindahan bunga-bunganya sepanjang hari :))

    BalasHapus
  3. Seru ya, kebetulan saya nonton drakor itu. Taman serasa milik sendiri seru banget, cuma saya belum kesini. Moga2 nanti bisa nyusul

    BalasHapus
  4. Amazing ya selecta, ini embaknya bisa ngebandingin gini pasti udah pernah le belanda dan korea ya. Mantul. Bisa jadi list liburan keliling Indonesia nih.

    BalasHapus
  5. Waaaahh sudah lama banget saya gak ke sini, terakhir waktu darmawisata SD :) Sekarang semakin cantik dan terawat ya. Next ke sini lagi ah

    BalasHapus
  6. udah lama banget nggak kesini mbak, mungkin waktu SD terakhir kalinya
    dan 4 tahunan tinggal dimalang pun juga nggak kesini
    sekarang makin apik aja ya, apalagi ada taman bunga yang cantik begitu

    BalasHapus

Hi... terima kasih sudah mampir dan membaca blog saya. Terima kasih pula untuk sudah berkomentar dengan sopan, tidak meninggalkan spam dan tidak menggunakan LINK HIDUP di kolom komen. Untuk setiap komentar, saya upayakan kunjungan balik ke blog Anda untuk menjaga tali silaturahmi.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sebaiknya tidak gunakan akun anonim.

Salam.