Menu

Percik Kata Nieke

Kamis, 10 Januari 2019

Tetap Cantik di Tengah Kepungan Kosmetik Ilegal

Saya pernah terjebak membeli kosmetik ilegal dan palsu. Sialnya lagi, bedak tabur yang saya beli itu sukses membuat kulit saya berjerawat. Jangan bernasib sama seperti saya.

Ilustrasi kosmetik. Foto oleh Nieke.


Ceritanya begini. Saya tergiur dengan kosmetik-kosmetik yang kerap muncul di drama-drama Korea. Belum lagi iklannya gencar di media sosial. Intip-intip di toko daring alias online, eh kok beda jauh harganya dengan di toko--lebih murah. Teman saya yang kerja di bidang kosmetik pernah bilang, "Jangan tergiur harga murah untuk merek-merek yang kita tahu di toko harganya sekian. Takutnya itu palsu."


Suatu ketika, saya singgah di sebuah toko di sebuah pusat perbelanjaan, yang ternyata menjual produk kosmetik daring. Harganya sama pula dengan harga di situs. Siapa yang nggak ngiler, coba. 

Setelah keliling dan melihat-lihat, saya naksir satu bedak tabur yang mereknya mirip-mirip produk negeri Ginseng, tapi buatan negara Tirai Bambu. Seluruh keterangan produknya menggunakan huruf yang saya nggak bisa baca. Saya sempat buka Google dan sedikit riset tentang merek itu. Tak banyak review produk tentangnya, toh, saya nekad membeli. 

Itulah kesalahan saya. Beberapa kali pakai, kulit saya langsung berjerawat dan jerawat itu... hilangnya lama banget! Sampai sebulan. Kapok! Belakangan saya menyadari, produk yang saya beli itu sepertinya produk ilegal sekaligus palsu. Soalnya tak ada notifikasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di produknya. 

Duh! Beginilah kalau nggak teliti sebelum membeli. Kalap duluan, menyesal belakangan.


Kebanyakan produk kosmetik ilegal mengandung bahan  berbahaya. Di antaranya: merkuri, hidrokuinon, asam retinoat, dan resorsinol. Penggunaan secara terus-menerus berdampak bagi kesehatan kita.

Ilustrasi kosmetik. Foto oleh Nieke.
Berikut cara memilih produk kosmetik yang aman:

1. Hindari kosmetik ilegal, jangan terkecoh harga murah dan potongan harga.

2. Perhatikan secara detail produk mulai dari kemasan, tulisan merek, tekstur produk, hingga warna. Biasanya, kosmetik palsu warna kemasannya berbeda. 

Akun Instagram @bpom_ri



4. Pastikan label kosmetik tercantum lengkap, mulai dari nama kosmetik, cara penggunaan, komposisi, nama serta negara produsen, nama serta alamat  pemohon notifikasi, ukuran, isi dan berat bersih, masa kedaluwarsa, dan nomor notifikasi BPOM. 

Kamu juga bisa memastikan produk itu dengan menggunakan aplikasi Cek Produk dari BPOM di ponselmu.



5. Ikuti akun Instagram @missklik_queen dan @bpom_ri untuk perkembangan informasi soal produk-produk kosmetik yang aman.


Akun Instagram @missklik_queen

Apa sih, bahayanya beli kosmetik ilegal? Satu hal pasti, bisa bernasib seperti cerita saya. Produknya tak dijamin keamanannya karena tak melalui proses penilaian dari BPOM. Apalagi kalau mengandung bahan-bahan berbahaya*:

1. Merkuri
Kebanyakan disalahgunakan dalam produk pemutih atau pencerah kulit. Bersifat karsinogenik yang bisa menimbulkan  kanker dan teratogenik yang mengakibatkan cacat pada janin.

2. Asam retinoat 
Disalahgunakan dalam produk pengelupas kulit kimiawi (peeling) dan bersifat teratogenik.



Ilustrasi kosmetik. 
3. Hidrokuinon 
Disalahgunakan dalam produk pemutih atau pencerah kulit. Menyebabkan iritasi kulit, menjadikan kulit berwarna kehitaman setelah 6 bulan penggunaan. 

4. Bahan pewarna merah K3 dan merah K10
Disalahgunakan untuk lipstik, pemulas kelopak mata, dan perona pipi. Bersifat karsinogenik.


5. Dietilenglikol (DEG) 
Kandungan DEG tidak boleh melebihi dari batas kadar yang ditetapkan. Bisa menyebabkan depresi sistem saraf pusat, keracunan hati, dan gagal ginjal.


6. Resorsinol
Diperbolehkan dalam kosmetik (sebagai pewarna rambut) dengan batas maksimal 5 persen. Bahan ini bersifat mengiritasi kulit, mengganggu sistem imun, hormon tiroid, dan memicu masalah metabolisme tubuh.

*) tercantum dalam Peraturan Kepala Badan POM RI No. 18 Tahun 2015 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetik

Agar gampang mengingat, pastikan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa) agar kita tetap cantik di era milenial. 

Nieke Indrietta 


Ilustrasi kosmetik. Foto oleh Nieke.

#CerdasMemilihKosmetik #Cantikdieramilenial

Tulisan ini memenangkan juara II Lomba Blog Ajang Kreativitas Milenial yang diadakan oleh Balai Besar POM (Pengawasan Obat dan Makanan) Surabaya, pada 2019.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hi... terima kasih sudah mampir dan membaca blog saya. Terima kasih pula untuk sudah berkomentar dengan sopan, tidak meninggalkan spam dan tidak menggunakan LINK HIDUP di kolom komen. Untuk setiap komentar, saya upayakan kunjungan balik ke blog Anda untuk menjaga tali silaturahmi.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sebaiknya tidak gunakan akun anonim.

Salam.