Menu

Percik Kata Nieke

Jumat, 20 September 2019

Biar Liburan Asyik, Ini Cara Tetap Sehat Saat Traveling

 Bagaimana memastikan apa yang kita konsumsi masuk standar aman saat traveling? Ini termasuk kala belanja makanan dan minuman, camilan, oleh-oleh pangan yang kita beli. 


Ilustrasi liburan di tepi pantai. Foto oleh Nieke.


Saat ditugaskan ke daerah endemik malaria di Maumere, beberapa tahun lalu, saya diingatkan untuk meminum obat pencegah malaria oleh panitia pengundang. Obat itu mesti dikonsumsi bahkan beberapa hari sebelum keberangkatan saya ke daerah endemik.

Saya cukup beruntung lantaran teliti memeriksa email sebelum hari berangkat ke Pulau Flores. Tak demikian dengan seorang teman saya yang kebingungan mencari obat pada hari H kami tiba di sana. Itupun baru nyadar harus minum obat pencegah malaria, saat saya bercerita. 

Syukurlah, hingga hari kepulangan kami ke Jakarta, baik saya maupun teman saya tadi tidak terjangkit malaria. Namun, pengalaman saya dinas ke Maumere itu menjadi hal paling berharga yang selalu saya ingat.

*

Saya suka sekali bepergian ke tempat-tempat baru. Bahkan, kalaupun tempat itu pernah saya datangi, saya akan mencari spot atau sudut pandang baru yang belum pernah saya singgahi. 

Pesawat mendarat di bandara. Ilustrasi traveling.
Foto oleh Nieke.
Biasanya, saya akan meriset di Google mengenai tempat yang akan saya datangi tersebut. 
Hal-hal yang biasanya saya riset:
1. Destinasi wisata favorit
2. Destinasi wisata anti-mainstream
3. Penginapan dan hotel
4. Akses transportasi
5. Informasi lokal seperti iklim, adat setempat, 
termasuk apakah daerah endemik tertentu


Selain itu, pastikan membawa:
1. Vitamin dan suplemen yang sesuai kebutuhan pribadi
2. Obat-obatan jika kamu menderita sakit tertentu
3. Plester pembalut luka dan obatnya dalam ukuran kecil,
termasuk pembalut perempuan
4. Makanan ringan untuk mengganjal perut 
apabila terjadi delay atau terpaksa terlambat makan
5. Air mineral, agar terhindar dari dehidrasi

Apabila tempat itu merupakan daerah endemik, saya melakukan beberapa persiapan, terutama obat-obatan. Kalau toh bukan daerah endemik, saya tetap mengupayakan agar saya tetap sehat kala traveling. 


Dari situs IG BPOM


Prinsip Cek Klik ala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) itu menjadi salah satu elemen penting kala bepergian.
Nah, kalau begitu selanjutnya adalah bagaimana memastikan apa yang kita konsumsi masuk standar aman saat traveling. Ini termasuk kala belanja makanan dan minuman, camilan, oleh-oleh pangan yang akan kita berikan untuk handai-taulan. Itu sebabnya, prinsip Cek Klik ala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) itu menjadi salah satu elemen penting kala bepergian. (Kan enggak enak kalau sakit saat jauh dari rumah ya, gaes).

Prinsip Cek Klik itu adalah:

1. Kemasan
Periksalah apakah bungkus dan kemasannya masih dalam kondisi baik dan tidak rusak, warna bungkus dan kemasannya masih bagus atau sudah pudar.

2. Label
Periksalah nama obat, komposisinya, kategori obat dan makanan, kegunaannya, apakah ada peringatan tertentu saat mengkonsumsi, dosis yang ditentukan, cara penyimpanan.

3. Izin Edar
Obat-obatan yang telah memiliki izin edar dari BPOM selalu mencantumkan nomor regristrasi. Kamu juga bisa mengeceknya melalui situs BPOM berikut.

4. Kedaluwarsa
Ini hal yang tak kalah penting, jangan mengkonsumsi obat, makanan, dan minuman yang hampir kedaluwarsa atau bahkan telah melewati batas tenggat waktunya. 


Kamu juga bisa mengunduh aplikasi BPOM mobile di ponsel Android. Ini fitur-fitur yang bisa dimanfaatkan di aplikasi tersebut:


Dari IG resmi BPOM

Dari IG BPOM

Dari IG BPOM

Dari IG BPOM

Hoaks Kesehatan Merajalela

Menjaga kesehatan tak hanya saat traveling, dalam kehidupan sehari-hari pun sangat penting. Apalagi, hoaks kesehatan justru yang paling banyak beredar di negara Indonesia. Jumlahnya mencapai 27 persen dari sekitar seribu berita bohong yang beredar di masyarakat. Ini merupakan hasil survei Sekretaris Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Wina Armada Sukardi dalam kurun waktu 2016-2017. Umumnya hoaks kesehatan melebih-lebihkan manfaat obat, vitamin, suplemen, dan herbal.



Hoaks bidang kesehatan tak bisa dianggap remeh. 

Salah satu cara memastikan informasi soal obat termasuk herbal yang dipropagandakan tersebut tersebut tidak berbahaya dan bukan hoaks, adalah dengan melakukan cek produk ala BPOM dan mengunjungi situs turnbackhoax, serta konsultasi pada dokter terpercaya.

Informasi yang menyesatkan soal kesehatan bisa membahayakan, sebab:

1. Menimbulkan rasa takut yang berlebihan
2. Membuat masyarakat takut memeriksakan diri ke dokter
3. Membuat seseorang tidak melakukan perawatan medis 
yang seharusnya dan malah memilih pengobatan alternatif 
yang diragukan kredibilitasnya
4. Membuat seseorang meragukan diagnosa resmi dari dokter


Lantaran itulah, penting untuk mencari sumber informasi terpercaya seperti organisasi kesehatan tertentu yang berkredibilitas dan BPOM. Pastikan memeriksa kebenaran sebuah informasi lebih dari satu sumber dan selalu melakukan verifikasi. 

Semoga saya dan pembaca selalu dianugerahi kesehatan.

Salam,
Nieke Indrietta

Tulisan saya soal traveling dan kuliner bisa dibaca di sini.


3 komentar:

  1. Hoax tentang kesehatan memang meresahkan, dan konon pelakunya kebanyakan ibu-ibu hahah.. Makanya penting banget nih kroscek ke aplikasi bpom sebelum share.. ( Baru tahu saya kalau bpom ada aplikasinya )

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe. Iya. Saya pernah ikut WA grup yang anggotanya ibu-ibu, yang kerap kali mereka terjebak menyebarluaskan info hoax soal kesehatan :(

      Hapus
  2. mantap ini infonya. soal kesehatan jangan sampai terjebak hoax tentunya.

    BalasHapus

Hi... terima kasih sudah mampir dan membaca blog saya. Terima kasih pula untuk sudah berkomentar dengan sopan, tidak meninggalkan spam dan tidak menggunakan LINK HIDUP di kolom komen. Untuk setiap komentar, saya upayakan kunjungan balik ke blog Anda untuk menjaga tali silaturahmi.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sebaiknya tidak gunakan akun anonim.

Salam.