Menu

Percik Kata Nieke

Senin, 30 Juli 2018

Traveling ke Jakarta: Cara Menggunakan Kereta Bandara




Credit:  Nieke Indrietta

Senang rasanya sudah ada kereta dari Bandara Soekarno Hatta ke Jakarta, tepatnya kawasan Sudirman. Keberadaan kereta bandara tentu memangkas waktu perjalanan yang biasanya terampas kemacetan. Waktu tempuh dari Stasiun BNI City Sudirman menuju Bandara Soekarno Hatta di Tangerang dan sebaliknya sebanyak 46 menit. Bandingkan jika menaiki bus dan taksi, bisa lebih dari satu jam jika jalanan macet. Bila naik taksi dengan argo, ongkosnya akan terus merangkak. Naik kendaraan online atau daring pun, meski harga di bawah argo, rentan dengan kemacetan. 

Memang ada kontraversi seputar keberadaan kereta bandara yang mempengaruhi layanan kereta rel listrik (KRL). Tapi saya tak hendak membicarakan itu dan semoga segera ada solusi. Tulisan ini saya buat sekadar untuk berbagi buat kawan-kawan yang hendak melakukan perjalanan ke Jakarta dan memanfaatkan layanan kereta bandara.

Credit: Nieke Indrietta
Oke, saya mulai saja cerita pengalaman saya naik kereta bandara apabila kita dari bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Begitu mendarat, untuk naik kereta bandara, kita mesti ke pintu keluar terminal lebih dulu.

Kala itu, belum banyak papan keterangan atau petunjuk yang memberitahu penumpang cara naik kereta bandara. Bahkan saat saya bertanya ke petugas di pintu keluar terminal, dia cuma bilang saya mesti ke stasiun dulu. Saya pikir itu sudah stasiun kereta bandara, ternyata stasiun kalayang. Dari terminal kedatangan, jarak ke stasiun kalayang sekitar lima menit dengan jalan kaki.  

Nah, ini gedung stasiun kalayang yang tampak dari terminal kedatangan 2 di bandara Soekarno Hatta:


 Saya baru tahu itu stasiun kalayang setelah tiba di gedung tersebut. Petugas di sana menjelaskan, untuk naik kereta bandara, penumpang mesti naik kalayang (skytrain) menuju ke stasiun kereta bandara. Ohya, stasiun kalayang ada di setiap terminal kok. Layanan kalayang juga gratis. 

Credit: Nieke Indrietta
Buat saya, keberadaan kalayang ini adalah sebuah inovasi pelayanan yang luar biasa. Keberadaan kalayang menghubungkan penumpang dari satu terminal ke terminal lainnya, dan ke stasiun kereta bandara. Sebelum ada kalayang, penumpang yang tidak membawa kendaraan pribadi dilayani shuttle bus.

Berkat kalayang, enggak lagi jadi korban taksi gak jelas kalau salah terminal. Saya punya pengalaman buruk beberapa tahun lalu saat dinas luar kota dari Jakarta. Salah terminal dan terburu-buru mengejar waktu check in, apesnya shuttle bus yang harusnya mengantar penumpang dari satu terminal ke terminal lain, enggak lewat-lewat. Naik taksi yang seolah sopirnya mau nolong dan sepakat Rp 25 ribu sebelum naik, eh digethok Rp 50 ribu di tengah jalan.

 Stasiun kalayang ini cukup nyaman. Ada ruang tunggu, kran untuk minum air, dan terdapat banyak papan petunjuk. Kalayang lewat setiap sekitar 13 menit.  Gratis.

Perjalanan dengan kalayang menuju ke stasiun kereta bandara tidak lama, sekitar lima menit sudah sampai. Di stasiun kereta bandara, kita mesti menuju ke lantai satu karena jalur kereta bandara berbeda dengan kalayang. Suasana ruang tunggu di stasiun kereta bandara juga cukup nyaman. Sambil menunggu jam keberangkatan kereta bandara, kita bisa berjalan-jalan di sana. Ada kedai, toko, dan resto.

Saya mencoba membeli tiket kereta bandara dengan vending machine dan menggunakan kartu debet Mandiri. Di masing-masing mesin penjualan tiket, terdapat alat gesek kartu debet dan kredit. Kita memasukkan nama dan nomor telepon, lalu memilih jam keberangkatan yang kita mau. Setelah itu memilih tujuan. Untuk sementara ini ada tiga pilihan tujuan yakni Stasiun Bekasi, Stasiun BNI City Sudirman, dan Stasiun Batu Ceper. Saya memilih stasiun BNI City Sudirman dan dikenai harga tiket Rp 70 ribu. Jarak tempuhnya 46 menit.

Ohya, membeli tiket rombongan ternyata harganya lebih murah lho. (Lihat foto di kiri)

Beberapa cara membeli tiket kereta bandara: 

1. Melalui  situs resmi kereta bandara Railink https://reservation.railink.co.id/ticket/schedule.

2. Melalui aplikasi Railink yang bisa diunduh di ponsel pintar.

3. Melalui vending machine yang ada di stasiun kereta bandara.

Hal yang harus diingat adalah pembelian tiket kereta bandara tidak bisa secara tunai. Hanya bisa dengan kartu debet, kredit, dan kartu elektronik misalnya T-Cash. Untuk mengetahui bank mana saja yang sudah bekerja sama dengan Railink dalam hal pembelian tiket kereta bandara, bisa klik di sini.

Naik kereta bandara, menurut saya, nyaman buat solo traveler yang nggak bawa banyak barang. Satu koper yang bisa digeret atau tas ransel misalnya. Bawa beberapa tas yang nggak berat-berat amat pun rasanya juga masih nyaman. Beda kalau kamu bepergian sendirian tapi bawa barang seabrek, misalnya tiga koper besar, belum lagi tentengan-tentengan lainnya. Ini bakal merepotkan. Pertama kamu kudu memperhitungkan cara bawa barang-barangmu saat keluar dari terminal menuju stasiun kalayang, lalu dari kalayang ganti kereta bandara. Kalau bawa barang banyak, daripada rempong aliat repot mendingan naik taksi saja.

Selain itu, menumpang kereta bandara menguntungkan kalau memang tujuanmu adalah kawasan yang masih dekat dengan stasiun tujuan. Misalnya kamu turun di Stasiun BNI City Sudirman dan daerah yang kamu tuju memang area pusat kota Jakarta. Sebenarnya stasiun BNI City dekat dengan stasiun KRL di kawasan Karet, Sudirman dan stasiun Tanah Abang. Kamu bisa berpindah KRL jika ingin melanjutkan perjalanan ke daerah lain. Tentunya lebih irit ongkos daripada naik kendaraan semacam taksi dari bandara. Tapi ini jika barang bawaanmu tidak banyak, mengingat KRL  biasanya penuh di jam-jam tertentu.

Suasana dalam kereta bandara. Credit: Nieke Indrietta
Nonton vlog saya saat naik kereta bandara yuk, klik di sini. 

(Nieke Indrietta)









Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hi... terima kasih sudah mampir dan membaca blog saya. Terima kasih pula untuk sudah berkomentar dengan sopan, tidak meninggalkan spam dan tidak menggunakan LINK HIDUP di kolom komen. Untuk setiap komentar, saya upayakan kunjungan balik ke blog Anda untuk menjaga tali silaturahmi.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sebaiknya tidak gunakan akun anonim.

Salam.