Menu

Percik Kata Nieke

Rabu, 06 Juni 2018

Traveling ke Jakarta: Menjajal Hotel Transit Stasiun Gambir

pod room hotel transit di stasiun gambir jakarta
Pernah bepergian ke Jakarta hanya dalam waktu sehari?
 
Waktu sehari memang serba nanggung. Mau cari hotel buat istirahat kok sayang uangnya karena cuma sehari dan nggak menginap. Tapi kalau nggak cari hotel nanti istirahat dan mandi di mana. Kira-kira itu yang biasanya jadi beban pikiran.

Hari itu saya ke Jakarta menggunakan kereta Argo Bromo Anggrek. Berangkat dari Surabaya malam dan tiba di Ibu Kota pagi. Tentu saja butuh mandi.

Jadilah saya menjajal fasilitas baru di stasiun Gambir Jakarta: Locker and Shower serta hotel transit. 


 Layanan Locker and Shower hanya menyediakan fasilitas kamar mandi untuk pengguna kereta. Biayanya Rp 65.000 sejam. Tempatnya terletak di lantai dua Stasiun Gambir, Jakarta. Kalau baru turun dari kereta yang letak relnya di lantai tiga, kita mesti ke lantai satu terlebih dulu. Karena tidak ada akses langsung menuju ke lokasi. Dari lantai satu, baru menggunakan tangga berbeda untuk menuju ke hotel transit Stasiun Gambir. Nggak susah kok menemukannya. Tinggal nanya petugas stasiun. Kalau dari dalam stasiun, papan keterangan penunjuk arahnya masih minim. Tapi kalau dari luar stasiun, terutama dari pintu masuk Stasiun Gambir yang berada di seberang gedung Pertamina, tangga menuju hotel transit berada di sebelah kiri. Tepatnya di ujung gedung stasiun.

lobi hotel transit di stasiun gambir jakarta. Property of katanieke
Lobi hotel transit Stasiun Gambir. Foto oleh Nieke
Nah, Locker and Shower persis  bersebelahan dengan hotel transit.
Property of katanieke
Locker and Shower Stasiun Gambir. Foto oleh Nieke

Kamar mandinya sangat bersih. Bebas bau rokok dan pesing. Tiap kali ganti tamu, petugas langsung membersihkan. Setelah bersih, kita dipersilakan masuk. Di dalam kamar mandi ada shower dengan water heater alias air hangat, kloset duduk, hair dryer alias pengering rambut, rak untuk naruh tas, kursi, tempat sampah, dan handuk yang selalu diganti. Handuknya dikemas plastik. Jadi kita yakin ini handuk baru. Di bagian luar kamar mandi terdapat seterika pakaian. Biasanya sambil menunggu giliran mandi, tamu menyeterika pakaian yang akan dikenakannya.

Foto: katanieke
Kereta saya tiba di kota yang dulunya bernama Batavia ini pukul 05.00 pagi. Saya langsung menuju ke hotel transit. Tak menyangka ternyata antrian sudah mengular.  Empat orang perempuan setengah baya berjilbab duduk di depan kasir. Saya mengambil nomor antrian. Ternyata sudah sampai nomor 19. Wow, nggak nyangka peminatnya banyak. 

Menurut petugas, terdapat empat kamar mandi yang tersedia. Saya pun mengkalkukasi kapan giliran saya tiba.


"Itu yang di dalam baru nomor empat, Kak," kata petugas.

Saya melirik sebelah kiri kasir. Ada mesin membuat minuman dengan gelas kertas. Kopi, cokelat panas, latte, teh... Akhirnya saya memutuskan menunggu di lobi hotel transit yang letaknya persis depan layanan Locker and Shower. Pukul 06.30, tibalah giliran saya. Hmmm, setidaknya lebih cepat dari waktu perhitungan. Perempuan berjilbab yang sebelumnya duduk menanti di depan kasir sudah bersalin pakaian dan berdandan.

Property of katanieke
Suasana antrian di Locker and Shower Stasiun Gambir. Foto oleh Nieke
Untuk fasilitas hotel transit, petugas akan memastikan tidak ada penyalahgunaan. Biasanya tamu akan diminta menunjukkan kartu identitas dan tiket kereta. Atau jika hendak menunggu bus Damri menuju bandara Soekarno Hatta, ditanya tiket pesawatnya. Ya maklum. Hotelnya memang bisa disewa sehari, atau per empat jam dan enam jam.

Saya sempat hendak menjajal istirahat di sana, namun sayang, semua kamar sudah penuh. Ada Pod Room yang modelnya seperti hotel kapsul atau bunker, tapi sayang hanya untuk tamu laki-laki. Ohya, berhubung letaknya di lantai dua, yang notabene di bawah rel yang terletak di lantai tiga, tiap beberapa menit akan terdengar suara kereta lewat.
Berikut daftar harga di hotel transit dan Pod Room:




Sampai jumpa di tulisan berikutnya 😘😁

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hi... terima kasih sudah mampir dan membaca blog saya. Terima kasih pula untuk sudah berkomentar dengan sopan, tidak meninggalkan spam dan tidak menggunakan LINK HIDUP di kolom komen. Untuk setiap komentar, saya upayakan kunjungan balik ke blog Anda untuk menjaga tali silaturahmi.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sebaiknya tidak gunakan akun anonim.

Salam.