Menu

Percik Kata Nieke

Senin, 31 Januari 2011

Love Letters: Musim Gugur


Galau dan rindu yang kering berjatuhan, helai demi helai.
Kupungut satu-satu ke dalam keranjang kenangan.

Semuanya nuansa kecoklatan. Barangkali ingatan memudar perlahan.
Tapi kamu tersimpan bagai pualam.

Angin bertiup kencang. Segala yang terserak di bumi beterbangan.
Tapi kita tidak akan goncang.

Sejumput rasa rindu menggalau di kemudian hari.
Matahari yang mengedip sekali-kali.
Kumenatap dari jendela hati.

*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hi... terima kasih sudah mampir dan membaca blog saya. Terima kasih pula untuk sudah berkomentar dengan sopan, tidak meninggalkan spam dan tidak menggunakan LINK HIDUP di kolom komen. Untuk setiap komentar, saya upayakan kunjungan balik ke blog Anda untuk menjaga tali silaturahmi.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sebaiknya tidak gunakan akun anonim.

Salam.