Menu

Percik Kata Nieke

Rabu, 19 Mei 2010

Hujan: Sebuah Romansa


Hujan itu tetesan kerinduan langit yang rindu mencumbu daratan.
Kerinduannya tak bertepi kali ini.

Tiap butir hujan mengandung kata: aku rindu padamu.
Entah berapa butir yang terserap daratan hari ini.

Mungkin langit mengirim sejuta surat cinta
yang isinya berisi sejuta kata "aku rindu padamu."

Mata langit dan daratan saling beradu.
Tak bisa berpeluk, tak bisa menggenggam.
Terpisahkan bentangan cakrawala.

Kata Daratan," Aku tak bisa membalas sejuta pesan kerinduanmu.
Aku dikutuk tak punya tangan untuk menyentuh pipimu, Langit."

"Tak apa," kata Langit.
Aku cukup puas mengecupmu jutaan kali.
Tumbuhkan saja benih-benih bunga yang ada di perutmu.

Bunga-bunga yang lahir dari perutmu itu cukup untuk membuatku tersenyum.
Memandangi buah cinta kita sepanjang hari.
Dan jika kita cukup beruntung,
bagian dari diriku akan menjatuhkan diri dalam pelukmu dengan pelangi.


***
Nieke Indrietta
Sebuah pojok restoran di Radio Dalam
13 Mei 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hi... terima kasih sudah mampir dan membaca blog saya. Terima kasih pula untuk sudah berkomentar dengan sopan, tidak meninggalkan spam dan tidak menggunakan LINK HIDUP di kolom komen. Untuk setiap komentar, saya upayakan kunjungan balik ke blog Anda untuk menjaga tali silaturahmi.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sebaiknya tidak gunakan akun anonim.

Salam.