Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Selasa, 22 September 2020
Wisata Virtual ke Seoul dan Nostalgia Drama Korea
Labels:
Jalan-jalan,
traveling,
turisme digital,
wisata
A former journalist who loves traveling, writing, eating, watching movies, and sharing.
Menulis cerita pendek sejak di sekolah dasar. Saat SMA hingga masa kuliah menjadi penulis cerpen di Anita Cemerlang, Ceria Remaja, Deteksi Jawa Pos.
Kemudian bekerja sebagai wartawan di media massa nasional (online, koran, dan majalah) di Jakarta.
Kini menjadi penulis lepas dan belajar soal UMKM.
Beberapa kali menang lomba menulis:
-Lomba menulis cerpen antar-siswa SMA se-Indonesia yang diselenggarakan Warta Universitas Surabaya
-Lomba menulis cerpen Deteksi Jawa Pos
-Pemenang Lomba Menulis Blog Ini Kota Cerdasku, Gerakan Menuju 100 Smart City 2018
-Juara II Lomba Blog Ajang Kreativitas Milenial yang diadakan oleh Balai Besar POM (Pengawasan Obat dan Makanan) Surabaya, pada 2019
Jumat, 18 September 2020
Berlibur ala Eat, Pray, Love di Telaga Sarangan
Kalau ingin menjalani liburan ala Eat, Pray, Love seperti Elizabeth Gilbert ternyata tak mesti harus ke Bali. Saya mencoba eat, pray, love versi saya di Sarangan, Magetan.
![]() |
| Danau Sarangan. Foto: Nieke |
Labels:
Jalan-jalan,
traveling,
wisata,
wisata Jawa Timur
A former journalist who loves traveling, writing, eating, watching movies, and sharing.
Menulis cerita pendek sejak di sekolah dasar. Saat SMA hingga masa kuliah menjadi penulis cerpen di Anita Cemerlang, Ceria Remaja, Deteksi Jawa Pos.
Kemudian bekerja sebagai wartawan di media massa nasional (online, koran, dan majalah) di Jakarta.
Kini menjadi penulis lepas dan belajar soal UMKM.
Beberapa kali menang lomba menulis:
-Lomba menulis cerpen antar-siswa SMA se-Indonesia yang diselenggarakan Warta Universitas Surabaya
-Lomba menulis cerpen Deteksi Jawa Pos
-Pemenang Lomba Menulis Blog Ini Kota Cerdasku, Gerakan Menuju 100 Smart City 2018
-Juara II Lomba Blog Ajang Kreativitas Milenial yang diadakan oleh Balai Besar POM (Pengawasan Obat dan Makanan) Surabaya, pada 2019
Kamis, 12 Maret 2020
Kuliner Surabaya: Seafood dengan Saus Bahenol di Resto Alam Laut
Kata bahenol dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti perempuan cantik bertubuh indah. Namun bahenol di Resto Alam Laut di G Walk Surabaya berarti seafood atau makanan laut dengan saus bawang yang menyajikan rasa gurih dan pedas di lidah. Ini dia rekomendasi kuliner di Surabaya pekan ini.
Labels:
Kuliner,
kuliner surabaya,
traveling,
wisata,
wisata surabaya
A former journalist who loves traveling, writing, eating, watching movies, and sharing.
Menulis cerita pendek sejak di sekolah dasar. Saat SMA hingga masa kuliah menjadi penulis cerpen di Anita Cemerlang, Ceria Remaja, Deteksi Jawa Pos.
Kemudian bekerja sebagai wartawan di media massa nasional (online, koran, dan majalah) di Jakarta.
Kini menjadi penulis lepas dan belajar soal UMKM.
Beberapa kali menang lomba menulis:
-Lomba menulis cerpen antar-siswa SMA se-Indonesia yang diselenggarakan Warta Universitas Surabaya
-Lomba menulis cerpen Deteksi Jawa Pos
-Pemenang Lomba Menulis Blog Ini Kota Cerdasku, Gerakan Menuju 100 Smart City 2018
-Juara II Lomba Blog Ajang Kreativitas Milenial yang diadakan oleh Balai Besar POM (Pengawasan Obat dan Makanan) Surabaya, pada 2019
Kamis, 30 Januari 2020
Mari Kita Cerita tentang Keanekaragaman Hayati
Bagaimana caranya membuat keanekaragaman hayati menjadi sesuatu yang mudah diingat banyak orang? Logikanya, kalau orang paham maka akan lebih mudah diserap dalam ingatan. Kalau dalam memori tersimpan, lama-lama jadi sayang. Seperti kenanganmu tentang gebetan, eaaa.
Labels:
Blog Competition,
eco-traveling,
lingkungan,
traveling,
wisata
A former journalist who loves traveling, writing, eating, watching movies, and sharing.
Menulis cerita pendek sejak di sekolah dasar. Saat SMA hingga masa kuliah menjadi penulis cerpen di Anita Cemerlang, Ceria Remaja, Deteksi Jawa Pos.
Kemudian bekerja sebagai wartawan di media massa nasional (online, koran, dan majalah) di Jakarta.
Kini menjadi penulis lepas dan belajar soal UMKM.
Beberapa kali menang lomba menulis:
-Lomba menulis cerpen antar-siswa SMA se-Indonesia yang diselenggarakan Warta Universitas Surabaya
-Lomba menulis cerpen Deteksi Jawa Pos
-Pemenang Lomba Menulis Blog Ini Kota Cerdasku, Gerakan Menuju 100 Smart City 2018
-Juara II Lomba Blog Ajang Kreativitas Milenial yang diadakan oleh Balai Besar POM (Pengawasan Obat dan Makanan) Surabaya, pada 2019
Selasa, 12 November 2019
Menanti Transportasi Massa Terkoneksi Se-Nusantara
![]() |
| Saya saat menjajal kereta bandara di Jakarta. Foto @katanieke |
A former journalist who loves traveling, writing, eating, watching movies, and sharing.
Menulis cerita pendek sejak di sekolah dasar. Saat SMA hingga masa kuliah menjadi penulis cerpen di Anita Cemerlang, Ceria Remaja, Deteksi Jawa Pos.
Kemudian bekerja sebagai wartawan di media massa nasional (online, koran, dan majalah) di Jakarta.
Kini menjadi penulis lepas dan belajar soal UMKM.
Beberapa kali menang lomba menulis:
-Lomba menulis cerpen antar-siswa SMA se-Indonesia yang diselenggarakan Warta Universitas Surabaya
-Lomba menulis cerpen Deteksi Jawa Pos
-Pemenang Lomba Menulis Blog Ini Kota Cerdasku, Gerakan Menuju 100 Smart City 2018
-Juara II Lomba Blog Ajang Kreativitas Milenial yang diadakan oleh Balai Besar POM (Pengawasan Obat dan Makanan) Surabaya, pada 2019
Senin, 11 November 2019
Wisata Jogja: Heha Sky View di Atas Bukit yang Romantis dan Instagramable
Ada tempat wisata baru di
Jogja yang punya pemandangan bagus, khususnya kalau malam. Namanya Heha Sky
View, di Jalan Dlingo-Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta. Ini merupakan restoran yang menyediakan berbagai spot
foto Instagramable. Berada di ketinggian perbukitan, dari sini kamu bisa melihat
kerlap-kerlip kota seperti bintang bertebaran. Lokasinya tak jauh dari Bukit
Bintang di Gunungkidul.
![]() |
| Heha Sky View, Gunungkidul, Yogyakarta. Wisata Jogja yang lagi hits. Foto @katanieke |
Labels:
hotel Jogja,
Jogja,
Kuliner,
kuliner Jogja,
traveling,
wisata,
wisata Jogja
A former journalist who loves traveling, writing, eating, watching movies, and sharing.
Menulis cerita pendek sejak di sekolah dasar. Saat SMA hingga masa kuliah menjadi penulis cerpen di Anita Cemerlang, Ceria Remaja, Deteksi Jawa Pos.
Kemudian bekerja sebagai wartawan di media massa nasional (online, koran, dan majalah) di Jakarta.
Kini menjadi penulis lepas dan belajar soal UMKM.
Beberapa kali menang lomba menulis:
-Lomba menulis cerpen antar-siswa SMA se-Indonesia yang diselenggarakan Warta Universitas Surabaya
-Lomba menulis cerpen Deteksi Jawa Pos
-Pemenang Lomba Menulis Blog Ini Kota Cerdasku, Gerakan Menuju 100 Smart City 2018
-Juara II Lomba Blog Ajang Kreativitas Milenial yang diadakan oleh Balai Besar POM (Pengawasan Obat dan Makanan) Surabaya, pada 2019
Minggu, 15 September 2019
Annyeonghaseyo, Wisata ala Korea di Surabaya
![]() |
| Saya di hutan bambu, Taman Harmoni, Keputih, Surabaya. Foto oleh Nieke. |
Wah, ini mirip di Pulau Jeju! Begitu komentar sepupu saya yang tengah berlibur di Surabaya dari Jakarta, tatkala saya mengajaknya main ke hutan bambu, Taman Harmoni Keputih, Surabaya. Hal yang paling bikin saya kagum adalah ketelatenan pihak-pihak yang menumbuhkan pohon-pohon bambu ini sedemikian rupa hingga tampak artistik sekaligus alami. Ide berwisata ala-ala Korea di Surabaya ini bermula dari datangnya para artis Korea ke Indonesia.
Labels:
Surabaya,
traveling,
wisata,
wisata surabaya
A former journalist who loves traveling, writing, eating, watching movies, and sharing.
Menulis cerita pendek sejak di sekolah dasar. Saat SMA hingga masa kuliah menjadi penulis cerpen di Anita Cemerlang, Ceria Remaja, Deteksi Jawa Pos.
Kemudian bekerja sebagai wartawan di media massa nasional (online, koran, dan majalah) di Jakarta.
Kini menjadi penulis lepas dan belajar soal UMKM.
Beberapa kali menang lomba menulis:
-Lomba menulis cerpen antar-siswa SMA se-Indonesia yang diselenggarakan Warta Universitas Surabaya
-Lomba menulis cerpen Deteksi Jawa Pos
-Pemenang Lomba Menulis Blog Ini Kota Cerdasku, Gerakan Menuju 100 Smart City 2018
-Juara II Lomba Blog Ajang Kreativitas Milenial yang diadakan oleh Balai Besar POM (Pengawasan Obat dan Makanan) Surabaya, pada 2019
Kamis, 29 Agustus 2019
Agar Dunia Digital Tak Jadi Bencana Bagi Alam
![]() |
| Lereng gunung Arjuno. Foto oleh Nieke. |
Apa yang kamu lakukan, seandainya kamu memiliki
enam batu Infinity Stones dan sarung tangan seperti Thanos dalam film Marvel –
The Avengers?
Labels:
bencana alam,
Blog Competition,
traveling,
turisme digital,
wisata,
wisata bencana
A former journalist who loves traveling, writing, eating, watching movies, and sharing.
Menulis cerita pendek sejak di sekolah dasar. Saat SMA hingga masa kuliah menjadi penulis cerpen di Anita Cemerlang, Ceria Remaja, Deteksi Jawa Pos.
Kemudian bekerja sebagai wartawan di media massa nasional (online, koran, dan majalah) di Jakarta.
Kini menjadi penulis lepas dan belajar soal UMKM.
Beberapa kali menang lomba menulis:
-Lomba menulis cerpen antar-siswa SMA se-Indonesia yang diselenggarakan Warta Universitas Surabaya
-Lomba menulis cerpen Deteksi Jawa Pos
-Pemenang Lomba Menulis Blog Ini Kota Cerdasku, Gerakan Menuju 100 Smart City 2018
-Juara II Lomba Blog Ajang Kreativitas Milenial yang diadakan oleh Balai Besar POM (Pengawasan Obat dan Makanan) Surabaya, pada 2019
Rabu, 19 Juni 2019
Review Hotel Griya Wijaya Ambarawa
Rekomendasi tempat menginap kalau berlibur ke Ambarawa. Lokasinya strategis, dekat terminal, dan dekat dengan wisata religi Gua Kerep.
![]() |
| Hotel Griya Wijaya, Ambarawa. copyright @katanieke |
Patung sapi dengan tubuh dari ban mobil yang dicat coklat menyambut kedatangan tamu hotel Griya Wijaya di depan pintu masuk lobi yang menyatu dengan restoran. Bangunannya tak kelihatan seperti sebuah hotel. Lebih seperti sebuah rumah dengan interior yang homy. Sebuah bangunan rumah yang memanjang ke belakang. Bagian depan merupakan lobi dan restoran. Berikutnya adalah kamar-kamar para tamu, yang pintunya langsung menghadap parkiran. Desainnya seperti sebuah rumah modern dan asri.
![]() |
| Suasana lobi depan Hotel Griya Wijaya Ambarawa. copyright @katanieke |
Saya tiba di hotel Griya Wijaya, Ambarawa setelah menempuh
perjalanan kurang lebih lima jam dari Surabaya. Letaknya agak naik ke bukit,
sangat dekat dengan wisata religi Gua Maria Kerep Ambarawa. Hotel ini memang
persis di pinggir jalan. Namun tempatnya sangat tenang.
Mobil yang mengantar saya berhenti tepat di depan kamar saya.
Petugas hotel sudah berdiri di depan pintu, siap untuk menurunkan barang-barang
dari mobil dan memasukkannya ke dalam kamar.
“Bu, penyejuk udaranya sudah saya nyalakan. Kamar mandinya
disertai dengan fasilitas air panas. Lalu untuk saluran televisinya,
menggunakan langganan kabel,” petugas hotel itu menjelaskan sambil menuntun
saya ke depan televisi, menunjukkan remote berserta cara mengganti
saluran tivi.
“Jika ada sesuatu, kami di lobi ya, Bu,” ucapnya lagi usai
memberi penjelasan soal fasilitas kamar.
Pandangan saya menyapu seisi kamar. Setelah pintu masuk, di
sebelah kiri saya adalah kamar mandi dengan wastafel, kloset, dan shower.
Sebelah kamar mandi terdapat rak kecil yang memanjang ke atas. Di situ, tertata
dua buah handuk berwarna putih dari hotel. Ukurannya tak terlalu besar.
Sebelah kanan, televisi menempel di dinding bagian tengah
beserta modem tivi kabel. Ada meja kecil yang bisa digunakan untuk meletakkan
barang-barang. Lalu di pojok ruangan, sebuah rak untuk meletakkan tas barang
dan ransel. Ukuran kamarnya mungkin sekitar 3x4 meter. Dua buah ranjang
berukuran single beserta selimut terletak menghadap ke televisi. Kamar yang
nyaman, batin saya. Ohya, harga kamar yang saya tempati ini sekitar Rp 300 ribu.
![]() |
| Suasana kamar di Hotel Griya Wijaya Ambarawa. copyright @katanieke |
Hal yang paling saya suka adalah bagian belakang kamar bukan
merupakan dinding. Tapi dinding berupa kaca dan pintu kaca untuk menuju teras
belakang kamar. Dua buah kursi dan sebuah meja yang bisa digunakan untuk
membaca buku atau minum teh panas.
Griya Wijaya memiliki lima belas kamar. Saat saya berjalan ke
lobi untuk minum teh dan menikmati kudapan, sepasang suami istri masuk ke lobi
dan menanyakan ketersediaan kamar.
“Mohon maaf, kami sedang penuh,” ucapnya.
Ah ya, saat saya tiba di sana memang memasuki akhir pekan.
Tepatnya hari Jumat siang. Saya menginap selama tiga hari di Griya Wijaya
Ambarawa. Kebanyakan penghuni hotel adalah yang hendak ziarah ke Gua Maria
Kerep, yang hanya sepelemparan batu dari hotel. Lima menit jalan kaki. Tapi tak
sedikit pula, tamu hotel yang memang mencari tempat tenang dan nyaman.
Kebanyakan tamu hotel memang turis yang hendak ziarah religi. Namun banyak juga tamu muslim di hotel ini. Saya
melihat sepasang suami istri yang mengenakan kerudung juga menginap di situ. Mungkin karena letaknya strategis, dekat terminal, udara sejuk.
Selain 15 kamar hotel, ada juga vila. Kalau teman-teman memilih fasilitas vila, wujudnya berupa rumah-rumah yang berjejer. Letaknya setelah kamar-kamar hotel. Vila ini tentu saja lebih lengkap fasilitasnya dengan dapur dan ruang tamu.
Menginap di sini juga dapat fasilitas sarapan. Hari pertama saya dapat menu naso gudheg, esoknya soto ayam. Minuman seperti kopi dan teh juga bisa ambil sepuasnya di area resto hotel, gratis. Kalau air mineral, di dalam kamar disediakan dua botol.
Dikelilingi Kuliner
Sore itu, saya memutuskan untuk berjalan kaki ke arah deretan
kios penjual suvenir Gua Maria Kerep. Kebetulan, paman dan bibi saya adalah
pemilik salah satu kios. Sekalian singgah, menyapa, dan nglarisi (beli).
Kali aja ada barang-barang yang lucu seperti gelang. Tak semua oleh-oleh berupa
barang rohani. Ada yang netral dan bisa dibawakan untuk kawan.
Harganya enggak mahal. Saya membeli buah tangan untuk
sejumlah teman, harganya cuma Rp 5.000. Di situ juga terdapat lapangan yang
biasa digunakan untuk anak-anak sekolah sekitar. Kali itu, ratusan anak-anak
berseragam olah raga biru dan berseragam Pramuka tampak di lapangan.
Kios-kios merupakan bangunan dua lantai. Lantai bawah untuk
berjualan cinderamata, lantai dua dimanfaatkan sebagai food court atau pusat
kulinernya. Dari lantai bawah saja, sudah tercium aroma daging dibakar. Yap,
apalagi kalau bukan sate. Ada sate kelinci, sapi, dan ayam. Saya memesan sate
kelinci dengan lontong. Satu porsi sate kelinci Rp 25.000 dan lontongnya Rp
4.000. Mayoritas makanan halal.
Lantai pujasera tersebut terdiri dari beberapa kios yang
disusun memanjang. Bagian tengahnya menjadi jalan bagi pengunjung. Tiap kios
terdapat meja dan kursi untuk makan. Jika tempatnya tak cukup menampung banyak
orang, tak jauh dari situ tersedia meja-meja dan kursi-kursi yang bisa
digunakan konsumen kios mana saja. Tempatnya juga cukup bersih.
Tak cuma sate, menu lainnya pun beragam, seperti sate kere
(sate tempe gembus), pecel, rawon, bakso, bakmi, mie instan (enggak sebut merek
ya, ahahaha), nasi goreng, penyetan ikan dan ayam serta lalapan. Harganya pun
terjangkau. Pujasera ini beroperasi hampir 24 jam. Penjaganya biasanya
bergantian atau pakai sistim shift. Soalnya, untuk mengakomodir tamu-tamu di
wisata religi yang datang tengah malam atau subuh, dan mereka yang berkemah.
![]() |
| Food court atau pujasera dekat Hotel Griya Wijaya Ambarawa. copyright @katanieke |
Selain pusat kuliner, di sekitar hotel juga terdapat banyak
warung makan seperti penjual mie rebus, nasi goreng, daging babi, soto, capcay,
dan bakso. Biasanya warung yang menjual makanan non-halal akan mencantumkan keterangan di banner atau spanduk warungnya.
Wisata Seputar Hotel
Gua Maria Kerep Ambarawa
Hanya lima menit jalan kaki dari hotel Griya Wijaya. Tamannya indah, terdapat ruang adorasi, dan petilasan jalan salib. Hotel Griya Wijaya dan Gua Maria Kerep Ambarawa ini berjarak sekitar 500 meter dari terminal bus Ambarawa. Untuk naik ke atas, ada mikrolet. Bus pariwisata biasanya hanya bisa sampai di terminal. Tapi jika Anda membawa kendaraan pribadi seperti mobil dan motor, bisa sampai atas. Peziarah berdatangan ke tempat ini tanpa henti, 24 jam.
Patung Maria Assumpta
Patung Maria ini lokasinya berhadapan dengan kompleks Gua Maria Kerep Ambarawa. Masih satu area. Dekat dengan pujasera dan toko oleh-oleh. Lima menit jalan kaki dari hotel Griya Wijaya. Tinggi patung Maria Assumpta sekitar 23 meter, penopangnya sekitar 19 meter sehingga totalnya sekitar 42 meter. Konon patung ini tertinggi se-Asia Tenggara.
Museum Palagan Ambarawa
Monumen ini dibangun untuk mengenang pertempuran yang dikenal sebagai Palagan Ambarawa pada Desember 1945.]Berlokasi di Jalan Mgr Sugiyopranoto, Panjang Lor, Panjang, Ambarawa. Apabila dengan mobil, perjalanan ke tempat ini butuh sekitar 7 menit.
Gereja Jago Ambarawa
Dijuluki Gereja Jago lantaran terdapat petunjuk arah mata angin berbentuk ayam jago yang terdapat di bagian pucuk atap gereja, di bagian menaranya. Sebenarnya nama gereja ini adalah Gereja Paroki Santo Yusuf Ambarawa. Dalam satu kompleks terdapat pula sekolah-sekolah Katolik. Gereja dengan desain kolonial Belanda ini dibangun pada 1924. Keaslian bangunan masih terjaga sehingga Anda bisa menikmati keindahan arsitektur bangunannya.
Kerkhoff Ambarawa
Kerkhoff merupakan pemakaman yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Yang dimakamkan adalah para biarawati, biarawan, dan pastor, serta warga Ambarawa yang beragama Katolik. Di sana juga terdapat beberapa makam pejuang kemerdekaan yang nasrani.
Museum Kereta Api Ambarawa
Bangunan museum ini dulunya adalah stasiun kereta api Willem I. Dinamai Willem I berdasarkan benteng pertahanan yang letaknya tak jauh dari situ. Di sini, Anda bisa mencoba naik kereta wisata Ambarawa-Tuntang. Selama satu jam, Anda bisa menikmati pemandangan indah gunung dan danau Rawa Pening. Hanya saja, kereta wisata ini hanya bisa memuat sekitar 40 orang dengan jam keberangkatan pukul 10 pagi, 12 siang, dan 14 sore. Harga tiket Rp 50.000. Sebaiknya Anda membeli tiket kereta api ini pagi hari sejak loket dibuka yakni pukul 8 pagi.
Jalan Tentara Pelajar 90, Ambarawa
0298 591 974
IG: griyawijayaambarawa
(Nieke Indrietta)
Ikuti saya juga di Instagram @katanieke_blog
Cerita perjalanan saya yang lain dan soal kuliner, klik di sini.
Cerita perjalanan saya yang lain dan soal kuliner, klik di sini.
Labels:
Ambarawa,
hotel Ambarawa,
Jalan-jalan,
Semarang,
traveling,
wisata
A former journalist who loves traveling, writing, eating, watching movies, and sharing.
Menulis cerita pendek sejak di sekolah dasar. Saat SMA hingga masa kuliah menjadi penulis cerpen di Anita Cemerlang, Ceria Remaja, Deteksi Jawa Pos.
Kemudian bekerja sebagai wartawan di media massa nasional (online, koran, dan majalah) di Jakarta.
Kini menjadi penulis lepas dan belajar soal UMKM.
Beberapa kali menang lomba menulis:
-Lomba menulis cerpen antar-siswa SMA se-Indonesia yang diselenggarakan Warta Universitas Surabaya
-Lomba menulis cerpen Deteksi Jawa Pos
-Pemenang Lomba Menulis Blog Ini Kota Cerdasku, Gerakan Menuju 100 Smart City 2018
-Juara II Lomba Blog Ajang Kreativitas Milenial yang diadakan oleh Balai Besar POM (Pengawasan Obat dan Makanan) Surabaya, pada 2019
Senin, 01 April 2019
Wisata Batu: 5 Hal Unik Soal Museum Rumah Munir
Kalau kamu berlibur ke Kota Batu, Jawa Timur, sempatkan singgah ke Museum Omah Munir.
| Museum Omah Munir di Kota Batu. Foto: Nieke |
Labels:
traveling,
wisata,
wisata Jawa Timur
A former journalist who loves traveling, writing, eating, watching movies, and sharing.
Menulis cerita pendek sejak di sekolah dasar. Saat SMA hingga masa kuliah menjadi penulis cerpen di Anita Cemerlang, Ceria Remaja, Deteksi Jawa Pos.
Kemudian bekerja sebagai wartawan di media massa nasional (online, koran, dan majalah) di Jakarta.
Kini menjadi penulis lepas dan belajar soal UMKM.
Beberapa kali menang lomba menulis:
-Lomba menulis cerpen antar-siswa SMA se-Indonesia yang diselenggarakan Warta Universitas Surabaya
-Lomba menulis cerpen Deteksi Jawa Pos
-Pemenang Lomba Menulis Blog Ini Kota Cerdasku, Gerakan Menuju 100 Smart City 2018
-Juara II Lomba Blog Ajang Kreativitas Milenial yang diadakan oleh Balai Besar POM (Pengawasan Obat dan Makanan) Surabaya, pada 2019
Selasa, 19 Maret 2019
5 Hotel di Surabaya yang Terhubung dengan Mal
| Suroboyo Carnival. Foto: @katanieke |
Labels:
hotel,
hotel Surabaya,
Surabaya,
traveling,
wisata
A former journalist who loves traveling, writing, eating, watching movies, and sharing.
Menulis cerita pendek sejak di sekolah dasar. Saat SMA hingga masa kuliah menjadi penulis cerpen di Anita Cemerlang, Ceria Remaja, Deteksi Jawa Pos.
Kemudian bekerja sebagai wartawan di media massa nasional (online, koran, dan majalah) di Jakarta.
Kini menjadi penulis lepas dan belajar soal UMKM.
Beberapa kali menang lomba menulis:
-Lomba menulis cerpen antar-siswa SMA se-Indonesia yang diselenggarakan Warta Universitas Surabaya
-Lomba menulis cerpen Deteksi Jawa Pos
-Pemenang Lomba Menulis Blog Ini Kota Cerdasku, Gerakan Menuju 100 Smart City 2018
-Juara II Lomba Blog Ajang Kreativitas Milenial yang diadakan oleh Balai Besar POM (Pengawasan Obat dan Makanan) Surabaya, pada 2019
Jumat, 15 Februari 2019
Wisata 1 Hari di Bandung: Liburan di Tempat yang Instagramable (+Itinerary)
Kalau cuma waktu satu hari jalan-jalan liburan di Bandung, enaknya ke mana saja? Yuk contek itinerary-ku buat kamu ngebolang di sana.
A former journalist who loves traveling, writing, eating, watching movies, and sharing.
Menulis cerita pendek sejak di sekolah dasar. Saat SMA hingga masa kuliah menjadi penulis cerpen di Anita Cemerlang, Ceria Remaja, Deteksi Jawa Pos.
Kemudian bekerja sebagai wartawan di media massa nasional (online, koran, dan majalah) di Jakarta.
Kini menjadi penulis lepas dan belajar soal UMKM.
Beberapa kali menang lomba menulis:
-Lomba menulis cerpen antar-siswa SMA se-Indonesia yang diselenggarakan Warta Universitas Surabaya
-Lomba menulis cerpen Deteksi Jawa Pos
-Pemenang Lomba Menulis Blog Ini Kota Cerdasku, Gerakan Menuju 100 Smart City 2018
-Juara II Lomba Blog Ajang Kreativitas Milenial yang diadakan oleh Balai Besar POM (Pengawasan Obat dan Makanan) Surabaya, pada 2019
Senin, 03 Desember 2018
Traveling ke Surabaya: Wisata Perahu Kalimas
Liburan di Surabaya ternyata enggak harus mahal. Ada beberapa tempat wisata yang bisa dikunjungi dengan biaya ramah backpacker. Satunya Taman Prestasi dan wisata perahu di Kalimas, yang terletak di Jalan Ketabang Kali. Lokasinya di pusat kota. Kita akan menemui jalan ini apabila hendak menuju ke Kantor Balai Kota Surabaya.
Labels:
Jalan-jalan,
Surabaya,
traveling,
wisata,
wisata surabaya
A former journalist who loves traveling, writing, eating, watching movies, and sharing.
Menulis cerita pendek sejak di sekolah dasar. Saat SMA hingga masa kuliah menjadi penulis cerpen di Anita Cemerlang, Ceria Remaja, Deteksi Jawa Pos.
Kemudian bekerja sebagai wartawan di media massa nasional (online, koran, dan majalah) di Jakarta.
Kini menjadi penulis lepas dan belajar soal UMKM.
Beberapa kali menang lomba menulis:
-Lomba menulis cerpen antar-siswa SMA se-Indonesia yang diselenggarakan Warta Universitas Surabaya
-Lomba menulis cerpen Deteksi Jawa Pos
-Pemenang Lomba Menulis Blog Ini Kota Cerdasku, Gerakan Menuju 100 Smart City 2018
-Juara II Lomba Blog Ajang Kreativitas Milenial yang diadakan oleh Balai Besar POM (Pengawasan Obat dan Makanan) Surabaya, pada 2019
Selasa, 27 November 2018
Hotel Rollaas Lawang: Nuansa Liburan di Tengah Kebun Teh
![]() |
| Kebun teh Lawang. Copyright @katanieke |
Labels:
hotel,
Jalan-jalan,
Lawang,
traveling,
wisata,
Wisata Agro Wonosari
A former journalist who loves traveling, writing, eating, watching movies, and sharing.
Menulis cerita pendek sejak di sekolah dasar. Saat SMA hingga masa kuliah menjadi penulis cerpen di Anita Cemerlang, Ceria Remaja, Deteksi Jawa Pos.
Kemudian bekerja sebagai wartawan di media massa nasional (online, koran, dan majalah) di Jakarta.
Kini menjadi penulis lepas dan belajar soal UMKM.
Beberapa kali menang lomba menulis:
-Lomba menulis cerpen antar-siswa SMA se-Indonesia yang diselenggarakan Warta Universitas Surabaya
-Lomba menulis cerpen Deteksi Jawa Pos
-Pemenang Lomba Menulis Blog Ini Kota Cerdasku, Gerakan Menuju 100 Smart City 2018
-Juara II Lomba Blog Ajang Kreativitas Milenial yang diadakan oleh Balai Besar POM (Pengawasan Obat dan Makanan) Surabaya, pada 2019
Sabtu, 17 November 2018
10 Alasan Kamu Harus Liburan ke Wisata Agro Wonosari
Bayangkan kamu sedang piknik di tengah kebun teh, dengan pemandangan gunung Arjuno, Semeru, dan Kawi. Jalan-jalan menyusuri kebun teh, melihat matahari terbit, dan menghirup udara segar. Belum lagi kalau menginapnya di hotel yang letaknya di tengah perkebunan teh. Begitu buka pintu balkon, yang dilihat perkebunan teh yang menghampar. Asyik kan ya? Inilah yang disajikan Wisata Agro Wonosari.
A former journalist who loves traveling, writing, eating, watching movies, and sharing.
Menulis cerita pendek sejak di sekolah dasar. Saat SMA hingga masa kuliah menjadi penulis cerpen di Anita Cemerlang, Ceria Remaja, Deteksi Jawa Pos.
Kemudian bekerja sebagai wartawan di media massa nasional (online, koran, dan majalah) di Jakarta.
Kini menjadi penulis lepas dan belajar soal UMKM.
Beberapa kali menang lomba menulis:
-Lomba menulis cerpen antar-siswa SMA se-Indonesia yang diselenggarakan Warta Universitas Surabaya
-Lomba menulis cerpen Deteksi Jawa Pos
-Pemenang Lomba Menulis Blog Ini Kota Cerdasku, Gerakan Menuju 100 Smart City 2018
-Juara II Lomba Blog Ajang Kreativitas Milenial yang diadakan oleh Balai Besar POM (Pengawasan Obat dan Makanan) Surabaya, pada 2019
Kamis, 08 November 2018
Hotel Cordela Kartika Dewi Yogyakarta: Sensasi Menginap di Jantung Malioboro
Pengalaman saya menginap di Hotel Cordela Kartika Dewi Yogyakarta. Letaknya sangat strategis, sangat dekat Malioboro. Bisa ditempuh jalan kaki.
![]() |
| Hotel Cordela Kartika Dewi Yogyakarta. Foto: Nieke |
Labels:
hotel,
hotel Jogja,
Jalan-jalan,
Jogja,
traveling,
wisata,
wisata Jogja
A former journalist who loves traveling, writing, eating, watching movies, and sharing.
Menulis cerita pendek sejak di sekolah dasar. Saat SMA hingga masa kuliah menjadi penulis cerpen di Anita Cemerlang, Ceria Remaja, Deteksi Jawa Pos.
Kemudian bekerja sebagai wartawan di media massa nasional (online, koran, dan majalah) di Jakarta.
Kini menjadi penulis lepas dan belajar soal UMKM.
Beberapa kali menang lomba menulis:
-Lomba menulis cerpen antar-siswa SMA se-Indonesia yang diselenggarakan Warta Universitas Surabaya
-Lomba menulis cerpen Deteksi Jawa Pos
-Pemenang Lomba Menulis Blog Ini Kota Cerdasku, Gerakan Menuju 100 Smart City 2018
-Juara II Lomba Blog Ajang Kreativitas Milenial yang diadakan oleh Balai Besar POM (Pengawasan Obat dan Makanan) Surabaya, pada 2019
Sabtu, 13 Oktober 2018
Traveling ke Wisata Agro Wonosari: Belajar Jadi Barista Teh, Yuk!
Saya baru tahu kalau profesi barista tak hanya berkaitan dengan kopi, tapi juga teh. Iya, ada barista teh. Ini pengetahuan baru saya setelah berkunjung ke Kebun Teh Wonosari di Lawang, Jawa Timur.
Labels:
Jalan-jalan,
Lawang,
traveling,
wisata,
Wisata Agro Wonosari
A former journalist who loves traveling, writing, eating, watching movies, and sharing.
Menulis cerita pendek sejak di sekolah dasar. Saat SMA hingga masa kuliah menjadi penulis cerpen di Anita Cemerlang, Ceria Remaja, Deteksi Jawa Pos.
Kemudian bekerja sebagai wartawan di media massa nasional (online, koran, dan majalah) di Jakarta.
Kini menjadi penulis lepas dan belajar soal UMKM.
Beberapa kali menang lomba menulis:
-Lomba menulis cerpen antar-siswa SMA se-Indonesia yang diselenggarakan Warta Universitas Surabaya
-Lomba menulis cerpen Deteksi Jawa Pos
-Pemenang Lomba Menulis Blog Ini Kota Cerdasku, Gerakan Menuju 100 Smart City 2018
-Juara II Lomba Blog Ajang Kreativitas Milenial yang diadakan oleh Balai Besar POM (Pengawasan Obat dan Makanan) Surabaya, pada 2019
Jumat, 12 Oktober 2018
Traveling ke Wisata Agro Wonosari: Mengejar Fajar di Bukit Kuneer
Saya punya prinsip paling enggan mengejar laki-laki. Kalau ada cowok yang bersikap seolah ingin dikejar, babai deh (bye, bye). Jangan tanya kenapa. Sepertinya sudah jadi DNA saya. Lain halnya kalau saya disuruh memburu matahari. Momen sang raja tata surya ini menggeliat dari peraduan dan merebahkan dirinya, buat saya adalah hal yang romantis.
| Pintu gerbang Bukit Kuneer dengan latar fajar merekah. Copyright: @katanieke |
Labels:
Jalan-jalan,
Lawang,
traveling,
wisata,
Wisata Agro Wonosari
A former journalist who loves traveling, writing, eating, watching movies, and sharing.
Menulis cerita pendek sejak di sekolah dasar. Saat SMA hingga masa kuliah menjadi penulis cerpen di Anita Cemerlang, Ceria Remaja, Deteksi Jawa Pos.
Kemudian bekerja sebagai wartawan di media massa nasional (online, koran, dan majalah) di Jakarta.
Kini menjadi penulis lepas dan belajar soal UMKM.
Beberapa kali menang lomba menulis:
-Lomba menulis cerpen antar-siswa SMA se-Indonesia yang diselenggarakan Warta Universitas Surabaya
-Lomba menulis cerpen Deteksi Jawa Pos
-Pemenang Lomba Menulis Blog Ini Kota Cerdasku, Gerakan Menuju 100 Smart City 2018
-Juara II Lomba Blog Ajang Kreativitas Milenial yang diadakan oleh Balai Besar POM (Pengawasan Obat dan Makanan) Surabaya, pada 2019
Senin, 25 Juni 2018
Hotel The Packer Lodge Jogja: Dekat Malioboro dan Nyaman Buat Backpacker
Pengalaman saya menginap di hotel ala kapsul, The Packer Lodge, dekat Malioboro, Yogyakarta.
![]() | |
| Suasana lobi hotel The Packer Lodge Yogya. Foto: Nieke |
Labels:
hotel,
hotel Jogja,
Jalan-jalan,
Jogja,
traveling,
wisata,
wisata Jogja
A former journalist who loves traveling, writing, eating, watching movies, and sharing.
Menulis cerita pendek sejak di sekolah dasar. Saat SMA hingga masa kuliah menjadi penulis cerpen di Anita Cemerlang, Ceria Remaja, Deteksi Jawa Pos.
Kemudian bekerja sebagai wartawan di media massa nasional (online, koran, dan majalah) di Jakarta.
Kini menjadi penulis lepas dan belajar soal UMKM.
Beberapa kali menang lomba menulis:
-Lomba menulis cerpen antar-siswa SMA se-Indonesia yang diselenggarakan Warta Universitas Surabaya
-Lomba menulis cerpen Deteksi Jawa Pos
-Pemenang Lomba Menulis Blog Ini Kota Cerdasku, Gerakan Menuju 100 Smart City 2018
-Juara II Lomba Blog Ajang Kreativitas Milenial yang diadakan oleh Balai Besar POM (Pengawasan Obat dan Makanan) Surabaya, pada 2019
Langganan:
Postingan (Atom)
















