Menu

Percik Kata Nieke

Senin, 14 Juli 2014

Little Women





Aku ingin menceritakan perempuan-perempuan hebat ini. Mereka adalah orang-orang yang aku panggil sahabat: Effie, Floren, Joice, dan Monic. Aku tak pernah sembarang menyebut orang sahabat. Sebab kata sahabat bagiku adalah orang yang benar-benar mengetahui siapa kamu, baik dan burukmu, saat terbaik dan terendah dalam hidupmu.

Kisah kami mirip cerita dalam novel Louisa May Alcott, The Little Women. Bahkan mungkin lebih baik dari novel legendaris itu, ehem! Kami sudah seperti saudara, sekalipun beda orangtua, bahkan berbeda suku. Ini adalah kisah The Little Women versiku.

Sabtu, 15 Februari 2014

Mencintaimu Tanpa Tanda Tanya. Itu Dusta.




Jika aku mengatakan
aku mencintaimu tanpa tanda tanya.
Rasanya aku berdusta.
Sebab tak mungkin
aku tak akan pernah bertanya.

Rabu, 05 Februari 2014

Hanya Kontemplasi ketika Menyendiri



Orang kerap menyebut perempuan lebih bermain dengan perasaan dan cenderung subyektif. Sebagai perempuan, saya menyangkal stereotipe itu. Ya memang kebanyakan perempuan seperti itu. Tapi laki-laki yang termasuk kategori bermain perasaan dan lebih subyektif ketimbang obyektif pun tak sedikit.


Rabu, 29 Januari 2014

Bukan Kisah Cinderella




Sengaja menutup pintu, biar tidak ada yang masuk.
Tiba-tiba ada yang mengetuk,
Bingung... membukakan pintu atau membiarkannya tetap tertutup...
Sementara, rumah ini masih berantakan
Apa mungkin, membiarkan tamu masuk sementara aku masih sibuk menata yang berantakan?

-mengutip puisi karya Rina Widiastuti-


Rabu, 22 Januari 2014

The Truth About Heart






Lagi-lagi saya menampung curcol. Kali ini dari kedua pihak. Yang baru putus.


Kamis, 02 Januari 2014

Cinta yang Kamu Kenal




“Berapa dari hubungan yang pernah kamu punya, berakhir dengan kata bosan?” tanyaku lagi.  “Atau, berapa dari hubungan yang pernah kamu punya, berakhir dengan ‘Dia berubah. Lalu kami tidak cocok lagi’?"


Senin, 15 Juli 2013

Happy Birthday, Malala!


ngintip isi blog Malala


Gadis ini namanya Malala Yousafzai. Baru aja merayakan ulang tahunnya yang ke-16, pada 12 Juli kemarin. Tepat di hari ultahnya, di usianya yang masih belia, dia sudah berpidato di Majelis Umum PBB. Keren ya!

Ini kutipan pidatonya:

"...Ada yang mengatakan pulpen lebih perkasa dari pedang. Itu benar. Para ekstremis lebih takut pada buku dan pena. Kekuatan pendidikan menakutkan mereka. Mereka takut pada perempuan, kekuatan suara perempuan menakutkan mereka....