Menu

Percik Kata Nieke

Kamis, 16 Januari 2020

Mengintip Kamar Mewah Rp 30 Juta per Malam di Hotel Majapahit Surabaya

Kalau mendengar kamar mewah di hotel yang harganya Rp 30 juta semalam, apa yang ada di benakmu? Sebagai anggota sobat missqueen dan kelas menengah ngehek, saya beruntung berkesempatan mengintip kamar itu. Kamar mandinya bath tube lapis emas, serasa putri bangsawan bayangin berendam di sana.


November lalu, saya menghadiahi diri saya sendiri sebuah tur ke hotel Majapahit, sebagai hadiah ulang tahun. Lahir dan besar di Surabaya, cukup banyak cerita yang saya dengar soal hotel Majapahit. Mulai dari sisi sejarahnya--insiden perobekan bendera di atap hotel, hingga mewah dan indahnya interior hotel tersebut.

Sebenarnya saya pernah ke hotel Majapahit saat saya berusia 14 tahun, masih SMP. Waktu itu, sekolah musik tempat saya kursus mengadakan konser musik di bagian taman dalam hotel Majapahit. Saya bermain orgen bersama tiga orang teman sekelas. Saya tak ingat judul lagu yang dibawakan kelompok kami. Hanya ingat, di antara tamu yang hadir adalah wali kota masa itu dan beberapa pejabat.

Taman di dalam hotel Majapahit. Dulu pernah konser musik di sini.
Foto: @katanieke
Tentu saja saya gembira tatkala mendapat informasi hotel Majapahit mengadakan tur. Sebenarnya turnya menceritakan tentang sejarah hotel dan peristiwa bersejarah bangsa Indonesia yang pernah terjadi di sana, namun pemandu juga membawa kami keliling ke kamar-kamarnya. Tak hanya kamar bersejarah yang pernah digunakan tokoh-tokoh, namun juga kamar-kamar termewahnya yang  membuat saya terpana.

Ohya, kalau kamu tertarik ingin tahu informasi soal Heritage Tour di sini, kamu bisa reservasi ke 031-5454333. Tur diadakan dua kali sehari yakni pukul 14.00 dan 16.00. Biaya sebesar Rp 103 ribu per orang dengan jumlah peserta maksimal 12 orang. Lebih baik mendaftar dulu dan tidak go-show soalnya peminatnya banyak. Tarif Rp 103 ribu itu sudah termasuk pemandu wisata dan camilan beserta minumannya.  Tidak harus menginap di sini untuk mengikuti turnya.

Hotel yang awal berdiri bernama Hotel Oranje ini memang termasuk bangunan cagar budaya di Surabaya. Gedung ini menjadi saksi bisu sejarah kemerdekaan Republik Indonesia pada era Perang Dunia II, saat Indonesia diduduki Jepang. Hotel ini bernama Yamato. Kala itu, Jepang kehilangan pengaruhnya di Asia setelah peristiwa bom Hiroshima-Nagasaki pada 6 Agustus 1945. Para pemuda pejuang kemerdekaan terbakar amarah lantaran melihat bendera Belanda kembali berkibar di bagian atap hotel. Padahal Indonesia telah mendeklarasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Perobekan bendera itu terjadi pada September 1945 dan memantik pertempuran besar di Surabaya.

Tak hanya itu yang menjadikan hotel ini legendaris. Tokoh-tokoh terkenal dalam sejarah pernah menginjakkan kaki dan menginap di sini. Misalnya Charlie Caplin, komedian legendaris; Pangeran Leopold III, Putri Astrid dari Belgia, Paulette Goddard, dan Joseph Conrad, penulis. 

Memasuki bagian dalam hotel yang berdiri sejak 1910 ini, mata saya dimanjakan dengan keindahan arsitektur bergaya art-novo dan interiornya art-deco. Di bagian lobi, pengunjung disambut dengan mobil Ford kuno yang terparkir di bagian paling depan sebelah kanan dari pintu masuk. Tak hanya interior, foto-foto keluarga Sarkis pendiri hotel dan peristiwa bersejarah Indonesia terpaku di dinding-dinding.

Lobi hotel Majapahit. Foto: @katanieke
Detail bangunan hotel ini mempertahankan keasliannya. Bahkan kalau pengunjung teliti, kursi-kursi kayu yang terletak teras kamar hotel di lantai bawah yang menghadap ke taman--masih tertulis logo hotel Oranje. Pun demikian dengan ruangan hall yang biasa digunakan untuk konser musik. Lantai, dinding hingga bagian balkonnya masih otentik. Hall sejak zaman Belanda memang telah digunakan untuk pertunjukan musik dan dansa. Ruangan itu didesain secara khusus sehingga suara musik yang keluar memantul secara indah.

Ruangan yang kerap digunakan untuk konser musik klasik.
Foto: @katanieke

Lantas bagaimana dengan kamar termewah yang harganya sekitar Rp 30 juta semalam, pasti penasaran. Kamar termewah ini lebih sering ditempati orang asing. Sayang, pemandu merahasiakan nama-nama tamu yang pernah tinggal di sana. Namun, konon desainer terkenal dari Eropa pernah menyewa kamar tersebut. Kamar mewah ini juga pernah menjadi tempat syuting film lho.

Kamar itu ternyata sebuah ruangan besar dan megah yang sebenarnya lebih tepat disebut seperti rumah. Ruangan itu terdiri dari dua tingkat. Begitu saya membuka pintu, saya melihat lorong memanjang dengan tangga menuju ke atas dan sebuah pintu menuju ruangan samping kanan. 

Begitu membuka pintu masuk kamar, ruangan ini
yang terhampar. Foto @katanieke

Pemandu membawa saya ke ruangan di samping kanan terlebih dulu. Itu adalah ruang tamu yang memanjang. Ada sebuah ruang lagi di samping ruang tamu itu, yakni sebuah ruangan lebih kecil yang bisa dipakai  sebagai ruang pertemuan atau ruang makan. Saya langsung membayangkan adegan-adegan film kerajaan membayangkan mebel-mebelnya.


Ruang pertemuan dalam kamar Presidential Suite Hotel Majapahit.
Foto @katanieke

Bahkan, disediakan dapur pribadi di dekat ruang makan tersebut. Menurut pemandu, makanan biasanya tetap dibuat dari dapur utama hotel dan diantarkan ke ruangan tersebut. Dapur pribadi itu hanya untuk menata makanan atau masakan sederhana saja.

Saya kemudian diajak melangkah ke lantai dua. Saat menaiki satu persatu anak tangga, tengoklah ke atas. Ada sebuah kubah kaca yang indah. Tangga itu mengantar saya menuju lorong lantai dua.


Presidential Suite Hotel Majapahit. Foto @katanieke
Lantai dua memiliki dua kamar tidur, yang salah satunya kamar tidur utama. Kalau kamar tidur kedua, desainnya mirip-mirip dengan desain kamar-kamar Hotel Majapahit hanya luas ruangannya lebih luas. Kamar tidur utama yang desainnya terlihat istimewa. Serasa berada dalam istana.
Presidential suite Hotel Majapahit.
Foto @katanieke

Presidential Suite hotel Majapahit.
Foto @katanieke

Bola mata saya lebih terbelalak tatkala memasuki ruang kamar mandinya. "Itu bath tube-nya berlapis emas," ucap sang pemandu. Olala, saya membayangkan diri saya Cleopatra atau putri raja yang berendam di sana lalu dayang-dayang memandikan saya dengan bunga dan sabun yang berbusa. 


Presidential suite hotel Majapahit. Foto @katanieke

Wah, kalau kamarnya semegah ini, saya sudah pasti kerjaannya bakal rebahan doang. Mager. Itu kalau punya uang yang tanpa seri, gaes. Hahaha. Beruntung saya cepat nyadar dan menjejakkan kaki ke bumi dunia nyata. 

Ini bukan lagi syuting drama Korea. Kamu bukan artis Song Hye-kyo. Beruntunglah dear Sobat Missqueen, saya bisa mengintip ruangan yang nilainya Rp 30 juta per malam ini. Penasaran? Ikut aja Heritage Tour hotel Majapahit. Selepas tur, bisa duduk-duduk di lobi menikmati sepotong senja sambil makan apel strudle dan secangkir teh atau kopi. Sedap bukan?


Apple strudle hotel Majapahit. Foto @katanieke

Tabik. 
Mau tahu update artikel di blog saya? Ketemu yuk di Instagram: @katanieke_blog

NB: Dilarang mencomot artikel dan foto-foto tanpa seizin saya.
***

Kisah-kisah traveling saya lainnya bisa dinikmati di sini.

5 Hotel di Surabaya yang Terhubung dengan Mal

Hotel Mercure: Sensasi antara Surabaya dan Penang

Wisata Surabaya serasa Korea, Annyeonghaseyo!





















14 komentar:

  1. Mewah banget kamarnya, desainnya juga keren karena bikin kita dimanjakan oleh gaya arsitektur yang menawan.
    Kayaknya kamar itu cocok ditempati oleh pesohor atau pebisnis kaya yang bawa rombongan tim karena lebih privat. Atau yang pengen ngerasaian mandi di bak mandi berlapis emas sekadar membahagiakan diri.
    Saya ngiler dengan apple strudle. Apakah itu bagian dari bonus paket tour? Kalau iya, duh, tidaklah terlalu mahal untuk tour demikian.

    BalasHapus
  2. Palaku pucing mbaaakkk. Membayangkan kamar 30 juta/malam. Wqwqwq
    Yaampuun, bath tubenya aja berlapis emas.. Apalah aku yg mandi pas sabun abis aja ku isi aer lg, wqwq

    BalasHapus
  3. Luar biasa, 30 jt hanya untuk menginap semalam :(

    BalasHapus
  4. hotelnya bagus banget ih, mewah. apalagi kamarnya yang seharga 30 juta itu.. semoga saya punya rejeki untuk menginap disana :D

    BalasHapus
  5. Duh, mupeng sama hotelnya. semoga kalau ke surabaya ada kesempatan. Seneng banget soalnya sama heritage tour :(

    BalasHapus
  6. Gayanya art deco ya? kenapa pilih gaya itu yang berasal dari Eropa padahal Majapahit itu terkenal dengan karakter nusantaranya yang sangat kental.. (jadi pingin tau konsep sang Arsitek).. beruntunglah Mbak Nieke pernah ke sini

    BalasHapus
  7. Menarik nih tour keliling hotel. Apakah tournya biasanya open setiap hari? atau seringnya hanya tertentu saja?

    BalasHapus
  8. wuah luar biasa 30 juta per malam nginep di hotel. Duh, aku langsung terpana. Ha, ha. tapi wajar sih, melihat fasilitasnya yang mewah.

    BalasHapus
  9. Waduh. Nyaris tercekat saya membaca harga kamarnya semalam. Ternyata ya bukan sekamar thok tapi serupa rumah dan mewah pula. Gakkan mungkin bisa nginap di situ kayaknya saya hehehe. Gak usah nginap, membaca tulisan ini saja sudah puas, sudah tahu ada apa dengan kamar hotel 30 juta rupiah itu.

    BalasHapus
  10. Sejarah hotel majapahit emang luar biasa. View kamarnya ngambil gaya mewah ya. Btw ada hantunya ga? Hihi, baca sejarahnya pikiranku jadi kemana-mana. Wkwkwk

    BalasHapus
  11. Hotelnya para sultan ini, apalah saya cuman bisa melihat dari blognya mba saja wkwk, desain interiornya cukup klasik tapi mewah kelihatan banget dari bedroom dan ruang lobinya

    BalasHapus
  12. Keren kamar 30 jutanya tapi aku klo nginep dikamar itu kyknya ga bisa merem hii tatut hehehe

    BalasHapus
  13. Berasa di kamar kerajaan ya.. mewah bingit. Itu orang model apa yg nginep di situ? Hehehe

    BalasHapus
  14. Wah. Seumur hidup tinggal di Surabaya, saya juga ndak pernah mampir masuk ke Hotel Majapahit, Mbak. Wah, ternyata megah banget yah.
    Aku ingin juga ah ikut Heritage Tour-nya. Ini yang punya Sampoerna bukan?

    BalasHapus

Hi... terima kasih sudah mampir dan membaca blog saya. Terima kasih pula untuk sudah berkomentar dengan sopan, tidak meninggalkan spam dan tidak menggunakan LINK HIDUP di kolom komen. Untuk setiap komentar, saya upayakan kunjungan balik ke blog Anda untuk menjaga tali silaturahmi.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sebaiknya tidak gunakan akun anonim.

Salam.